• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdm. Grace Elizabeth Suhadi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Saat ini kondisi yang terjadi dan kita alami bagaikan badai yang datang secara tiba-tiba tanpa kita pikirkan atau kira sama sekali, sama seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus saat menghadapi angin sakal di danau Galilea. Kehidupan manusia sesungguhnya tidak pernah lepas dari masalah, badai berupa masalah atau persoalan hidup bisa saja datang tiba-tiba, namun sebagai murid Yesus kita mau belajar hendaknya kita tidak fokus kepada masalah melainkan fokus hanya kepada Yesus.

Matius 14 : 22 - 27 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru : "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka : "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Setelah memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ekor ikan, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk menyeberang, sedangkan Dia sendiri mengambil waktu untuk berdoa seorang diri. Sementara itu di tengah pelayaran, perahu murid-murid diombang-ambingkan oleh angin sakal. Angin sakal adalah angin ribut yang datang secara tiba-tiba, tanpa gejala awal. Hal ini jelas sangat mengancam keselamatan mereka, dan di saat seperti inilah Yesus muncul dan menolong mereka dengan berjalan di atas air.

Kondisi yang sama membuat kita seperti berada dalam gelombang yang besar, ditimpa angin sakal yang dapat membuat kapal kehidupan kita hampir tenggelam. Tidak menyangka semua akan terjadi, tiba-tiba terjadi melanda membuat rasa takut, kuatir, dan kebingungan yang besar. Namun ada kabar baik, ada Tuhan Yesus yang ada bersama-sama dengan kita, Dia yang akan menolong kita.

1. Yesus tahu persis persoalan manusia

Yesus tahu ketika murid-murid menghadapi gelombang dan angin sakal, dan Dia segera muncul. Saat itu Yesus berada di bukit sedangkan murid-murid-Nya berada di danau Galilea, ketika murid-murid-Nya mengalami badai, Yesus datang dan menolong.

Kepanikan sering kita alami saat mengalami masalah, namun satu hal yang kita perlu pahami bahwa Yesus mengetahui setiap masalah dan pergumulan yang kita alami. Percayalah bahwa Dia akan segera menolong.

2. Yesus menolong tepat pada waktunya

Kisah lain dalam Alkitab mengenai Yesus menolong tepat waktu bisa dilihat pada kisah Lazarus yang sakit, mati dan kemudian dibangkitkan oleh Yesus. Yesus terkesan terlambat, namun Dia tepat waktu sesuai waktunya Tuhan bukan waktu manusia.

Ketika Lazarus masih sakit, Marta dan Maria telah memberi kabar kepada Yesus (Yohanes 11 : 3). Namun, setelah mendengar itu Yesus malah sengaja menunda kedatangan-Nya selama dua hari (Yohanes 11 : 6) dan setelah itu Dia datang tetapi Lazarus sudah empat hari dikubur (Yohanes 11 : 17).

Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan, Dia selalu datang tepat pada waktu-Nya. Ada satu hal yang harus kita lakukan yaitu belajar untuk percaya dan mengandalkan Tuhan saja, sehingga lewat masalah yang ada kita dapat belajar banyak hal dan menjadi dewasa rohani.

Yohanes 11 : 15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.

3. Yesus adalah Penolong yang berada di atas persoalan

Tapi, mengapa Dia perlu berjalan di atas air ? Bukankah kalau Dia mau Dia bisa langsung berada di atas perahu ? Atau bisa saja Dia menenangkan dari jauh danau yang sedang bergelora itu.

Yesus berjalan di atas air sebab ada makna simbolis yang Yesus hendak tunjukkan kepada murid-murid, bukan unjuk kekuasaan atau pamer. Ingat, bahwa yang menjadi ancaman bagi murid-murid adalah gelombang itu. Dengan berjalan di atas air Yesus ingin berkata bahwa segala persoalan, tantangan, ancaman dan ketakutan hanya berada di bawah telapak kaki Yesus. 

Lihatlah pada Yesus bukan pada badai. Yesus pernah menjadi manusia sejati, kaki-Nya pernah menapaki bukit-bukit dan lembah Palestina, hati-Nya pernah dijamah oleh kesedihan-kesedihan dan kelemahan-kelemahan manusia, itulah sebabnya Dia juga dapat mengerti dan menjadi sahabat bagi kita yang susah dan sedih.

Yesus tahu semua persoalan kita, saat kita dalam persoalan, pergumulan, kesedihan, ketakutan, atau kesakitan. Dia mengerti kegalauan hati kita, Dia yang b erdaulat penuh bai katas masalah yang terjadi maupun untuk pertolongan-Nya, Dia berkata : "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!", oleh sebab itu berserulah pada-Nya dan fokus kepada-Nya. Pesan firman Tuhan :

1. Apapun dan bagaimanapun besarnya persoalan Anda, ingatlah bahwa semuanya itu hanya berada di bawah telapak kaki Yesus.

2. Kalau memandang persoalan maka persoalan itu kelihatan sangat besar, namun kalau kita memandang kepada Yesus maka semua persoalan menjadi kecil.

3. Ketahanan kita terhadap masalah tergantung pada ke mana mata kita diarahkan.

4. Yesus adalah penolong, Yesus menolong tepat waktu, Yesus berada di atas persoalan, oleh karena itu tetaplah percaya dan berdoa sebab Yesus berkata : "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Amsal 18 : 10 Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :

Manakala terpukul oleh ombak kehidupan, kita mungkin tergoda untuk menyerah pada keputusasaan. Namun jika kita mau melihat "sang Kapten" yang berkuasa dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya (Mazmur 37 : 5), kita akan menemukan damai di tengah "badai." Kita dapat mempercayai Dia untuk membawa kita melewati badai kehidupan.

Jadi, bila badai berikutnya datang, bergabunglah dengan para pemazmur yang memuji kuasa dan keagungan Allah yang mengagumkan itu. Dan, lihatlah Allah ada di tengah badai itu.

Kalau kita percaya kepada pilot pesawat terbang, seharusnya kita lebih percaya lagi kepada Yesus, sang pemilik kehidupan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email