• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Lily Sulistyo
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 4, Ibadah Raya 5
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 25 Juli 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Kita masih ingat, diakhir 2019, terjadi wabah pandemi pertama kali di Wuhan, China. Waktu itu, mungkin kita masih tenang, merasa mungkin takkan terjadi di Indonesia. Namun, Maret 2020 COVID-19 mulai memasuki negeri ini. Walau tak terlalu banyak yang terinfeksi serta yang mengalaminya menjadi sembuh, namun lambat laun seiring berjalannya waktu, makin banyak yang mengalami dan tingkat kematian begitu tinggi. 

Banyak orang bertanya-tanya mengapa bisa terjadi seperti ini. Setiap tempat pun mulai terjangkiti. Kenyataan pahit mulai menampar kehidupan kita. Orang-orang dihinggapi rasa panik, takut, kalut serta khawatir. Ditambah orang-orang yang belum percaya akan adanya virus Covid tersebut, bahkan acuh tak acuh.

Perubahan signifikan pun mulai merambah dan menjungkirbalikkan sektor-sektor kehidupan sehari-hari. Belum lagi berita-berita simpang siur maupun hoaks, sehingga sulit menentukan manakah yang benar maupun yang salah. Dan lebih banyak kegiatan dilakukan secara daring atau online.

Tentu kita bertanya-tanya, sampai kapan kejadian ini berlalu. Tetapi, tak ada yang tahu. Nah, apa yang Tuhan ingin kita lakukan di tengah-tengah masa ketidakpastian seperti sekarang ini ?

Mazmur 126 : 1 – 6 Pengharapan di tengah-tengah penderitaan--Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Ketika itu, bangsa Israel ditawan selama 70 tahun oleh bangsa Babel, yang pasti penuh penderitaan, airmata serta ketidakpastian, suram dan memprihatinkan. Namun, mereka diingatkan, walau sedang mengalami masa tidak mengenakkan, ingatlah bahwa jika dahulu Tuhan pernah campur tangan, Tuhan masih sanggup menolong. Setiap kali Ia campur tangan, akan ada turun tanganilahi-Nya yang menguasai dan menyertai.

Seberapa buruk dan setidak mungkin apa pun keadaannya, Tuhan sanggup memulihkan.

Namun, banyak orang mungkin salah fokus, yaitu pada berita hoaks, merasa takut, panik, khawatir berlebihan, stres hingga depresi. Sedangkan, fokus yang benar ialah mengarahkan pandangan kembali ke Tuhan, sebab hanyaIa yang sanggup memulihkan keadaan kita melalui intervensi ilahi.

Jika kita ingat bagaimana Tuhan telah menolong dan memulihkan keadaan kita di masa lalu, kita pun masih bisa dengan penuh percaya bahwa Ia akan menyertai kita menghadapi masa yang akan datang.

• LIHATLAH KEBAIKAN TUHAN DI MASA LALU

Mungkin kita tidak bisa membayangkan bahwa Ia sanggup mengubahkan, karena merasa keadaan ini begitu buruk dan mustahil berubah. Mungkin kita sudah berdoa, berpuasa, menanti begitu lama, dan mencucurkan air mata. Tetapi, kita harus sadar dan ingat, kuasa-Nya tidak terbatas! Ia mampu melakukan hal-hal yang lebih dari apa pun yang bisa kita pikirkan, harapkan bahkan doakan. Tuhan peduli setiap anak-anak-Nya. Apa pun ketidakpastian yang kita hadapi dan "jalan buntu"yang kita alami, ingatlah kebaikan-kebaikan-Nya. Sebagaimana Ia sanggup menolong dan membebaskan hamba-hamba-Nya dimasa lampau, Ia masih sanggup melakukannya di masa-masa sekarang. 

Efesus 3 : 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

• PERCAYALAH TUHAN DAPAT MENGUBAHKAN DUKACITA MENJADI SUKACITA

Lihatlah keadaan bangsa Israel yang tertawan oleh Babel berikut ini.

Mazmur 137 : 1 – 4 Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?

