• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Lily Sulistyo
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 23 Agustus 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Hari-hari ini, banyak sekali orang yang dilanda keputusasaan, terutama akibat COVID-19, virus yang sangat kecil, tetapi membuat dampak besar. Banyak segi kehidupan terkena dampaknya, seperti keuangan, pekerjaan, keluarga, kesehatan dan lainnya sehingga mereka frustrasi, putus asa, akhirnya mencari jalan pintas yang salah.

Apakah kita sanggup untuk bangkit dan keluar dari keputusasaan? Keputusasaan itu adalah masalah dan bisa saja dialami oleh siapa pun dan apa pun latar belakang kita. Namun, Tuhan sanggup memberi terobosan hidup bagi setiap kita.

Talenta, kekayaan, kerupawanan tidak menjamin seseorang tidak akan mengalami keputusasaan. Banyak contoh merasa seakan-akan tak ada jalan keluar sehingga mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri.

Adolf Merckle memiliki kekayaan 9,2 juta dolar AS, tetapi investasinya mengalami kerugian 500 juta dolar sehingga stres, akhirnya ia memutuskan bunuh diri karena depresi, putus asa, dan tidak bisa menerima keadaannya. Banyak juga artis Korea (K-Pop), India (Bollywood) dan AS (Hollywood) yang bunuh diri. Begitu juga di kalangan rohani, beberapa tokoh yang baik pun mengambil keputusan mengakhiri hidup, dengan sengaja meninggalkan keluarga mereka.

Bunuh diri menduduki peringkat kedua yang menyebabkan kematian orang-orang berumur 10 – 34 tahun. Pada 2016, ada 1 kematian akibat bunuh diri setiap 40 detik, dan menurut perkiraan WHO, pada 2020 terjadi 1 kematian bunuh diri setiap 20 detik.

Di Alkitab Perjanjian Lama, nabi Elia meski diurapi serta dipakai oleh Tuhan secara luar biasa dan menyenangkan hati-Nya (1 Raja-raja 19), Elia pernah depresi, putus asa dan mau mati saja karena masalah yang dihadapinya. Daud yang berkenan di hati Tuhan serta sanggup mengalahkan Goliat pun pernah ketakutan, terintimidasi, depresi, frustrasi, putus asa, bahkan berpura-pura menjadi gila. Paulus yang menulis hampir sebagian besar isi Perjanjian Baru pernah mengatakan bahwa Tuhan memberinya duri dalam daging.

Di suatu titik dalam hidup kita, kadang kita dapat merasa lelah dengan segala masalah, keadaan ataupun situasi yang kita hadapi. Sebab tidak ada satu orang pun yang imun atau kebal terhadap masalah.

Pada abad 13, musibah Black Death yang hampir mirip pandemi saat ini memakan korban jutaan orang dan ada kefrustrasian di mana-mana. Pada 1918 - 1920, musibah Spanish Flu menyebabkan korban jutaan orang meninggal. Pembunuhan massal (holocaust), Perang Dunia I & II, maupun perang-perang lainnya pasti memakan banyak korban meninggal maupun penderitaan, depresi dan putus asa. Jadi, di mana-mana terjadi masalah, depresi, dan keputusasaan. Tetapi, kita punya Tuhan yang sanggup menolong. Nah, bagaimana kita dapat keluar dari keputusasaan?

1. REMEMBER WHO YOUR GOD IS (INGATLAH SIAPA TUHAN KITA). Ingat siapa Tuhan yang kita sembah, yaitu Tuhan yang luar biasa (Yesaya 43:1-7). Rencana-Nya tak pernah gagal. Ia Pencipta kita, menebus kita dari dosa serta maut, kita milik-Nya, Ia mengenal nama kita dan menyertai, kita berharga dan mulia di mata-Nya, kita adalah sasaran kasih-Nya. Apa pun situasi atau keadaan kita, karakter dan kasih Tuhan tidak pernah berubah. His faithfulness is greater than anything in this world (kasih setia-Nya lebih besar daripada apa pun di dunia ini).

