• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Randy Djunaidi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Hari ini kita belajar tentang pujian dan penyembahan (nyanyian dan musik).

Tidak semua orang Kristen dapat menyanyi sampai dimensi tanpa batas. Kalau saja dapat menyembah Tuhan tanpa mencari sensasi emosi, dan tanpa ada motivasi tersembunyi; maka akan terjadi impact yang luarbiasa liwat pujian dan penyembahan. Seperti Paulus dan Silas didalam penjara memuji dan menyembah lalu impact yang terjadi.

Quote :

By Understanding, Something Can Be Maximized  (Dengan mengerti, maka sesuatu bisa menjadi maksimal). 

Contoh : Bila Kol. Sanders (KFC) diberikan seekor ayam maka terjadi masa depan ayam yang berbeda. 

Orang Kristen bila mengerti tentang Pujian dan Penyembahan maka akan masuk dalam dimensi tanpa batas (membawa impact). 

Untuk mengerti tentang dimensi yang tanpa batas kita akan belajar melalui 3 raja berikut ini, yaitu : Israel, Yehuda, Edom vs Moab.

Moab menggambarkan tentang musuh kita, tantangan hidup (masalah financial, sakit penyakit, tembok-tembok yang menghalangi terobosan). Lalu, raja Israel, raja Yehuda dan raja Edom beraliansi untuk mengalahkan Moab.

2 Raja-raja 3 : 9 - 20 Maka berjalanlah raja Israel dan raja Yehuda dan raja Edom. Tetapi sesudah mereka berkeliling tujuh hari perjalanan jauhnya, maka tidak terdapat air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka.

Lalu berkatalah raja Israel: "Wahai, TUHAN telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!" Tetapi bertanyalah Yosafat: "Tidak adakah di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk Tuhan?" Lalu salah seorang pegawai raja Israel menjawab, katanya: "Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia."Berkatalah Yosafat: "Memang padanya ada firman TUHAN." Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa. 

Tetapi berkatalah Elisa kepada raja Israel: "Apakah urusanku dengan engkau? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan kepada para nabi ibumu." Jawab raja Israel kepadanya: "Jangan begitu, sebab Tuhan memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Moab!" Berkatalah Elisa: "Demi Tuhan semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu. [2 Tawarikh 7 : 16 berkata bahwa Yosafat hidup benar, tidak menyembah berhala] [akhir cerita maka mereka menang, untuk menang bahwa hidup benar itu mutlak]. Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi." Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan Tuhan meliputi dia. [Tuhan bertahta]. Kemudian berkatalah ia: "Beginilah firman Tuhan [Tuhan berbicara]: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, 

sebab beginilah firman Tuhan : Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum.

Dan itu pun adalah perkara ringan di mata Tuhan; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu. Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu dan segala kota pilihan; kamu akan menumbangkan segala pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu." 

Keesokan harinya ketika orang mempersembahkan korban, datanglah dengan tiba-tiba air dari arah Edom, lalu penuhlah negeri itu dengan air [Tuhan bekerja].

Ada 3 dimensi Pujian Penyembahan :

• Dimensi Tuhan bertahta atas pujian (ay.15).

• Dimensi Tuhan berbicara (ay.16). Saat mengangkat pujian masuk dalam dimensi Tuhan berbicara.

• Dimensi Tuhan bekerja (ay.20). Dimensi pujian ini yang harus kita capai, seperti Paulus dan Silas menyembah didalam penjara lalu sesuatu terjadi.

Paulus dan Silas

Kisah Para Rasul 16 : 23 - 25 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Akhir cerita setelah mereka memuji Tuhan maka terjadi gempa bumi, rantai-rantai terlepas, pintu-pintu penjara terbuka.

Penyembahan dalam konteks menyanyi, harus kita :

1. Menjaga mulut (Yakobis 3 : 9 - 10). Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 

Supaya pujian kita membawa berkat Hatus jaga mulut. Sebab ada kuasa dalam perkataan kita.

Belajarlah puasa berkata negative, keluarkan kata mengucap syukur.

2. Disengaja (Kisah Para Rasul 16 : 25)

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Bila saat Anda sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan, masuklah kamar dan kunci lalu mulai penyembahan ---> Penyembahan harus disengaja dan intensional. 

3. Ekspresif (Kisah Para Rasul 16 : 25)

Ekspresi adalah warna daripada pujian dan penyembahan. Mengapa pujian dan penyembahan harus penuh ekspresi, karena kita menyembah Tuhan yang hidup dan sudah menebus hidup kita. (dapat berlutut, melompat, mengangkat tangan). Saat menyembah tidak ekspresi maka itu merupakan penghinaan kepada Tuhan.

Banyak gereja melihat worship itu hanya acara, yang dibesarkan hanya performance. Namun pujian dan penyembahan kita harus keluar dari hati, karena penyembahan itu tentang siapa yang kita sembah. Worship itu adalah walau belum melihat sesuatu terjadi tetaplah melekat kepada Tuhan dengan terus Praise and Worship Him. Sebab didalam pujian dan  ada kuasa. Marilah setiap hari kita memuji dan menyembah Tuhan.

Rangkuman Plt. Gembala GBI PRJ Pdp. Willy Santoso, BSc :Hari ini kita diingatkan tentang Pujian dan Penyembahan tanpa batas. Didalam 2 Raja - Raja 3 mengkisahkan Tuhan menyertai tiga raja untuk maju berperang dengan Moab. Moab bicara tentang pergumulan.

Mereka tiga raja ini perlu tuntunan Tuhan melalui seorang nabi. Mereka memerlukan tuntunan Tuhan dengan mencari Elisa.

Ada 3 dimensi dalam penyembahan tanoa batas :

1. Tinggikan Tuhan

2. Tuhan bertahta

3. Tuhan berbicara dan memberi petunjuk

Saat Tuhan bertindak maka hal tidak mungkin menjadi mungkin.

Paulus dan Silas, hamba Tuhan yang sedang mengalami masalah, lalu mereka memuji dan menyembah Tuhan, dan Tuhan melepaskan mereka dari masalah.

Demikian pula kita, saat kita menambah kita harus jaga mulut, saat menyembah lakukan dengan sengaja, dan penuh ekspresi (fokuskan kepada Tuhan saja).

Saat itulah maka Tuhan bertahta, berbicara dan bertindak.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email