• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Randy Djunaidi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Penyembahan dilakukan seumur hidup kita, harus terus dijaga dan juga direfresh agar tidak keluar jalur ataupun kehilangan esensinya, terutama ketika kita terdistraksi dengan berubahnya situasi bisa karena pandemi Covid-19, keadaan ekonomi, pola hidup, marketplace ataupun gereja.

Perlu diingat bahwa worship is more than just a song. Worship itu 24/7 (24 jam setiap hari), bukan hanya dilakukan saat ibadah kita menyanyi, memuji dan menyembah Tuhan, tetapi ketika selesai ibadah kita harus mempertanggungjawabkan seluruh kehidupan kita di hadapan Tuhan sebagai persembahan yang hidup dan berkenan.Worship bukan tentang apakah kita merasakan sensasi, tetapi lebih kepada apakah kita mengenal siapa yang kita sembah. How is your relationship level with God? Tuhanlah yang menentukan bukan kita, Dialah yang memeriksa apakah kehidupan kita ini berkenan di hadapan-Nya. Oleh karena itu, Tuhan menghendaki ada hubungan yang mesra terjalin antara kita dengan Dia yang kita sembah, inilah yang disebut Intimacy atau keintiman dengan Tuhan. Berbicara soal keintiman dengan Tuhan yang tidak kelihatan sesungguhnya bukan hal yang mudah untuk dilakukan, sebab Dia yang harus menjadi center atau pusat dari segala penyembahan yang kita lakukan.

Kolose 1 : 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Semua berpusat di Tuhan, dan tahukah kita bahwa the center of His heart, pusat dari hati-Nya adalah KITA. Buktinya bisa dilihat dalam Yohanes 3 : 16.

Pertanyaannya adalah apakah Tuhan sudah menjadi pusat dari kehidupan kita, apakah hubungan kita dengan Tuhan sudah ada dalam level intim, apakah kita hidup untuk mengenal Dia, kuasa-Nya, penderitaan-Nya.

Filipi 3 : 10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Pengenalan -> Keintiman -> Penyembahan (Proskuneo)

Worship membutuhkan keintiman dan awal mula sebuah keintiman adalah pengenalan. Tanpa keintiman maka penyembahan yang sesungguhnya yang Tuhan inginkan akan susah untuk dilakukan.

Worship = Proskuneo = to kiss, like a dog that kiss his master. Apakah dalam setiap ibadah yang kita lakukan baik ibadah live streaming hari Minggu ataupun ibadah-ibadah lainnya kita hanya seperti berkaraoke massal, hanya sekedar bernyanyi, ataukah kita ada dalam hadirat-Nya? Penyembahan itu bagaikan kita mencium Dia. Mencium itu jaraknya dekat, up close, muka dengan muka, personal, dan kita hanya mencium orang yang kita kenal. Keintiman dunia karakteristiknya dekat secara fisik/jarak, hubungan sex, pegang tangan, ciuman, dll. Tetapi Tuhan yang kita sembah adalah roh, jadi keintiman yang dimaksud adalah spiritual intimacy.

Hubungan yang terjalin dengan keintiman, maka :

- Tidak bisa jauh, selalu rindu meskipun kita tidak bisa melihat Tuhan.

- Dalam segala hal selalu bersama baik suka ataupun benci.

- Jika menyakiti berarti kita merasakan sakit juga.

- Cepat sadar ketika melakukan hal yang salah, seperti menyimpan dendam, kepahitan.

- Suka berdoa, memuji dan menyembah, suka pengetahuan tentang Tuhan. Hadirat-Nya seperti Home.

- Melayani Tuhan sebagai cara kita memberi, karena intim memiliki tendesi mau memberi.

- Rela berkorban dan bayar harga.

Where are your intimacy level? Kenapa ada orang-orang lebih diberkati, apakah Tuhan pilih kasih ?

Ada orang yang mengalami Mazmur 91 dalam hidupnya, tetapi ada yang hanya mengalami setengahnya saja bahkan ada yang tidak mengalaminya sama sekali. Kuncinya ada di ayat 14 yaitu melekat keintiman.

Mazmur 91 : 14 Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Janji dalam Mazmur 91 itu bukan hal yang main-main, tapi janji tersebut bukan buat orang yang main-main. Mazmur 91 itu hanya untuk orang-orang yang melekat kepada Tuhan, artinya intim sama Tuhan. Orang yang intim tidak akan mudah complain saat mengalami cobaan, tidak mudah menangis saat ada masalah, mereka tetap mencari Tuhan. Ketika mendapakan berkat akan mengembalikannya untuk membangun rumah Tuhan, saat disakiti tetap melakukan perbuatan baik.

1. Intimacy is Privat – Keintiman itu Privat

Mazmur 91 : 1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi ……….

Orang yang duduk dalam lindungan Tuhan menunjukkan keadaan berdua sama Tuhan, hanya bergantung sama perlindungan Tuhan saja, berhadapan 1 on 1 sama Tuhan. Inilah yang namanya privacy.

