• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Marcos Tampubolon, SE
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Awal dari rusaknya hubungan manusia dengan Tuhan yaitu ketika Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa. Tuhan kemudian turun tangan sendiri datang ke dalam dunia hanya untuk memulihkan hubungan manusia dengan diri-Nya. Oleh karena itu Kekristenan bukan sekedar agama, karena Tuhan yang turun mencari manusia. Tuhan bukan saja bertujuan membawa kita ke surga, namun juga menciptakan surga di bumi.

Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. (Mat. 8:1-3)

Sakit kusta adalah penyakit paling parah pada waktu itu dan tidak bisa disembuhkan. Maka ketika orang yang sakit kusta ini datang kepada Tuhan dan berkata "Tuan, jika Tuan mau".

Banyak dari kita memiliki pemikiran bahwa Tuhan belum tentu mau menyembuhkan ketika kita sakit. Si kusta di ayat diatas yakin bahwa Tuhan mampu menyembuhkan dia, namun dia tidak yakin Tuhan mau menyembuhkan dia. Kenyataan yang terjadi Yesus tergerak ketika melihat orang sakit kusta ini dan menyembuhkan orang sakit itu.

Kata "mau" dekat dengan yang namanya standar. Tidak mudah bagi orang yang mampu untuk mau melakukan. Banyak orang yang tergerak namun tidak mau bergerak. Kasih Tuhan lebih kuat dari kuasa Tuhan. Banyak orang berkutat dalam kasih Tuhan, namun tidak memikirkan kuasa Tuhan. Standar dari Tuhan adalah kasihnya yang melampaui dosa dan kesalahan kita, bahkan sampai rela mati di kayu salib.

Yang menghambat kita mengalami keindahan Tuhan (mengalami surga di bumi) salah satunya adalah rasa curiga dengan Tuhan. Rasa curiga adalah proteksi diri yang berlebihan dalam diri kita.

Contoh rasa kecurigaan dengan Tuhan

  1. Tuhan tidak peduli dengan hidup kita.
  2. Contoh dalam Firman Tuhan adalah ketika badai datang dan murid sampai berpikir bahwa Yesus tidak peduli dengan mereka. Adanya badai bukan berarti Tuhan tidak berada dengan kita, namun kita terlalu fokus dengan badai tersebut. Ketika kita berada dalam badai kehidupan, datang berteriaklah dan berdoa kepada Tuhan. Jangan samakan standar yang kita alami dengan manusia dengan standarnya Tuhan

  3. Tuhan menahan berkat terbaiknya.
  4. Contoh dalam Firman Tuhan adalah buah di dalam Taman Eden yang tidak boleh dimakan. Ada orang yang berkata keadaan mereka sekarang tidak dapat dirubah lagi, namun percayalah Tuhan mempunyai rencana bagi kita di masa depan.

  5. Tuhan mengejar kesalahan kita.
  6. Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. (Mik.7:18-19)

    Ketika kita berbuat kesalahan, kita berpikir bahwa Tuhan sudah menunggu kita berbuat dosa dan siap menghukum kita, sehingga kita menjauh dari Tuhan. Berapa dari kita yang masih berpikir bahwa kesalahan kita sudah dihapus, namun kita masih saja merasa bersalah sehingga menjauh dari Tuhan. Kalau kita mengalami kasih seperti ayat diatas, kita tidak akan melakukan dosa lagi. Tuhan ingin memberikan yang terbaik, maka jangan ingat-ingat lagi akan kesalahan kita.

    Rasa curiga hanya akan dapat dikalahkan dengan rasa percaya. Buanglah rasa curiga dan percayalah kepada Tuhan. Rasa curiga bertumbuh di tempat gelap, oleh karena itu diperlukan terang yaitu Yesus Kristus.

    dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yoh. 8:32)

    Maksud mengetahui kebenaran disini adalah kita harus mengerti akan Firman Tuhan. Ketika kita mengetahui Firman Tuhan, kita akan merasa aman dan tidak curiga. Hubungan dengan Tuhan akan tercipta salah satunya dengan cara mengerti akan Firman Tuhan.

Persembahan

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email