• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Indarwanto Tarigan
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Perikop hari ini diambil dari Kisah Para Rasul 5 : 1 - 11, cerita mengenai Ananias dan Safira. 

Latar belakangnya mengisahkan dampak dari pencurahan Roh Kudus kepada para rasul dan jemaat mula-mula :

1. Terjadi banyak mujizat (ayat 12, 15, 16)

2. Terjadi kesatuan dalam jemaat. Mereka semua dengan satu hati/pikiran berkumpul di serambi Salomo

3. Ada Pemberitaan Injil dan Firman Tuhan, menyebabkan banyak orang bertobat dan gereja bertumbuh

4. Ada disiplin keras Tuhan terhadap dosa Ananias dan Safira

Hal keempat ini yang akan kita pelajari, mengenai disiplin keras yang dilakukan Tuhan terhadap dosa yang dilakukan oleh Ananias dan Safira.

Apa dosa Ananias dan Safira ? Mereka berdua (suami dan isteri) bersepakat mendustai Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 5 : 2 - 3 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata : "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu ?

Pelanggaran yang Ananias dan Safira lakukan :

1. Dengan sadar melakukan dosa, tanpa rasa bersalah

2. Berdusta kepada Roh Kudus Allah

Apa penyebabnya Ananias dan Safira berdusta ?

1. Tidak menjaga hati.

Kisah Para Rasul 5 : 3 - 4 Tetapi Petrus berkata : "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu ? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu ? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu ? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 

Amsal 4 : 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Markus 7 : 21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

Hati merupakan sumber kehidupan, dari dalam hati timbul segala keinginan. Oleh karena itu, jagalah hati agar hati kita dikuasai Roh Kudus sehingga tidak melakukan apa yang Ananias dan Safira lakukan.

2. Memiliki karakter/kebiasaan yang buruk dalam hal dusta, terlihat dari keberanian dan percaya diri meskipun berdusta di hadapan Tuhan dan hamba Tuhan tanda hati nurani mulai rusak.

Kisah Para Rasul 24 : 16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. 

Hati nurani yang rusak membuat kita ketika melakukan dosa merasa tidak bersalah bahkan merasa tidak melakukan dosa. Jagalah hati nurani kita murni dan tulus baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia.

3. Kurangnya pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya

Hosea  4 : 6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah

Ketika tidak mengenal Allah, maka kita dapat binasa. Pengenalan akan Tuhan membuat kita mengerti apa yang baik dan yang berkenan di hadapan Tuhan untuk dilakukan. 

Mengucap syukur kita berada di bawah penggembalaan di CK7. Penggembalaan yang dilakukan di CK7 melalui program-program gereja membuat jemaat Tuhan dapat mengenal Tuhan sehingga menjadi serupa dengan gambar Kristus.

Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, karena mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi.

Mengapa dusta merupakan dosa yang mematikan ?

1. Dosa terjadi pada waktu ada pergerakan Roh Kudus yang dahsyat sedang terjadi

2. Tuhan menunjukkan standart konsekuensi dosa

3. Tuhan mau mengajarkan bahwa Dia tidak bisa dipermainkan

Kesimpulan :

1. Suami adalah teladan isterinya, karena itu suami-suami harus meneladani Kristus yang menghidupi seluruh kebenaran dalam hidupnya

2. Jaga hati kita supaya iblis tidak masuk dan menguasai hati kita dan terhindar dari dosa yang mematikan

3. Berdusta adalah dosa di hadapan Tuhan dan upah dosa adalah maut

4. Menyatakan setengah kebenaran adalah dusta

Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :

Hari ini kita belajar tentang dimensi dosa yang kadang disepelekan atau tidak dianggap yaitu dusta. Dusta yang dilakukan merupakan dosa yang dapat mematikan, seperti kisah tentang Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5 : 1 - 11).

Kisah ini terjadi pada jemaat mula-mula ketika Petrus dipercaya Tuhan untuk menggembalakan orang-orang percaya, masa di mana Roh Kudus dicurahkan secara luar biasa. Kenapa Tuhan terkesan sangat kejam atas Ananias dan Safira untuk dosa dusta yang mereka lakukan. Hal ini disebabkan karena mereka berpura-pura menyerahkan seluruh hasil dari penjualan tanah mereka. Tuhan sangat menentang hal ini, oleh karena itu Tuhan mengajar dengan keras.

Dosa yang dilakukan oleh Ananias dan Safira sama dengan dosa yang dilakukan oleh Akhan sehingga membuat Yosua dan pasukannya kalah dari orang-orang Ai. Apa yang Ananias dan Safira serta Akhan lakukan membuat pergerakan gereja menjadi terhambat.

Serahkan persembahan kita dengan tulus hati, tanpa berpura-pura, sehingga berkenan di hadapan Tuhan.

Galatia 6 : 7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Pagi ini kita diingatkan untuk tidak melakukan dosa yang Ananias dan Safira lakukan. Jangan menjadi sesat dengan mempermainkan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat dipermainkan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email