Yesaya 49:16, "Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."

2. REMEMBER WHAT GOD CAN DO FOR YOU (INGATLAH APA YANG TUHAN DAPAT LAKUKAN BAGI KITA). Sering kali kita berkata percaya, tetapi apakah kita sungguh-sungguh mempercayai Dia? Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kalau kita tahu siapa Tuhan yang kita sembah serta tahu apa yang Tuhan sanggup lakukan, kita tidak akan mudah terjatuh dalam keputusasaan.

Mungkin kita sedang mengalami masalah besar di depan maupun masa lalu kita sehingga khawatir, panik, bertanya-tanya di manakah pertolongan Tuhan, dan merasa tak ada jalan keluar. Tetapi percayalah, Tuhan sanggup melakukan mukjizat bagi kita. Jika kita berjalan bersama-Nya, namun melihat ke kanan-kiri (tidak fokus), kita akan goyah, namun jika kita hanya berfokus kepada-Nya, pertolongan Tuhan tidak akan terlambat. Ia sanggup menguatkan dan memenuhi apa pun yang kita butuhkan.

Belajarlah dari sikap Daniel (Daniel 6:25-27) yang mau berlutut dan menyembah Tuhan yang membela kita. Kita bisa saja takut atau menghadapi masalah apa pun, tetapi janganlah berkompromi dengan Iblis yang selalu mencari-cari kesempatan dan ingin mencuri yang terbaik serta berharga dari hidup kita. Tuhan sanggup memakai siapa saja untuk menunjukkan kasih karunia kepada kita.

Daniel 6:25-27, "Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."

Kalau kita hidup benar di hadapan Tuhan, tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya untuk mengubah keadaan kita maupun menolong. Selalu ada tujuan Tuhan dibalik suatu krisis. Merupakan suatu kehormatan apabila kita mengalami sebuah krisis, sebab kita pun akan mengalami Tuhan dan kemenangan. Karena itu, milikilah respons yang benar seperti Yosua dan Kaleb sebab sangat menentukan masa depan kita (Bilangan 13). Situasi boleh sama, tetapi dengan respons yang berbeda, kita akan mempunyai dan mengalami hasil yang berbeda. Tuhan selalu pegang kendali. Apa pun yang terjadi, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya.

Roma 8:38-39, "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

3. ALLOW GOD TO KEEP WORKING THROUGH YOUR LIFE (IZINKAN TUHAN TERUS BEKERJA MELALUI HIDUPMU). Jangan pernah menyerah. Rancangan-Nya akan selalu digenapi dan membawa kebaikan.

Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kalau kita mengasihi Dia, Tuhan akan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Teruslah berjalan bersama dan percaya pada Tuhan. Jangan berhenti di tempat. Memang untuk terus berjalan, meskipun dalam rasa sakit akibat berbagai masalah, itu memang tidak mudah, tetapi Tuhan menciptakan emosi sebagai wake up call (peringatan) supaya bergantung dan mengandalkan Tuhan saja, bukan diri sendiri maupun orang lain.

Bertekunlah, jangan menyerah, dan terus mengizinkan Tuhan bekerja dalam hidupmu. Latih imanmu. Bertahanlah dalam iman karena akan menghasilkan buah-buah kemenangan yang luar biasa dalam hidup ini.

Matius 24:13, "Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."

Sewaktu menghadapi keputusasaan, ingatlah siapa Tuhan dan Bapa kita, apa yang dapat Ia lakukan bagi kita, dan izinkan Tuhan untuk terus bekerja melalui hidup kita. Ada jalan keluar dari keputusasaan. Jangan cari jalan pintas yang salah. Tuhan akan membuka jalan saat tak ada jalan. Biarkan Dia memegang tangan kita. Carilah jalan yang terindah dari Tuhan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email