Namun, ketika Ia mengubahkan keadaan, terjadi sesuatu yang dahsyat, Ia pun sanggup mengubahkan dukacita menjadi sukacita, air mata ganti penuh tawa. Sebab apakah yang terlalu sulit bagi Tuhan dan tidak bisa dilakukan atau diatasi-Nya. Lihatlah yang dialami Sara. Sewaktu kita mengalami keadaan yang rasanya mustahil, seakan-akan tak mungkin berubah, peganglah janji-janji Tuhan dalam firman-Nya.

Kejadian 21 : 6 Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."

Mamzur 30 : 12 – 13 Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

• TUHAN MASIH SANGGUP MELAKUKAN LAGI APA YANG IA PERNAH PERBUAT

Mazmur 42 : 1 – 4 Kerinduan kepada Allah--Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku hauskepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.

Ia Allah yang baik. Namun, sering kali dalam keadaan susah, kita merasa sulit melihat kebaikan-kebaikan-Nya, karena kita cuma berfokus pada situasi yang ada dan tidak pernah mengingat yang pernah Ia lakukan dalam hidup kita. Padahal, Ia mau kita tetap percaya serta berjalan bersama-Nya.

Situasi dalam kehidupan boleh berubah. Gelombang keadaan datang silih berganti. Banyak sekali pergumulan serta tak ada yang sanggup kita perbuat. Tetapi yakinlah, kita tidak akan pernah ditinggalkan-Nya sendirian. Tuhan masih pegang kendali. Berserah dan berharaplah pada-Nya. Jika dahulu Ia pernah menolong, Ia masih terlebih sanggup untuk menolong kita. Tetaplah berdoa memohon campur tangan-Nya dalam hidup kita dan orang-orang yang kita kasihi. Ia mendengarkan doa, menampung air mata, dan mengerti pergumulan kita.

Setelah Ia menolong, janganlah menyia-nyiakan lagi waktu bahkan napas kehidupan kita. Jadilah teguh, kuat dalam Dia, mencari wajah-Nya lebih sungguh-sungguh, dan mengandalkan Dia dalam setiap perkara. Sebab ada pengharapan yang pasti di dalam Tuhan. 

DUA HAL YANG MESTI KITA LAKUKAN UNTUK MEMPEROLEH PERUBAHAN YANG BAIK:

• Jangan Pernah Berhenti Berdoa

Karena doa kita penuh kuasa. Mungkin kita sedang dalam keadaan yang membuat tak berdaya, dan hanya sanggup berdoa dalam hati, tetapi yakinlah doa orang benar besar kuasanya. Mungkin keadaan kita pun seperti berada di tengah "tanah kering" atau "padang pasir",  tetapi Tuhan sanggup memulihkan keadaan kita tepat serta indah pada waktunya.

• Kerjakan Prinsip Tabur-Tuai

Selain berdoa, kita mesti mengerjakan prinsip ini, yaitu tabur-tuai. Artinya, mungkin dalam perjalanan iman, kita menabur dengan air mata, maka pada waktunya kita akan menuai dengan sukacita. Libatkanlah Tuhan dalam perjalanan iman, akan ada campur tangan serta kerja sama dengan-Nya. Ambillah langkah iman. Taburlah benih, yaitu kasih serta pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan, supaya ada panen atau tuaian dalam kehidupan kita. Tetaplah taat dan setia melewati ujian-ujian iman. Janganlah pernah menyerah. Sebab kemenangan, kesembuhan, pemulihan akan terjadi. Dan tiada yang mustahil bagi Tuhan.

Di tengah-tengah keadaan tak pasti, penderitaan serta pergumulan maupun cucuran air mata, ketahuilah selalu ada pengharapan bersama Tuhan Yesus. Percayalah, Ia berkuasa serta memegang kendali penuh atas kehidupan.Kita ada dalam hati-Nya, pikiran, rencana dan tangan-Nya. Ia mengenali dan peduli pada kita. Tangan-Nya yang penuh kasih sanggup menopang, menolongdan memulihkan. Ada pengharapan di tengah ketidakpastian. Teruslah berjalan dalam iman.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email