• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th
  • 04 Oktober 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Apakah kita mau menyerah, atau akankah kita tetap setia? Hal ini memang adalah sebuah pilihan, namun juga merupakan suatu pengingat atau alarm bagi kita semua agar waspada. Jangan sampai kita berada dalam titik jenuh yang menjadi masalah serius bagi kita. Sebab situasi hari-hari ini cukup mencekam & kita tidak bisa mengubahnya, tetapi kita berusaha terus beradaptasi untuk segala hal.

Kalau bicara tentang memilih antara menyerah atau menjadi setia, ini memang sebuah keputusan dalam hidup kita. Kita akan belajar dari konteks Kejadian 6 : 1 – 9 : 28 yang terdapat bagian-bagian penting untuk kita pelajari.

Kejadian 6 : 6 – 8 Maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Kejadian 6 : 9 – 12 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Kita tidak dapat menghindar dari yang namanya masalah. Masalah akan selalu ada. Di dalam konteks yang dialami Nuh, yaitu Allah menciptakan manusia, tetapi Ia juga menyesalinya karena manusia hidup begitu rusak di bumi pada waktu itu sehingga Ia tidak melihat ada sesuatu yang baik, kecuali Nuh yang menerima kasih karunia-Nya.

FAKTA & REALITAS ZAMAN NUH :

Keadaan Bumi (Kej. 6 : 11 – 12), yaitu rusak, penuh kekerasan, moral hancur. Hampir seperti keadaan-keadaan yang terjadi hari ini yang makin lama semakin mengkhawatirkan. Orang-orang dikuasai sifat yang rusak

Nuh (Kej. 6 : 8 – 9), yakni mendapat kasih karunia Tuhan, orang benar & tidak bercela, bergaul dengan Allah. Kata 'bergaul' berarti berjalan bersama dengan Allah. Kiranya kita adalah Nuh-Nuh di zaman ini yang menerima kasih karunia Allah, diperbarui & dibenarkan-Nya sehingga hidup kita tetap dalam koreksi-Nya di tengah-tengah dunia yang tidak jelas serta keadaan yang tak dapat diprediksi oleh siapa pun. Milikilah keyakinan tersebut supaya cara pandang kita terhadap segala sesuatu menjadi berbeda & hidup kita setiap hari semakin menyenangkan hati Tuhan

Allah (Kej. 6 : 6 – 7), Ia menyesal & akan menghapuskan semua ciptaan-Nya. Jangan sampai Allah pun menyesal dalam kehidupan kita saat-saat ini. Manusia memang bukan robot, karena di dalam diri kita semua ada kehendak bebas. Apalagi sebelum kita mengenal Kristus, kita melakukan kehendak bebas itu seenak hati tanpa perasaan bersalah. Namun, setelah kita mengenal-Nya, sebenarnya kehendak bebas itu punya nilai & bobot dalam selalu melakukannya sesuai peraturan Tuhan

Kita sedang ada dalam suatu fase yang Tuhan izinkan, mau tidak mau harus kita jalani dengan baik & jangan menyerah sama sekali dalam keadaan sekarang ini. Kita harus bisa menerimanya serta mendeklarasikan bahwa kita adalah Nuh-Nuh zaman ini.

Hari-hari ini, lihatlah segala sesuatu secara jernih serta penuh kehati-hatian. Jangan cepat memutuskan sesuatu tanpa bertanya-tanya terlebih dulu pada Tuhan. Dan walau kita berada di zaman & generasi modern, tetapi kita bisa belajar dari tindakan yang dilakukan Nuh. TINDAKAN-TINDAKAN NUH :

1) Percaya, namun tidak melihat (Kej. 7 : 4). Nuh belum pernah melihat adanya hujan. Jadi, tidak mudah untuk percaya & bangun bahtera. Kita pun tidak bisa meneropong apa yang akan terjadi di depan, tetapi kita mesti percaya bahwa apa yang kita pegang lewat firman-Nya pasti terjadi. Ia pelihara, lindungi, jagai kita. Kalau kita tidak pegang janji-Nya, kita jadi tidak percaya lagi tentang apa yang pernah Tuhan katakan dalam firman-Nya yang telah sekian lama kita dengarkan serta percayai. Kalau kita pegang firman Tuhan, kita makin kuat. Apa yang Nuh lakukan adalah suatu langkah iman karena ia tahu Allah yang memberikan perintah adalah Allah yang layak untuk dipercaya. Allah kita, Yesus Kristus adalah Allah yang tidak pernah berdusta ataupun mengingkari janji-Nya. Ia setia pada kita karena Ia tidak mampu mengingkari diri-Nya (2 Tim. 2 : 13). Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia & memberikan hati-Nya bagi kita. Jika kita tidak percaya, kehidupan rohani kita akan mengalami degradasi iman, menyerah, dan tidak bisa setia.

