• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. JJ Simkoputera
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Ps. JJ Simkoputera
  • 22 November 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Di masa yang tidak pasti & berubah-ubah, di mana kita pun tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, fokus kita biasanya khawatir ataupun langsung memikirkan apa yang bisa membuat kita aman. Kita juga mungkin berpikir kekayaan atau harta akan mencukupi hidup kita serta memberi rasa aman, tetapi ternyata tidak seperti itu. Kita memang butuh uang & bekerja untuk menafkahi kehidupan kita, namun itu semua tidak akan pernah menjadi jawaban bagi kita, karena apa yang dunia tawarkan semua itu sifatnya hanya sementara.

Matius 6 : 19 – 21 Hal mengumpulkan harta—"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Di mana harta kita berada, maka di sana juga hati, fokus, prioritas hidup, serta seluruh energi kita berada. Tujuan hidup kita di bumi ini bukanlah semata-mata menjadi kaya raya. Walau Tuhan dapat memelihara & menjadikan kita kaya, namun sesungguhnya yang Tuhan rindukan terjadi dalam kehidupan kita adalah mengalami perjumpaan pribadi & memiliki hubungan pribadi dengan-Nya.

Billy Graham pernah berkata, "The Bible says that as long as we are here on Earth, we are strangers in a foreign land. There are enemies to be conquered before we return home. This world is not our home; our citizenship is in heaven. Heaven doesn't make this life less important; it makes it more important." (Alkitab mengatakan, selama kita berada di bumi ini, kita adalah orang asing di negeri yang asing. Ada musuh yang harus ditaklukkan sebelum kita kembali ke surga. Dunia ini bukanlah rumah kita; kewarganegaraan kita ada di surga. Surga tidak membuat kehidupan kita kurang penting, melainkan justru seharusnya membuatnya lebih berarti serta berdampak.)

Jadi, kita hidup bukan hanya untuk masa ini, tetapi masih ada kehidupan setelah kematian (afterlife). Karena itu, taruhlah pengharapan kita hari-hari ini hanya kepada Tuhan Yesus Kristus, bukan pada harta atau apa pun yang kita miliki. Sebab jika kita menaruhnya pada harta, kita pasti akan kecewa. Mari lihat perbedaan antara dua crazy rich atau orang yang sama-sama sangat kaya berikut ini, yaitu orang muda yang kaya dan Zakheus.

Lukas 18 : 18 – 23 Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah—Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu." Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.

Lukas 19 : 1 – 7 Zakheus —Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Orang muda yang kaya (Lukas 18:18-23) :

1.    BACKGROUND ATAU LATAR BELAKANG :

•    Orang kaya

•    Kepala atau pemimpin dari sinagoge (rumah ibadat orang Yahudi)

•    Penganut agama Yahudi 

•    Mengaku telah menjadi pelaku firman

•    Dihormati

2.    FOCUS ATAU FOKUSNYA PADA : Wealth atau kekayaan dan materi.

3.    RESPOND ATAU RESPONS : 

•    Kecewa karena tidak sesuai harapannya

•    Pergi dengan sedih

•    Sombong rohani

4.    RESULT ATAU HASILNYA : 

•    Kecewa

•    Kehilangan kehidupan yang kekal 

Zakheus (Lukas 19:1-10) :

1.    BACKGROUND ATAU LATAR BELAKANG :

•    Orang kaya

•    Kepala pemungut cukai

•    Dibenci sesama orang Yahudi 

•    Pengkhianat yang bekerja untuk bangsa Romawi

2.    FOCUS ATAU FOKUSNYA KEPADA : Yesus.

3.    RESPOND ATAU RESPONS : 

•    Ingin berjumpa dengan Yesus

•    Menerima dengan sukacita

•    Yesus lebih berharga daripada harta

4.    RESULT ATAU HASILNYA : 

•    Pertobatan

•    Keselamatan kekal

Ada tiga hal yang bisa kita pelajari ataupun observasi dari perbedaan kedua orang yang sama-sama sangat kaya (crazy rich) tersebut di atas :

I.    NEVER JUDGE SOMEONE BASED ON THEIR BACKGROUND (JANGAN PERNAH MENGHAKIMI ORANG LAIN BERDASARKAN DARI LATAR BELAKANGNYA). Jangan pula menilai ataupun menghakimi diri kita sendiri dari latar belakang maupun keadaan yang sedang kita alami saat ini, sebab sering kali situasi yang terjadi dapat mendikte iman kita, bahkan karena merasa sering gagal sehingga menjadi identitas kita apabila mengamini & mengiyakannya. Gaya hidup kita akan terefleksi sesuai pola pikir atau paradigma kita.

