• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Indarwanto Tarigan
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Latar belakang

• Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir dari Perjanjian Lama dan selama 400 tahun Tuhan tidak berbicara sampai munculnya Yohanes pembaptis.

• Kitab Maleakhi menyoroti kerusakan moral dan integritas para imam pelayan Tuhan, tujuan para imam dalam menyampaikan Firman hanya untuk menyenangkan telinga supaya mendapat keuntungan (ayat 1-10).

• Dampaknya kehidupan keluarga umat Tuhan rusak karena kawin cerai, sikap tidak hormat kepada Tuhan dan ibadah mereka hanya formalitas dan legalistic (taat hanya karena kewajiban atau hukum, dilakukan tanpa dasar kasih hanya cinta Tuhan).

• Di ayat 11 dikatakan Yehuda telah melakukan perbuatan keji, menajiskan tempat kudus Tuhan dengan menjadi suami bagi anak perempuan Allah asing

Dua dosa yang merusak pernikahan :

1. KAWIN CAMPUR

Maleakhi 2 : 11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi Tuhan dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.

Sebelum seseorang memutuskan untuk menikah, ayat ini harus menjadi perhatian mereka.

• Menikah dengan orang yang yang belum percaya atau tidak seiman akan menarik kita untuk melakukan dosa perzinahan dengan mengikuti dan menyembah Allah lain. Iman yang tidak sama akan menjadikan pernikahan mengalami banyak masalah. Pastikan pasangan Saudara adalah orang yang seiman dalam Kristus Yesus.

• Tujuan Tuhan melarang adalah supaya dari pernikahan akan lahir keturunan illahi (anak-anak yang takut Tuhan).

Dasar firman dalam Perjanjian Lama :

Keluaran 34 : 16 Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi isteri anak-anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzinah dengan mengikuti allah mereka, maka mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzinah dengan mengikuti allah mereka.

Ulangan 7 : 3 - 4 Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka Tuhan akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

Dasar firman dalam Perjanjian Baru :

Kolose 3 : 5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.

Penyembahan berhala bukan hanya kepada patung-patung atau dewa-dewa; ternyata perbuatan duniawi juga dikategorikan sebagai penyembahan berhala.

Galatia 5 : 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

1 Yohanes 2 : 3 - 4 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

2. Perceraian

Maleakhi 2 : 13 - 16 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah Tuhan dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUhan telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Jangan sampai ada perceraian dalam pernikahan orang percaya. Pengikat erat pernikahan Kristen adalah Mengasihi dan Menghormati (Efesus 5 : 22 - 25)

Dampak Dosa :

1. Keturunannya akan dilenyapkan

Maleakhi 2 : 11 - 12 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi Tuhan dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing. Biarlah Tuhan melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada Tuhan semesta alam!

2. Persembahan ditolak sekalipun dilakukan dengan airmata, tangisan dan rintihan

Maleakhi 2 : 1 & 3 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah Tuhan dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.

Kesimpulan Gembala CK7 :

• Menikah dengan orang yang belum percaya (belum seiman) akan membawa banyak masalah dalam hidup kita.

• Kasih, pengampunan dan pengorbanan Kristus adalah kunci menyelesaikan masalah dalam pernikahan; perceraian bukanlah solusi dalam pernikahan.

• Ketika dosa tidak diselesaikan dalam hidup kita maka apa yang kita persembahkan kepada Tuhan (doa, pujian, penyembahan dan pelayanan kita) hanya merupakan aktifitas rohani dihadapan Tuhan.

Rangkuman Gembala CK7:

Hari ini kita diingatkan tentang dosa yang bisa merusak pernikahan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama pandemi Covid-19 ini banyak perceraian terjadi, termasuk keluarga Kristen, sehingga angka perceraian meningkat tajam.

Banyak orang yang merusak pernikahan yang didasari atas kesalahan yang mereka perbuat. Ada 2 dosa yang harus kita perhatikan supaya tidak terjadi perceraian :

1. Kawin Campur, adalah pernikahan yang tidak seiman atau belum bener-benar percaya kepada Tuhan Yesus. Sejarah Israel di zaman Yosua, Tuhan telah mengingatkan sebelum mereka masuk Tanah Perjanjian jangan sekali-kali mengingini perempuan Kanaan (bangsa penyembah berhala), hal ini diperingatkan supaya jangan sampai orang Israel "kecantol" sama perempuan-perempuan asing yang tidak seiman dengan mereka. Sayang ada sebaian orang Israel yang tidak taat sehingga mereka terjerat menyembah berhala-berhala. Ini bahaya sekali.

2. Perceraian, dalam janji nikah yang diucapkan waktu kita diberkati adalah janji kita kepada Tuhan. Jangan menganggap enteng hal ini. Di hadapan Tuhan kita berjanji untuk mengasihi dan menghormati sampai maut memisahkan (Matius 19 : 6).

Dalam perceraian dua pihak (suami – istri) masing-masing memiliki andil melakukan kesalahan, walaupun bobot kesalahan tidak sama. Tidak ada yang benar secara mutlak, namun semua tetap memiliki kesalahan. Untuk itu pertahankan pernikahan Saudara; betapa indahnya jika suami iatri tetap bersatu. Ingat, Tuhan MEMBENCI PERCERAIAN (Maleakhi 2 : 16).

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email