• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Ir. Timotius Arifin
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Pdt. Ir. Timotius Arifin
  • 10 Januari 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Tuhan sanggup memakai orang-orang terdekat untuk membentuk kita supaya semakin serupa dengan-Nya. Karena itu, jadikan tujuan hidup kita sama seperti Tuhan Yesus. 

Mazmur 101 : 1 – 2, "Seorang raja bernazar—Mazmur Daud. Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN. Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku." 

Psalm 101 : 1 – 2 Integrity—David's poetic praise. Lord, I will sing about your faithful love for me. My song of praise will have your justice as its theme. I'm trying my best to walk in the way of integrity, especially in my own home. But I need your help! I'm wondering, Lord, when will you appear? 

Integritas sebenarnya lebih daripada jujur ataupun tulus, melainkan keseluruhan atau 'wholeness' (menjadi utuh dan sempurna). Apa yang dilakukan Daud saat menghadapi segala tantangan hidupnya? 

• I will sing about your faithful love for me. My song of praise will have your justice as its theme(Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN)

• I'm trying my best to walk in the way of integrity, especially in my own home (Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela. Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku) 

Daud seorang yang berkenan di hadapan Tuhan karena memiliki sejumlah karakter istimewa dalam hidupnya, ia merupakan seorang pemuji dan penyembah Tuhan. Kualitas karakter pemuji dan penyembah akan terlihat saat menghadapi tantangan hidup. 

Ketika saya terpapar COVID-19 dan berada sendirian di ruang isolasi, maka yang saya lakukan pertama-tama adalah memuji serta menyembah Dia, sebab kemurahan-Nya lebih daripada hidup. Allah kita setia. Saya tidak mau mengeluh, sebab apa pun yang Ia izinkan dan perbuat semuanya pasti mendatangkan kebaikan. 

Ulangan 32 : 3 – 4, "Sebab nama TUHAN akan kuserukan: Berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia." 

Iblis senang menjelek-jelekkan Tuhan maupun hamba-hamba-Nya sampai sekarang. Tetapi, Allah kita adalah Tuhan yang senang menerima pujian dan penyembahan kita. Walau Tuhan ada di mana-mana (Omnipresent), dengan memuji dan menyembah Tuhan, sebenarnya kita sedang mengundang Dia. Manifestasi kehadiran Roh Kudus pun ada saat kita mengucap syukur serta memuji Dia. 

EMPAT VIRUS ROHANIAda "virus-virus" yang lebih berbahaya daripada virus Corona, yaitu:

• KEMUNAFIKAN. Seperti halnya Corona, kemunafikan dapat menyumbat banyak area hidup kita. Jadilah seperti Daud yang mau terus semakin sempurna serta tulus di hadapan-Nya. Jangan mau sekadar lolos dari masalah ataupun hidup hanya sekedar diberkati, melainkan jadilah sempurna seperti Tuhan Yesus. 

Berkat Tuhan ada bagi orang-orang yang hidupnya semakin sempurna. Jika kita sama saja dengan orang-orang duniawi, maka kita sulit dipercaya, sebab jalan hidup penuh damai serta berkat Tuhan adalah jalan integritas (the way of integrity). 

Lukas 12 : 1, "Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi." 

Matius 5 : 48, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." 

Mazmur 37 : 37, "Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan." 

Psalm 37 : 37 (KJV) :Mark the perfect man, and behold the upright: for the end of that man is peace. 

Psalm 37 : 37 (TPT) :But you can tell who are the blameless and spiritually mature. What a different story with them! The godly ones will have a peaceful, prosperous future with a happy ending. 

• KETAKUTAN. Banyak korban COVID-19 meninggal bukan karena virus itu sendiri, melainkan ketakutan maupun stres berlebihan. Ketakutan itu menular dan menimbulkan banyak masalah. Rasa takut berlebih merupakan suatu roh, tetapi dapat kita taklukkan dengan hidup takut akan Tuhan. Lawanlah ketakutan yang tidak baik dengan 'ketakutan yang baik', yaitu takut akan Allah. Dengan kasih Tuhan kita tidak akan takut. Rasa takut pada Tuhan akan melenyapkan rasa takut yang lain. Di awal tahun baru ini, mintalah ke Tuhan untuk takut akan Dia itu ada pada kita. 

Lukas 12 : 4 – 5, "Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!" 

Luke 12 : 4 – 5 (KJV) And I say unto you my friends, Be not afraid of them that kill the body, and after that have no more that they can do. But I will forewarn you whom ye shall fear: Fear him, which after he hath killed hath power to cast into hell; yea, I say unto you, Fear him. 

