• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Matius 5 : 20 Maka Aku berkata kepadamu : Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benardari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Pasal 5-7 dari Injil Matius biasanya disebut sebagai Kotbah Kristus di Bukit, berisi penyataan dari prinsip-prinsip kebenaran Allah dengan mana semua orang Kristen harus hidup oleh iman kepada Anak Allah, yaitu Yesus Kristus dan oleh kuasa Roh Kudus yang tingal di dalam diri kita. Semua orang yang menjadi anggota Kerajaan Allah harus lapar dan haus akan kebenaran yang diajarkan dalam Kotbah Kristus itu.

Dalam Matius 5 : 20 Yesus membandingkan penegakan kebenaran versi ahli Taurat dan orang Farisi dengan kebenaran murid-murid-Nya. Karena para pemuka agama Yahudi ini hanya melakukan hukum Taurat sebatas perilaku yang terlihat, sementara hati mereka jauh dari memahami dan menghayati esensi Taurat. Itulah yang membuat hukum Taurat hanya semata-mata peraturan yang kaku, tidak berperasaan, bahkan mati! Seharusnya Taurat sebagai standar perilaku umat Tuhan. Yesus membuktikan itu melalui hidup-Nya yang sempurna melakukan Taurat

3 Kriteria Kebenaran :

1. Ortodioxia (jalan yang lurus): memiliki, membaca dan menghafal Taurat (Alkitab).

2. Ortopraxia (mempraktikkan apa yang ada di Taurat/Alkitab): melakukan semua yang ada di Taurat/Alkitab namun sebagai tuntutan hukum Taurat.

3. Ortolatria (memiliki keintiman dengan Tuhan dalam iman dan kasih)

Dari ketiga hal di atas, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi baru melakukan no. 1 dan 2. Mereka belum sampai kepada memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan (Ortolatria).

Hidup Keagamaan Ahli Taurat dalam Orang Farisi

Kebenaran orang Farisi dan ahli Taurat hanya bersifat lahiriah. Mereka menaati banyak peraturan, berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, membaca Firman Allah, dan menghadiri kebaktian.Tetapi, tindakan lahiriah tersebut tidak didasari atas sikap hati yang benar.

1.Melakukan semua ritual keagamaan supaya dilihat orang

2.Menjalankan ibadah karena tuntutan hukum Taurat–bukan karena mengasihiAllah

3.Mencari kehormatan dari manusia, bukan perkenanan Allah

Hidup Keagamaan Orang Percaya :

1.Yesus mengatakan bahwa kebenaran yang dikehendaki Allah dari orang percaya adalah lebihbenardaripada apa yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi

2.Semua tindakan kita harus didasari atas tindakan rohani, bukan sekedar tindakan lahiriah, harus selaras dengan kehendak Allah dalam iman dan kasih

HIDUP DALAM KEBENARA ADALAH MENJADI PELAKU FIRMAN

1 Korintus 10 : 31b ... lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Sasaran utama dari kehiduan orang percaya ialah menyenangkan hati Tuhan dan menjungjung tinggi kemuliaan-Nya.

Kita menghormati Tuhan dengan ketaatan, ucapan syukur, ketergantungan dengan-Nya, doa, iman dan kesetiaan. Ketetapn ini harus menjadi pedoman utama kehidupan kita, tuntunan bagi perilaku kita, dan ujian bagi tindakan kita.

Rangkuman Gembala CK7 :

Sesuai dengan Matius 5 : 20, untuk bisa masuk kedalam kerajaan sorga, maka hidup keagamaan kita harus lebih benar dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Untuk itu 3 Kriteria ini harus kita miliki :

1. Alkitab kita miliki dan kuasai (Ortodoxia)

2.Mempraktikkan apa yang kita kuasai (Ortopraxia)

3. Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dalam penyembahan (Ortolatria)

Dua hal di atas sudah dilakukan oleh Ahli Taurat dan orang Farisi; kekurangannya adalah mereka belum memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Oleh sebab itu kalau kita ingin lebih benar dari mereka maka kita harus selalu intim dengan Tuhan.

Seperti Tuhan Yesus memilih para murid dari latar belakang sekuler (nelayan, pemungut cukai dll), demikian juga Tuhan memilih kita untuk melakukan pelayanan yang Dia percayakan kepada kita. Saudara yang aktif di sekuler akan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Yang penting Saudara harus melakukan penyembahan dalam keintiman dengan Tuhan.

CK7 mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk menyediakan sarana supaya jemaat memiliki keintiman dengan Tuhan yaitu melalui Doa Fajar dan Menara Doa. Pergunakanah itu semua supaya Saudara memiliki keintiman dengan Tuhan dan masuk kerajan sorga

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email