2) Taat mengikuti seluruh perintah Tuhan. Taat bersifat momentum atau tepat. Allah memberi perintah ke Nuh sesuai ukuran-ukuran tertentu. Nuh bisa menaatinya berdasar karena ia telah menerima kasih karunia Tuhan. Seseorang yang telah menerima kasih karunia & dibenarkan oleh-Nya, seharunya tidak akan "mengeyel" (keras kepala, maunya sendiri, tidak percaya) terhadap firman-Nya. Walau banyak orang mencibir & menganggap Nuh gila waktu itu, bahkan keluarga mungkin mempertanyakan, ia tetap taat, setia. Demikian juga yang kita alami hari-hari ini, mungkin Tuhan telah memberi hikmat sehingga keputusan-keputusan yang kita ambil dalam bisnis ataupun pelayanan merupakan keputusan yang tepat. Jika kita sensitif mendengar suara Tuhan lewat firman, itu penting untuk panduan atau kompas dalam hidup kita di tengah krisis hari-hari ini agar kita punya persekutuan atau pergaulan erat dengan Tuhan. Karena ketika kita bergaul & berjalan secara erat dengan Alah, Ia akan memberikan hikmat, sehingga kita taat dengan perintah-Nya untuk tugas-tugas yang diberikan Tuhan, maka kita tidak pernah sedikit pun tidak taat atau tidak melakukannya. Ketaatan Nuh sangat konsisten. Orang yang taat dengan kebenaran firman Tuhan & menikmati kebaikan-Nya, tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Nya dalam kondisi apa pun. Ada cara-cara Tuhan untuk membuka pemikiran sehingga hikmat Allah selalu dalam hidup kita untuk memutuskan segala sesuatu.

3) Setia mengikuti seluruh perintah Tuhan. Seolah-olah mungkin Tuhan jauh, tidak menjawab doa, dan meninggalkan, tetapi sebenarnya itu hanya perasaan kita yang berada dalam emosi berlebihan. Perlu pemberesan supaya ada koneksi yang baik dengan Tuhan. Nuh taat & setia mengikuti perintah Tuhan secara berkesinambungan. Bukan hanya di satu saat, tetapi di lain waktu pun tetap setia menjalankan perintah Tuhan. Kemampuan kita untuk taat dan setia harus dari kesadaran bahwa telah begitu banyak kita rasakan pemeliharan, perlindungan dan kasih setia Tuhan. Kalau kita taat & setia pada firman-Nya, Tuhan akan memberikan kekuatan.

4) Bertanggung jawab terhadap perintah Tuhan. Karena Nuh yakin pada perintah Tuhan, maka ia bertanggung jawab pada keputusannya yang menjadi berkat bagi banyak orang.

TINDAKAN-TINDAKAN ALLAH :

• Melakukan perjanjian dengan Nuh secara pribadi

• Menyelamatkan Nuh & keluarga serta binatang

• Melindungi Nuh & keluarga serta binatang

• Tidak akan ada lagi air bah

• Memberkati Nuh & keluarganya

Janganlah satu pun di antara kita yang menyerah ataupun putus asa hari-hari ini. Ada maksud Tuhan dalam segalanya. Tetaplah taat dan setia supaya Dia memberkati dan akan mengerjakan sesuatu yang besar dalam hidup kita.

Lihatlah kondisi saat ini dan perlu waktu berdiam diri dengan Allah. Mintalah hikmat-Nya senantiasa dalam segala tindakan serta keputusan. Sensitif dalam mendengar suara Tuhan melalui firman-Nya, bukan orang-orang atau berita-berita, sehingga Ia berbicara khusus kepada kita. Tetap taat & setia menunggu waktu Tuhan dalam segala situasi. Dan selalu bersyukurlah dalam segala hal, jangan lagi bersungut-sungut.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email