1 Yohanes 4 : 18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." 

• KETAMAKAN. Jenis virus ini dahsyat dan mengalahkan banyak orang sehingga terjadi begitu sering perselisihan, pertengkaran, bahkan pembunuhan di mana-mana. Mungkin selama 2020, kita mengalami banyak kehilangan dalam segala hal, termasuk finansial sehingga kita merasa marah, kecewa ataupun putus asa. 

Berhati-hatilah terhadap virus ketamakan, seperti halnya ragi yang dapat mempengaruhi seluruh adonan ataupun hidup kita. Sekali masuk akan sulit bahkan tidak bisa ditarik atau dikeluarkan. 

Ketamakan berarti selalu menginginkan lebih dan lebih lagi (to have more). Sebuah peribahasa mengatakan, "Wealth is not for accumulation, but for distribution," atau kekayaan tidak untuk ditumpuk atau dikumpulkan, tetapi untuk dibagikan. Socrates pernah mengatakan bahwa kelebihan kita adalah utang kita pada orang lain. 

Selama tahun 2020 jujurlah apakah hati kita lebih cinta Tuhan ataukah Mamon (uang)? Semua akan terlihat pada akhirnya, dan Mamon ialah saingan terbesar Tuhan. 

Lukas 12 : 15, "Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 

Luke 12 : 15 (KJV) And he said unto them, Take heed, and beware of covetousness: for a man's life consisteth not in the abundance of the things which he possesseth. 

Matius 6 : 24, "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 

• KEKHAWATIRAN. Walau sepertinya kecil dan banyak kita menganggap wajar serta sah-sah saja, ternyata khawatir  dapat menular dan berbahaya. Jangan khawatir akan kehidupan jasmani kita. Tuhan sudah berjanji bahwa Ia akan memelihara dan menyediakan apa pun yang kita perlukan. Dialah Raja yang bertanggung jawab. Ambillah keputusan agar hidup kita layaknya sebuah lagu yang menyenangkan hati-Nya. Akhir hidup kita pun kiranya dikenal sebagai seorang yang berkenan kepada Tuhan. 

Lukas 12 : 22, "Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai." 

Luke 12 : 22 (KJV) And he said unto his disciples, Therefore I say unto you, Take no thought for your life, what ye shall eat; neither for the body, what ye shall put on. 

2 Samuel 23 : 1, "Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel." 

Apa harus kita lakukan di awal tahun 2021 serta dalam kehidupan kita sehari-hari ? 

1. RIGHT RESPONSE (Mzm. 101:1). RESPONS YANG TEPAT, yaitu gaya hidup yang memuji dan memuliakan Tuhan. Jangan punya hati yang bernada sumbang ataupun hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan. Jadilah seseorang yang memiliki integritas di rumah. Kita bisa saja terlihat berintegritas di tempat lain tanpa ada orang lain yang sungguh-sungguh mengetahui karakter atau integritas kita. Keaslian karakter seseorang akan terlihat jelas di rumah maupun oleh orang-orang terdekatnya. 

Dalam segala hal, jadilah seseorang yang selalu memuji Tuhan. Sebab tiada yang seperti Dia, Ia adalah Allah yang dapat dipercaya & luar biasa. Memuji Tuhan bukanlah sebuah hobi, melainkan suatu perintah. 

Kita takkan mampu menjadi orang yang baik serta sempurna tanpa pertolongan Roh Kudus. Karena itu, kita mesti selalu dipenuhi Roh Kudus. Tak seorang pun dari kita sanggup menjaga hidup suci tanpa pertolongan Roh Kudus. 

Sekarang-sekarang boleh saja memakai masker atau face shield untuk protokol kesehatan, namun alangkah baiknya bila tidak memakai topeng dalam kerohanian kita. 

Walau perlu jaga jarak atau physical distancing terhadap orang lain, tetapi dengan Tuhan maupun pasangan, yaitu suami atau istri haruslah ada keintiman, seperti raja Daud dengan Tuhan. 

Kesombongan atau keangkuhan pun adalah turunan dari virus kemunafikan. Tuhan membenci orang sombong. Mungkin orang-orang tak mengetahui kesombongan atau ketamakan kita, selain diri sendiri dan Tuhan. Keangkuhan ada di pikiran maupun kekeraskepalaan kita. Virus keangkuhan akan membuat kita besar kepala atau sombong. 