Matius 6 : 6 Tetapi jika engkau berdoa (mau bangun hubungan), masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Ibadah, cool, seminar, bukan sesuatu yang privat, tetapi kita berkumpul bersama merayakan keagungan Tuhan. Jadi di jam-jam ibadah service yang diadakan termasuk sekarang tidak bisa dibilang kita mau intim sama Tuhan, karena kita tidak bisa berduaan saja dengan Tuhan, ada orang-orang lain, ada acaranya, tidak privat, tapi publik. Cool bagus, dofar bagus, ibadah raya bagus, tapi itu bukan tempat intim sama Tuhan. Sifatnya harus personal atau pribadi untuk kita, hanya 2 arah dan 2 pribadi, tidak bisa 3 karena pasti ada masalah. Makanya jika ada pribadi ke-3 yang namanya berhala maka keintiman akan menjadi rusak.

Keintiman tidak bisa didapatkan di tengah-tengah keramaian. Keintiman didapatkan di tengah-tengah keteduhan, face to face, alone, without distraction. Hubungan tidak bisa dibangun berdasarkan apa kata orang tentang Tuhan, ataupun menurut kesaksian orang.

2. Intimacy Requires Communication – Keintiman Membutuhkan Komunikasi

Mazmur 91 : 2 akan berkata kepada Tuhan : Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.Akan berkata kepada Tuhan menandakan mulainya komunikasi, dan kita tahu sepanjang Mazmur 91 itu seperti percakapan antara 2 orang, Tuhan dan Daud yang mempunyai hubungan intim. Tuhan mau berbicara kepada kita jauh lebih daripada kita mau berbicara kepada-Nya. So come to him, in prayers, jangan hanya pakai list, datang ke Tuhan dengan puji-pujian tapi harus ada waktu untuk mendengar.

"What do You want from me?" – "Apa yang Kau inginkan dari saya?"

"Where do You want to take me?" – "Kemana Kau akan bawa saya?"

"In what area you want me to be better?" – "Di area mana Kau ingin saya jadi lebih baik?"

"How are you feeling about me, my family, my community?" – Bagaimana perasaaan-Mu tentang saya, keluarga saya, komunitas saya?"

"Is there anything i need to do for my church?" – Apakah ada yang perlu saya lakukan untuk gereja saya?"

Jangan karena tidak mendengar jadi berhenti, dibutuhkan privasi, siapa tahu kita yang "bising", dibutuhkan waktu, oleh karena itu jangan berhenti sampai bisa.

3. Intimacy Takes Time - Keintiman Membutuhkan Waktu

Mazmur 91 : 1 …….. dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.

Bermalam itu memberikan arti waktu, sepanjang malam bersama Tuhan. Sebab sesuatu yang instan akan hilang dengan cepat. Waktu dapat membuat hubungan menjadi mature.

Mengenal manusia saja membutuhkan waktu apalagi mengenal Tuhan yang merupakan pencipta manusia, pasti membutuhkan waktu dan itu seumur hidup.

4. Intimacy Requires Mature Trust – Keintiman Membutuhkan Kepercayaan yang Dewasa

Mazmur 91 : 2 akan berkata kepada Tuhan : "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."Relationship membutuhkan kepercayaan. To build intimacy, is to learn to trust. The greater the trust, the deeper the relationship.

Mudah untuk menyembah saat keadaan baik-baik saja, namun ketika ada sesuatu yang impossible atau mustahil apakah kita masih berkata "I trust You no matter what" – "Saya percaya Tuhan apapun yang terjadi." If i need to go through it, let you will be done, because i trust you, Jesus Christ. Hal ini yang kita pelajari dari kehidupan Esther, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Abraham, dan Tuhan Yesus sendiri.

Immature trust - i know my God is able, He will save me, because He is good.

Mature trust - but even if he didn't, i will worship God and not gonna worship anything else, because i cannot live without him.

Tuhan ingin mencari penyembah yang memiliki hubungan yang intim dengan Dia.

Rangkuman Gembala CK7 :

Hari ini kita belajar mengenai Heart of Worship bagian yang ke-2, lebih kepada membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, hidup melekat kepada Tuhan.

Penyembahan tidak hanya dilakukan saat ibadah melainkan ketika selesai ibadah kita harus terus mempraktekkan penyembahan lewat seluruh kehidupan kita.

Pengenalan -> Keintiman -> Penyembahan (Proskuneo)

Worship membutuhkan keintiman dan awal mula sebuah keintiman adalah pengenalan. Tanpa keintiman maka penyembahan yang sesungguhnya yang Tuhan inginkan akan susah untuk dilakukan. Keintiman berbicara mengenai hidup yang melekat kepada Tuhan.

Mazmur 91 : 1-2 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

1. Intimacy is Privat – Keintiman itu Privat. Hubungan yang intim terjalin lewat dua arah.

2. Intimacy Requires Communication – Keintiman Membutuhkan Komunikasi.

3. Intimacy Takes Time – Keintiman Membutuhkan Waktu.

4. Intimacy Requires Mature Trust – Keintiman Membutuhkan Kepercayaan yang Dewasa. Percaya yang dewasa menunjukkan bahwa kita tetap percaya kepada Tuhan walau apapun yang terjadi. Hal ini dapat kita pelajari dari kehidupan Esther, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Abraham, dan Tuhan Yesus sendiri.

Pusat penyembahan kita harus Tuhan Yesus, pertanyaannya adalah apakah Tuhan sudah menjadi pusat dari kehidupan kita ?

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email