• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Randy Djunaidi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Di masa seperti sekarang ini, Tuhan melihat dan menyelidiki isi hati kita, sebab Dia ingin mengubah hati kita. Terutama saat kita sedang menyembah. Worship atau penyembahan itu adalah benar-benar intim dengan Tuhan.

Kita makhluk yang diciptakan untuk menyembah. Created to worship. Kalau kita tidak menyembah Tuhan, pasti menyembah sesuatu lain yang mungkin tidak benar. Sadarkah, natur atau sifat alamiah kita sebagai manusia akan selalu mencari objek penyembahan. Karena itu, WORSHIP atau penyembahan harus diarahkan kepada objek yang benar, yaitu Tuhan sendiri. Worship adalah mengarahkan hati kita kepada Tuhan yang benar. Jadi, bukan sekadar lagu-lagu pujian. Mari kembalikan hati kita kepada Bapa, supaya Ia memulihkan keadaan kita.

Kejadian 8 : 19 - 21 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan."

Mezbah zaman dulu seperti fasilitas untuk melakukan persembahan. Nah, fasilitas kita saat ini adalah ibadah online, bersyukurlah dengan fasilitas yang ada ! Jangan sia-siakan ibadah-ibadah atau acara-acara yang disediakan gereja, sebab itu merupakan sebuah keuntungan juga. Dan walau fasilitas beda, tetapi esensi penyembahan selalu sama, yaitu worship bukan sekadar lampu-lampu sorot di dalam gedung, layar lebar di depan, mengangkat tangan, dan lain-lain.

Sebab seperti halnya dalam ayat bacaan di atas, tidak disebutkan tentang nyanyian. Memang sewaktu ada nyanyian, kita dibantu untuk menghadap tahkta Tuhan, tetapi worship itu lebih tentang Tuhan, kita harus menyembah Dia terlebih dulu, dan sikap kita mesti benar.

Jika worship hanya menyanyi, maka orang-orang bisa melakukannya. Demikian juga tentang doa, orang munafik pun bisa berdoa. Nah, kalau worship itu kaitannya hanya dengan menyanyi, maka pengamen juga ada yang menyanyikan lagu rohani. Banyak kita mungkin terlihat menitikkan air mata, tetapi hanya Tuhan & kita yang tahu isi hati kita. Nyanyian & pujian adalah bagian dari worship, tetapi sebenarnya worship bukanlah tentang kita, melainkan Tuhan.

Banyak orang pun mungkin menghapal lagu rohani. Kalau kita hapal lagu rohani, menyembah pun akan lebih cepat mengerti, sebab isi teks lagu-lagu rohani membantu kita menggambarkan tentang Tuhan.

WHAT IS WORSHIP (Apa Arti Menyembah) ?

• WORTH Ship :

Dalam seluruh aspek kehidupan, menunjukkan atau memperlihatkan value atau nilai dari yang kita sembah. Worship bukan tentang kita ataupun menyenangkan kita, melainkan menunjukkan value Tuhan melalui kita.

• (bahasa Ibrani) Shachah :

To bow down atau membungkuk sampai ke tanah, merendahkan diri menghormati yang kita sembah jauh lebih tinggi daripada kita. Objek penyembahannya ialah Tuhan.

• (bahasa Yunani) Proskuneo :

mencium ataupun menjilat sebuah objek sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian. Tubuh, sikap hati, pikiran mencerminkan Tuhan yang kita sembah.

Jadi, mempraktikkan hal di atas atau menyembah bukan hanya saat Doa Fajar, melainkan 24 jam sehari alias setiap momen dalam keseharian kita, apa pun yang kita lakukan mencerminkan sikap hati yang menyembah Tuhan. Esensi dari penyembahan :

1. Siapa / Apa yang Disembah. Apakah engkau MENGENAL Tuhan Allahmu ? Siapa yang engkau sembah saat ini ?

Bayangkan, kalau diizinkan bertemu RI 1 atau Presiden Jokowi, akankah kita bersikap dan berkata sembarangan ? Tentu tidak. Jika kita saja seperti demikian terhadap manusia, bagaimana dengan Tuhan yang adalah Pencipta dan terus-menerus melindungi kita ? Perlihatkanlah sikap hati yang baik dan mata yang tertuju hanya kepada-Nya.

Nuh mengenal, bahkan bergaul dengan Tuhan, Allahnya. Mengenal Tuhan adalah MELAKUKAN seluruh perintah-Nya untuk MENGALAMI Tuhan. Tanpa melakukan Firman-Nya, kita akan sulit mengalami Tuhan dan mengerti maksud kehendak-Nya. Siapa yang kita sembah akan menentukan bagaimana kita memperlakukan siapa yang kita sembah.

