• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Eradi P. Tjandra, BBCM, MProDev, Dip. Min
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

No one can destroy iron, but its own rust can. Likewise, no one can destroy a person but one's own mindset can !" (Tidak ada seorang pun yang bisa menghancurkan besi tetapi karatnya sendiri. Begitu juga tidak ada yang bisa menghancurkan hidup seseorang tetapi cara berpikirnya bisa). Untuk itu kita harus menjaga pikiran kita, hal ini sangat penting sebab menjadi aset yang sangat penting. Our mind is our greatest asset (pikiran kita adalah aset terbesar yang kita miliki).

Jika kita tidak bisa menjaga pikiran kita, maka kerohanian kita tidak akan bertumbuh dan mengalami kecemasan setiap waktu. Pikiran kita adalah medan peperangan rohani.

The battle ground – perjuangan kita

2 Korintus 10 : 4 - 5 Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.

Semua orang Kristen berada dalam peperangan rohani dan apa yang menguasai pikiran kita akan menentukan apakah kita menang atau kalah.

Dengan memakai kata "Kubu atau benteng-benteng" Paulus berbicara mengenai asumsi, pemikiran, argumen yang melawan pengenalan akan Allah. Ini adalah peperangan di pikiran kita dan Firman Tuhan ajarkan kita harus merubuhkan kubu atau benteng ini.

Benteng pemikiran yang salah bisa berupa beberapa hal :

• Pemikiran duniawi yang dibangun atas keangkuhan manusia. Contoh: hedonisme, narsisme, materialisme, ateisme, dll.

• Sikap pribadi kita yang dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran negative. Contoh: kecemasan, kekhawatiran, iri, mencari perhatian/persetujuan orang lain, rasa bersalah yang berlebihan, rasa tidak aman.

Take captive – Menawan (Yun: aichmalotizo – mengontrol, menaklukan, menundukan).

Obidient – menaklukan (Yun: hupakoe – membawanya dalam penundukan, membawanya dalam kendali)

Protecting Our Mind – Key 1 :

Hidup di dalam terang

1 Yohanes 1 : 6 - 7 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

• Hidup dalam terang adalah hidup dalam Firman Tuhan (pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita).

• Hidup dalam terang adalah memiliki hati nurani kita yang murni (conscience).

• Hidup dalam terang adalah hidup dalam pergaulan kita (selalu positip dan berdampak).

Protecting Our Mind – Key 2 :

Otoritas Kuasa Hukum

Matius 28 : 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."

Yakobus 4 : 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu !

Kolose 3 : 17 …, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus telah memberikan kepada setiap orang percaya kuasa untuk menaklukkan segala tipu muslihat iblis dan kuasa untuk melakukan kebenaran.

Protecting Our Mind – Key 3 :

Perkatakan Firman Tuhan

Matius 4 : 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Cara menghidupi Firman Tuhan : Baca – Renungkan – Bagikan/Perkatakan.

Sebelum memakai Firman Tuhan, harus merenungkannya terlebih dahulu untuk mendapatkan logos dan rhema.

Efesus 6 : 17 ... pedang Roh, yaitu firman Allah (rhema)

Setiap kali intimidasi, kekuatiaran, kecemasan, ketakutan datang menyerang pikiran kita, maka perkatakan Firman Tuhan untuk mematahkan setiap tipu muslihatnya.

Protecting our mind key 4 :

Bahasa roh sebagai bahasa doa.

1 Korintus 14 : 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

1 Korintus 14 : 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

1 Korintus 14: 14 - 15 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat ? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.

Dengan berdoa dalam bahasa roh, kita membangun iman dan rohani kita, memberi dampak yang besar dalam peperangan rohani serta membawa kita masuk dalam persekutuan yang indah dengan Tuhan.

Rangkuman Pdt. Robert Purwadi, SE SPd :

Korintus adalah kota metropolitan, kota yang maju. Jemaat Tuhan memiliki karunia yang luar biasa. Jemaat Korintus dalam menjalani hidupnya selalu mengandalkan kekuatan dan pemikirannya sendiri. Kegagalan mereka adalah menyelaraskan pikiran mereka dengan kehendak Allah. Karena itu Rasul Paulus menasihati jemaat Korontus dan juga gereja Tuhan sekarang ini; jika kita mau menjadi pemenang, maka kita harus menahklukan pikiran kita dalam terang Firman Allah, hiduplah dalam otoritas Firman Allah, perkatakan Firman Allah yang penuh kuasa dan berdoa dalam bahasa roh. Amin.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email