• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Seberani apa kita berdoa ?
Ketika janji Tuhan digoyahkan oleh tipu muslihat dan himpitan hidup, sekuat apa kita percaya pada Tuhan ?

Kita belajar dari pengalaman Yosua dengan  bangsa Israel. Belajar dari dua kasus (situasi) yang Yosua alami. Setelah ia berhasil membawa bangsa Israel menyeberangi sunga Yordan menuju ke Tanah Kanaan, dengan mengalahkan Ai dan Yerikho, lalu saat berada di Sikhem didatangi oleh orang Hewi yang tinggal di daerah Gibeon. Mereka memuji Yosua dan Allah bangsa Israel dengan maksud menjebak Yosua untuk mengadakan perjanjian. 

Jebakan Gibeon.
Lalu orang-orang Israel mengambil bekal  orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan. Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat
perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.
Yosua terjebak dengan bangsa Gibeon dengan terikat perjanjian.

Hal ini menimbulkan  kemarahan musuh-musuh bangsa Gibeon, lalu bangkitlah mereka menyerang bangsa Gibeon.

Gempuran 5 Raja.
Yosua 10 : 4 - 5
Datanglah kepadaku dan bantulah aku, supaya kita menggempur Gibeon, karena telah mengadakan. Ikatan persahabatan dengan Yosua dan orang Israel. "lalu kelima raja orang Amori itu berkumpul dan bergerak maju: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon, mereka beserta seluruh tentara mereka. Mereka berkemah mengepung Gibeon dan berperang melawannya.

Lalu, hari itu terdengar doa seperti ini : "Matahari, berhentilah diatas Gibeon dan engkau, bulan, diatas lembah Ayalon !" (Yosua 10 : 13)

Artinya tidak pernah ada malam sepanjang hari itu, maka yang terjadi adalah siang hari terus.
 
Yosua 10 : 13 - 14
Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur ?Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. 
 
Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah Tuhan.

Bahwa Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian.

Perhatikan ini :
Mungkinkah Tuhan akan lakukan hal yang serupa itu bagi kita, mendengarkan permohonan seorang manusia ?

Kenapa Tuhan mau mendengarkan ?

1. Dia sendiri yang perintahkan kita untuk mencari Dia.

Mazmur 27 : 8 Hatiku mengikuti firman-Mu : Carilah wajah-Ku, maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan.

2. Dia sendiri yang menjamin.
Matius 21 : 22
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Yang perlu kita lakukan, yaitu :

- Tulus, doa tidak mengambil keuntungan

- Terus menerus, janganlah putus asa

- Dengan berani. Berani percaya bahwa apa yang kita minta benar akan terjadi

Alasan selain hal di atas untuk berdoa dengan berani, adalah Tuhan mengundang kita kepada-Nya, seperti tertulis didalam Ibrani 4 : 16, "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Tuhan Yesus Memberkati

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email