• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Charlie Jeremiah
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

JANJI TUHAN KEPADA ABRAHAM

Kejadian 15 : 2 - 5 Abram menjawab: "Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 

Inilah janji Tuhan kepada Abraham, ketiia sudah tua dan belum punya anak.

HAGAR

Kejadian 16 1 - 2 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

Ini adalah tradisi di Timur Kuno dimana anak itu secara hukum akan dianggap sebagai anak Sarah, tugas Hagar adalah membesarkan "anak Sarah" dan sebagai budak harus mematuhinya.

KESALAHAN HAGAR

Kejadian 16 : 4 - 6 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; Tuhan kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau." Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.

Hagar mulai memandang rendah Sarai, nyonya-nya. Karena dari budak, Hagar merasa naik pangkat menjadi seorang "nyonya" karena dia berpikir bahwa dia mengandung anak perjanjian dari, Abraham tuannya.

PERJUMPAAN DENGAN TUHAN

Kejadian 16 : 8 - 12 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya. Selanjutnya kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.

Tuhan menyuruh Hagar kembali kepada Sarai, nyonya-nya, dan membiarkan dirinya ditindas. Hagar yang seorang Mesir, budak, namun dia mendapat janji dari Tuhan, bahwa Tuhan akan "membuat keturunannya menjadi sangat banyak".

Hagar menyebut Tuhan itu EL ROI, yaitu Tuhan yang melihat aku: melihat keadaanku, melihat penderitaanku, melihat masalahku.

KETAATAN DALAM IMAN

Kejadian 16 : 15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. 

Iman dan ketaatan harus berjalan bersamaan. Ketaatan tanpa iman, akan membuat kita mudah menyerah karena tidak punya pengharapan. Tetapi, iman tanpa ketaatan (perbuatan) tidak akan berkenan kepada Tuhan dan kita tidak akan mendapatkan sesuatu. 

Hagar taat kepada perintah Tuhan untuk kembali kepada rumah nyonya-nya dan ditindas di sana, sebab Hagar percaya bahwa Tuhan pasti akan menolongnya!

Kejadian 16 : 9 - 10, 14, Lalu kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.

Ketika Abraham mengusir mereka, bagaimanakah perasaan Hagar dan Ismail? Ismail pasti akan berpikir dan bertanya-tanya: mengapa ayahku menguir aku? Apa salahku sampai aku diusir?

HAGAR BERSERU KEPADA TUHAN

Kejadian 21 : 15-20 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Apapun yang terjadi, kita melihat bahwa Allah tetap menyertai Ismail.

APA YANG BISA KITA PELAJARI ?

1. Dengarkan suara Tuhan yang berbicara dalam situasi kita. 

Jangan menyalahkan Tuhan, tetapi kembalilah kepada kasih karunia Tuhan.

2. Akui kesalahan kita dalam menangani sesuatu yang telah terjadi dalam hidup kita.

Akuilah kesalahan kita, sebab mungkin saja kita mengambil keputusan yang salah di dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga dan hubungan kita. Jangan salahkan orang lain.

3. Mengampuni mereka yang menyakiti kita.

4. Taati petunjuk yang Tuhan berikan kepada kita.

Hagar percaya kepada Tuhan, walaupun Hagar akan ditindas oleh nyonya-nya. Ini artinya bahwa kita harus taat kepada Tuhan meskipun perintah-Nya tidak nyaman, namun tujuan Tuhan adalah untuk membentuk karakter kita.

5. Percayalah bahwa Tuhan yang melihat (El Roi) pasti datang untuk menyelamatkan kita.

Tuhan melihat keadaan hidup kita dan akan menolong kita. Kita tidak pernah sendiri.

Rangkuman Pdp. Willy Santosa, B.Sc (Plt. Gembala PRJ) :

Hagar adalah seorang Mesir, yang merupakan hadiah pemberian Firaun kepada Abraham dan Sarai, untuk menjadi budak. Sebagai budak, Hagar tidak memiliki hak dan tidak bisa bersuara. Sehingga ketika Hagar harus melayani Abraham, Hagar hanya taat dan tidak bisa menolak. Salah satu karakter Hagar adalah walaupun ditindas, Hagar tidak memberontak kepada majikannya. 

Dari pengalaman Hagar ini, kita melihat bahwa Tuhan adalah Allah yang selalu melihat anak-anak-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. 

Walaupun seorang budak, tetapi Hagar memiliki ketaatan, sehingga ketika Tuhan menjumpai Hagar yang diusir dan sendirian bersama Ismail, maka Tuhan tahu dan turut merasakan penderitaan Hagar. Ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan orang yang tertindas.

Jadi, apa pun kondisi yang terjadi, saat ditindas sekali pun, kita harus tetap fokus kepada Tuhan, intim dengan Tuhan dan belajar mendengar suara Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita dan tahu yang terbaik bagi kita.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email