Kejadian 6 : 9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Yohanes 4 : 22 - 23 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

2. Siapa yang Menyembah

Kejadian 6 : 9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Sekalipun kita dapat memuji dan menyembah, tetapi kalau di luar jam ibadah saja kita tidak takut dan gentar akan Tuhan, mungkin kita belum mengerti betul apa arti penyembahan. Masihkah ada orang yang takut akan Tuhan di zaman pandemi COVID-19 ataupun krisis ekonomi saat ini ? Jangan-jangan kita lebih takut pada virus COVID-19 ataupun krisis ekonomi lebih daripada kepada Tuhan sendiri. Mengapa harus takut kepada Allah adalah supaya fokus kita hanyalah pada Tuhan, bukannya ke kiri-kanan. Inti sederhananya, di manapun kita berada, kita takut akan Tuhan. Sebab Tuhan ada di mana-mana (Omnipresent). Justru saat tidak ada seorang pun di samping kita, di situlah kita one on one atau berhadap-hadapan dengan Tuhan.

3. Apa Persembahannya

- Tuhanlah yang menentukan apa yang dipersembahkan

- Ada persembahan yang diterima dan tidak diterima

- Akan ada respons Tuhan untuk setiap persembahan yang benar

- Persembahan yang benar akan membawa hasil kepada si penyembah

Roma 12 : 1 - 2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Di dalam penyembahan yang benar, ada kurban yang diberikan :

- Bukan persembahan, melainkan kurban pujian / perkataan (Ibrani 13 : 15)

- Bukan persembahan, melainkan kurban uang / materi

- Bukan persembahan, melainkan kurban seluruh tubuh (kita adalah persembahan yang hidup atau a living sacrifice)

Ibrani 13 : 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Seandainya kita benar-benar mengerti arti dari menyembah dan mau melakukannya, kiranya Tuhan akan memulihkan dan menghentikan pandemi saat ini, ataupun Dia melindungi kita semuanya karena kita hidup berkenan kepada-Nya.

Rangkuman Gembala CK7 :

Ibrani 6 : 7 - 8Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

• anah = kita umat Tuhan yang ke Doa Fajar

• Air hujan = firman Tuhan setiap Senin sampai Sabtu

Jika kita mau mengerjakan firman Tuhan, maka kelak akan menghasilkan sesuatu yang berguna dan menjadi berkat. Pertanyaannya, maukah kita melakukannya atau tidak ? Apakah hanya akan masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri ?

Ingat selalu siapa yang kita sembah, yaitu Tuhan sendiri ! Jika kita saja takut kepada Jokowi, apalagi seharusnya kepada Tuhan yang notabene dapat kapan saja mengambil nyawa atau napas hidup kita.

Mungkin banyak gereja belum mengerti arti dari penyembahan. Kiranya gereja kita menjadi 'bengkel' yang mengubah dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, dari yang tidak melakukan menjadi mau melakukan, supaya kerohanian kita dapat bertumbuh. Itulah esensi dan tujuan sebenarnya sebuah gereja. Gereja yang benar adalah mengubah kita yang tidak benar di hadapan Tuhan menjadi benar di hadapan-Nya.

Maka itu, setiap hari kita pasti melakukan penyembahan. Masuklah juga dan miliki kesempatan untuk menyembah melalui Menara Doa. Dan merupakan suatu tamparan keras bagi kita jika masih menyembah dengan tidur-tiduran ataupun sikap lainnya yang tidak mencerminkan atau menunjukkan menyenbah Tuhan.

Saya pun belum sempurna, tetapi saya mau belajar sesuatu tentang penyembahan yang benar, maka saya mau mengubah sikap hati sewaktu menyembah dan berkonsentrasi hanya kepada Tuhan yang kita sembah. Ingatlah, siapa yang kita sembah.

Pengamen bisa saja menyanyi lagu rohani, tetapi tujuannya adalah menerima uang saja. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita betul-betul, tanpa motivasi apa pun, kita hanya ingin menyembah Tuhan ?

Setiap kita yang mau memberi persembahan keada Tuhan, pasti akan ada kurban persembahan, dan persembahan yang sejati ialah mempersembahan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kepada Tuhan dan tidak hitung-hitungan terhadap materi kita dengan Tuhan. Tujuan gereja CK7 ialah supaya kerohanian kita semua mengalami pertumbuhan, dan puji Tuhan jika masih ada makanan rohani yang keras, supaya kita memiliki pancaindera rohani untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email