• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Keselamatan dan kekekalan kaitannya begitu kuat menyatu, sampai kita dapat  mengambil keputusan dengan berkata saya percaya, saya menerima Engkau, Yesus sampai kepada kekekalan.

Pertanyaannya, berakhir di kekekalan yang bagimana ? Berakhir pada kekal penghukuman atau kehidupan kekal ?

Matius 25 : 46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.

Matius 7 : 13 - 14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.

Langkah-langkahnya, sebagai berikut :

1. Masuklah - Bagaimana kita mengikut Yesus adalah keputusan. 

Mari renungkan bahwa saat kita membuat keputusan di hari kita memilih, merupakan keputusan kepada kekekalan. Sejauh mana kita rela untuk masuk. Apakah Anda siap ?

2. Pintu yang sempit dan sesak - bicara tentang apakah kita mempraktekkan iman dalam sepanjang hidup kita. Sebab hanya anugrah-Nya semata melalui iman kepada TUHAN Yesus kita bisa melewati pintu yang sempit itu. Apakah Anda melatih iman setiap waktu di hidupmu ?

Gambaran pintu sesak dan sempit, seperti pada masa saat perang pasukan Israel mencari dan masuk ke tempat yang sempit untuk bersembunyi dengan tanpa membawa apapun.

Juga tentang hal pintu kota akan dilewati orang terhormat lalu mereka akan disambut, namun pembantu mereka akan masuk pintu yang sempit dengan merunduk sambil membawa barang mereka. Artinya kita akan masuk suatu pintu menuju satu jalan.

Untuk masuk jalan kekekalan harus meliwati pintu yang sempit, disitu ada banyak hal yang harus ditanggalkan, artinya kita akan menanggalkan hal-hal yang tidak perlu.

Di pintu sempit ini kita 'practising our daily life' memang tidak mudah, pada masa seperti ini apakah kita menampilkan kehidupan kekeristenan kita agar banyak orang dapat menemukan jalan hidup kekal.

Bagaimana dalam kehidupan saat ini, seorang Kristen menghargai anugrah-Nya yang bernilai kekal.

Hanya ada dua macam pintu yaitu pintu lebar (glorius) atau pintu yang sempit. Di dalam 'Practising our daily life', juga harus mau menyediakan waktu dan sikap terbaik kepada Tuhan.

3. Sedikit Orang - Kasihilah sesamamu.

Hidup dengan orang yang dekat dengan kita harus practising our daily life juga, yaitu untuk berbagi hidup menuju ke kekalan. Apakah Anda siap menderita bagi mereka ?

Roma 8 : 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

"Who can really be faithful in great things if he has not learned to be faithful in the things of daily life" (Dietric Bonheffer)

Mari periksa 'our daily life' kita agar dapat masuk melalui pintu sempit dan menjadi bagian orang yang sedikit itu.

Rangkuman oleh Pdp. Willy Santoso, BSc :

Kita diingatkan tujuan kita hidup di bumi ini. Sebelum Tuhan Yesus pergi meninggalkan muridNya sudah mengatakan "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." (Yohanes 14 : 2). 

Itulah sebabnya Ia pergi dan akan kembali menjemput kita. Bagi kita yang sudah mendapatkan keselamatan, jagalah jangan sampai kehilangan keselamatan. 

Pagi kita diingatkan tentang :

1. Pintu yang sempit artinya kita tidak bisa masuk dengan beban-beban kita. Tidak bisa masuk kalau kita tetap meninggikan diri kita. Bila kita masuk pintu sempit itu, harus tinggalkan beban seperti di dalam Galatia 5 : 19 - 21, "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."

2. Jadilah pelaku firman yang sungguh-sungguh, bukan dilakukan secara formalitas. Saat kita melakukan kehendak-Nya dengan sugguh-sungguh bukan seperti di Matius 7 : 21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan ! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." 

3. Dalam penggembalaan yang ada didalam gereja ini dapat menjadikan kita bagian dari bilangan 'sedikit orang' itu untuk berjalan menuju ke kehidupan kekal.

Lalu kita menjadi berkat bagi orang lain agar lebih banyak orang masuk dalam bilangan tersebut.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email