• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Charlie Jeremiah
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Pdp. Charlie Jeremiah
  • 03 Januari 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Di Tahun Integritas atau The Year of Integrity pada tahun 2021 ini, tidak lepas kita belajar tentang kemunafikan atau hypocrisy. Apakah kita termasuk orang-orang yang munafik ataukah berintegritas ? Jika masih memiliki kemunafikan, marilah bertobat serta kembali melakukan firman Tuhan supaya memiliki integritas dalam hidup kita.

Menurut kamus bahasa Indonesia, kemunafikan artinya kebohongan, berpura-pura percaya atau setia, tetapi sebenarnya tidak dalam hatinya; suka atau selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai perbuatannya; dan bermuka dua.

Dalam PB, kata 'munafik' diterjemahkan dari bahasa Yunani, yaitu 'hupokrithes', yang mendasari kata bahasa Inggris yakni 'hypocrite' atau munafik. Kata dalam bahasa Yunani tersebut sendiri berarti seorang pemain drama. Dapat kita sebutkan, orang yang munafik itu memakai topeng atau not real (tidak apa adanya). Segala sesuatu dari dirinya cuma tipuan atau muslihat, tidak ada yang benar ataupun transparan, melainkan menutup-nutupi. Dalam PB, kemunafikan juga sering kali dikaitkan dengan orang-orang Farisi, bahkan disamakan sebagai ular. 

Matius 23 : 13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

Matius 23 : 33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Semasa pelayanan Tuhan Yesus di dunia, Ia menerima & mengampuni orang-orang berdosa seperti pemungut cukai, wanita yang kedapatan berzina, maupun lainnya, namun Ia mencela para ahli Taurat ataupun orang Farisi sebagai orang-orang yang munafik. Mengapa demikian ? Beberapa penyebabnya :

1) KEMUNAFIKAN ORANG-ORANG FARISI DISEBABKAN OLEH KEBUTAAN MEREKA TERHADAP KESALAHAN MEREA SENDIRI.

Matius 7 : 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.

Mereka tidak  pernah menyadari ataupun tidak mau tahu kesalahan mereka sendiri. Kata 'balok' berarti ada penghalang di mata mereka. Demikian pun mungkin kita sering kali tidak menyadari kesalahan kita, tetapi hanya melihat kesalahan-kesalahan terkecil sekalipun dari orang lain, bahkan membesar-besarkan serta menyebarkannya. Sebaliknya, dosa besar atau masalah kita yang salah serta bertolak belakang dengan firman, kita malah mendiamkan, menganggap kecil, dan menutup-nutupinya. 

2) DENGAN GAYA KEAGAMAAN, MEREKA SEBENARNYA JUSTRU LALAI & BUTA TERHADAP PEKERJAAN PELAYANAN BAGI TUHAN.  

Lukas 12 : 56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Ahli Taurat serta orang Farisi mempelajari & sangat memahami kitab Taurat ataupun memegang hukum-hukum Musa, sehingga semestinya tahu menilai zaman, tetapi itu semua hanya penampilan luar supaya terlihat sebagai imam ataupun rohani, padahal tidak benar-benar peduli firman Tuhan.

3) MEREKA SEBENARNYA TIDAK MENGHIRAUKAN TUNTUTAN-TUNTUTAN DARI ALLAH.

Matius 23 : 14 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.

Firman Allah pasti berkuasa untuk berbicara kepada manusia, tetapi orang-orang Farisi serta ahli Taurat sesungguhnya tidaklah peduli terhadap firman-Nya dan kebenaran yang ada di dalamnya. Mereka belajar firman, jadi seharusnya mengetahui firman dan mana yang benar, namun justru melakukan apa yang bertolak belakang dengan firman ataupun yang salah. Mereka pun memanfaatkan fasilitas secara egois, mencari keuntungan bagi diri sendiri, serta memperdaya orang lain. Mereka menuntut orang lain melakukan yang harus dilakukan, tetapi tidak mau juga melakukannya sendiri.

4)    MEREKA SANGAT SUKA SEKALI MEMPERTONTONKAN ATAU MENONJOLKAN DIRI SENDIRI. 

Matius 6 : 2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Matius 6 : 5 Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Matius 6 : 16 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tujuan mereka sering kali hanya karena haus pujian. Mereka akan melakukan apa saja supaya dipuji orang. Bagaimana dengan kita hari-hari ini, saat memberi persembahan kepada Tuhan, menolong orang lain, beribadah, berdoa ataupun berpuasa, apakah melakukannya secara tulus ataukah agar dilihat & dipuji banyak orang saja ? Apakah motivasi hati kita sungguh-sungguh ingin hanya Tuhan yang melihat sekalipun tidak ada orang yang melihat ataupun memuji, ataukah sekadar supaya ada orang lain yang memperhatikan dan menyanjung ?

APA SAJA YANG KITA BISA KITA PELAJARI TENTANG KEMUNAFIKAN :

•    Merasa yang paling benar sendiri dan merendahkan orang lain

•    Mencari-cari dan memperbesar kesalahan orang-orang lain

•    Tidak mau mengikuti peraturan yang mereka tentukan

•    Perkataannya berbeda dengan perbuatannya

•    Tidak pernah mengakui kesalahannya

•    Banyak alasan dan berbohong

•    Mental merasa jadi korban

Orang-orang Farisi serta para ahli Taurat pun sebenarnya sering kali mengikuti Tuhan Yesus ke manapun Ia pergi, namun bukan untuk mempelajari firman-Nya ataupun melakukan kehendak-Nya, melainkan hanya untuk mencari-cari kesalahan, kekurangan, serta menghakimi. Apakah kita pun seperti itu terhadap orang-orang lain ? Lebih baik kita mengoreksi dan mengintrospeksi diri sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita pun masih dapat saja terjatuh ataupun berbuat salah. Karena itu, belajarlah untuk berjalan dalam kesempurnaan, bersungguh-sungguhlah menjalani hidup yang benar di hadapan Tuhan, maupun ibadah kita kepada-Nya.

Hati-hatilah terhadap kemunafikan, bertobatlah, mengakui dosa dan meminta ampun kepada Tuhan, serta bangkit dari kesalahan kita sendiri. Berhentilah menyalah-nyalahkan keadaan ataupun orang lain. Tuhan pasti memiliki rencana & rancangan yang indah bagi kita masing-masing saat kita memiliki integritas dalam kehidupan ini.

Amsal 12 : 22 (VMD) TUHAN membenci pendusta, tetapi Ia senang terhadap orang yang mengatakan kebenaran.

C. S. Lewis pernah mengatakan, "Integrity is doing the right thing, even when no one is watching." Integritas adalah melakukan hal-hal yang benar sesuai firman Tuhan, meskipun tidak ada seorang pun lainnya yang memperhatikan atau melihat kita. Standar terbaik serta jalur yang tepat bagi integritas ialah kebenaran firman Tuhan. Ia pun mengenal kekurangan, kelemahan maupun kelebihan dan kemampuan kita, serta siapa kita sesugguhnya.

Jadilah orang-orang yang berintegritas dalam perkataan, pikiran, perasaan, dan perbuatan kita. Terutama di tahun 2021, The Year of Integrity atau Tahun Integritas ini. Hiduplah secara transparan, apa adanya dan sungguh-sungguh di hadapan-Nya, apa pun yang terjadi. Tuhan mengetahui segala sesuatu. Kiranya kita senantiasa menyenangkan hati-Nya melalui apa pun yang kita kerjakan serta di manapun kita berada. Amin.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email