Amsal 6 : 16-19, "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara." 

2. RIGHT GOAL (Mzm. 101:2a). TUJUAN YANG BENAR. Milikilah tujuan yang besar bersama Tuhan, terutama menjadi seperti Yesus. Tujuan hidup Daud adalah menjadi semakin sempurna dan hidup tidak bercela. Kiranya Roh Kudus, Sang Penghibur dan Penolong itu yang ada dalam kita akan menolong untuk kita hidup tidak bercela. 

Mazmur 101 : 3 – 4, "Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu." 

Psalm 101 : 3 – 4 (TPT) I refuse to gaze on that which is vulgar. I despise works of evil people and anything that moves my heart away from you. I will not let evil hold me in its grip. Every perverse and crooked way I have put away from my heart, for I will have nothing to do with the deeds of darkness. 

Vulgar atau dursila adalah sesuatu yang tidak pantas, najis atau rendahan. Jadilah orang-orang benar yang hidup oleh iman ataupun rasa percaya kita. 

Mazmur 101 : 5 – 6, "Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka. Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku." 

Psalm 101 : 5 – 6 (TPT) I will silence those who secretly want to slander my friends, and I will not tolerate the proud and arrogant. My innermost circle will only be those whom I know are pure and godly. They will be the only ones I allow to minister to me. 

Habakuk 2 : 4, "Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya." 

Orang sombong tidak tulus hati, tetapi orang yang rendah hati akan lurus hidupnya. Kesombongan membuat kita membusungkan dada, keangkuhan menjadikan kita besar kepala. Karena itu, hati-hatilah dengan apa yang masuk ke pikiran kita. Jaga pancaindera kita. Jangan biarkan mata kita melihat sesuatu yang vulgar. Pilihlah baik-baik apa yang mau kita masukkan ke benak. Ujilah segala sesuatu, apakah itu sungguh-sungguh berasal dari Tuhan atau tidak. 

3. RIGHT PRIORITY (Mzm. 101:2b). PRIORITAS YANG BENAR. 

4. GUARD YOUR THOUGHT LIFE (Mzm. 101:3-5). MENJAGA PIKIRAN KITA. Hadapi dan jalani tahun 2021 dengan berhati-hati, berjaga-jaga, dan berwaspada. Sebab masih banyak hal yang akan menipu di depan, termasuk hoaks atau apa yang ada di sosial media. Iblis adalah 'the master of deception' atau ahli menyimpangkan dan menipu, bahkan menyamar sebagai malaikat terang. Jagalah apa yang masuk pikiran kita, sebab pikiran dapat menjadi perkataan, perkataan menjadi tindakan, tindakan membuat kebiasaan, dan kebiasaan menjadikan karakter. 

5. GUARD YOUR COMMUNITY (Mzm. 101:6-8). MENJAGA LINGKARAN TERDALAM. Bisa saja berteman dengan banyak orang, namun jagalah innercircle atau lingkaran orang-orang terdekat kita. Pertanyaannya, siapa saja orang-orang yang kita izinkan dekat dengan kita, jawabannya mereka yang hidup dalam kebenaran dan menjadi garam serta terang dunia. Jadikanlah mereka role model atau panutan hidup kita, bahkan memohon doa serta pengurapan mereka. Demikian pula kiranya kita dengan pertolongan Tuhan menjadi panutan serta teladan bagi banyak orang, terutama yang terdekat dengan kita maupun generasi berikutnya. Ingat, 'birds of a feather flock together', kita menjadi serupa dengan siapa saja kita bergaul. 

Mazmur 101 : 6 – 8, "Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku. Setiap pagi akan kubinasakan semua orang fasik di negeri; akan kulenyapkan dari kota TUHAN, semua orang yang melakukan kejahatan." 

Psalm 101 : 6 – 8 (TPT) My innermost circle will only be those whom I know are pure and godly. They will be the only ones I allow to minister to me. There's no room in my home for hypocrites, for I can't stand chronic liars who flatter and deceive. At each and every sunrise I will awake to do what's right and put to silence those who love wickedness, freeing God's people from their evil grip. I will do all of this because of my great love for you! 

Milikilah hati yang bertekad bulat serta lurus di hadapan-Nya. Kiranya tahun ini betul-betul menjadi The Year of Integrity atau Tahun Integritas bagi kita, dimulai dari rumah dan keluarga masing-masing, serta semoga keluarga kita mau senantiasa melayani Tuhan. Amin. 

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email