Jika hanya menilai latar belakang antara kedua contoh orang kaya di atas, sebenarnya tidak ada yang baik dari diri Zakheus. Bahkan, sebenarnya orang muda yang kaya jauh lebih baik. Kita pun sering kali hanya melihat seseorang dari keadaannya saat ini. Padahal, kita terbatas & tidak bisa melihat sepenuhnya potensi orang lain ataupun diri sendiri karena sering kali situasi & intimidasi yang mencengkeram kita. Bersyukurlah karena Tuhan Yesus datang bukan untuk menghakimi, melainkan menerima, menebus & menyelamatkan kita, bahkan Ia melihat potensi setiap kita. Jadi, janganlah mencoba jadi Tuhan (don't play God) & menghakimi orang-orang lain maupun diri sendiri. 

•    One season David was a shepherd, the next season he was a king. (Daud mulanya hanya seorang gembala domba, namun kemudian ia menjadi raja).

•    One season Ruth was working in the field, the next season she was owning the same field. (Rut pun pernah cuma pekerja di ladang, namun kemudian dia menjadi pemilik ladang tersebut).

•    One season Mordecai was sitting outside the king's palace, the next season he was inside the palace. (Mordekhai awalnya hanya berada di luar istana raja, namun kemudian ia menerima kehormatan berada di dalam istana).

Identitas sejati kita bukanlah apa kata dunia, melainkan apa kata Tuhan bagi hidup kita. Sebagai orang beriman, janganlah menghakimi orang lain ataupun diri sendiri. Earl Dibbles, Jr pernah berkata, "Sometimes the nicest people you meet are covered in tattoos & sometimes the most judgemental people you meet go to church on Sundays" (Terkadang orang-orang paling baik yang kita temui itu bisa saja badannya penuh tato, sedangkan kadang orang-orang yang suka menghakimi justru ialah mereka yang rajin ke gereja tiap Minggu).

II.    FOCUS ON THE ESSENTIALS (FOKUS PADA ESENSI YANG PALING PENTING). Fokus orang muda yang kaya tadi hanya pada kekayaannya. Sedangkan, Zakheus berfokus pada Yesus. Fokus berbicara mengenai tujuan atau goal. Kalau kita berfokus pada hal yang salah, maka pemikiran & perbuatan kita juga pasti salah. Apa yang kita fokuskan & pikirkan hari-hari ini ? Apakah hanya rasa aman dalam kekayaan dan uang ? Apakah depresi dan khawatir akan masa depan ?

Ibrani 13 : 5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Sering kali mungkin apa yang kita lihat tidak terjadi sesuai apa yang kita baca dalam firman, tetapi sewaktu kita mau berfokus kepada Tuhan, Ia akan menepati janji-Nya. Fokuslah hanya kepada Yesus supaya kita pun mampu mengucap syukur. Kita memang mesti tetap berusaha & bekerja, namun fokus serta pengharapan kita haruslah kepada Tuhan Yesus Kristus saja, bukan pada harta ataupun kekayaan.

Situasi serupa & pertemuan sama antara kedua crazy rich (orang kaya) di atas dengan Yesus, tetapi cara pandang mereka berbeda. Bagi Zakheus, Yesus adalah esensi (kekekalan), sedangkan bagi orang muda yang kaya, harta adalah sensasi (sementara). Esensi itu sama halnya fondasi sebuah bangunan yang walau mungkin tidak kelihatan, tetapi saat badai datang akan terlihat apa yang menjadi fondasi atau esensi hidup kita. Kejarlah esensi yang utama, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Letakkan pengharapan kita kepada-Nya, maka kita akan memiliki kehidupan yang aman di dalam Dia.

ESENSI :

•    Esensi berbicara tentang tujuan utama

•    Esensi menjawab 'the why factor' (motif kita sesungguhnya melakukan sesuatu)

•    Esensi tidak kelihatan

SENSASI :

•    Sensasi sekadar berbicara tentang emosi & tidak tahan lama

•    Sensasi banyak dicari orang karena sifatnya instan & dapat dinikmati secara emosi

•    Sensasi hanya berfokus pada 'external packaging' (tampilan luar) lebih daripada isinya

III.    RIGHT RESPOND EQUALS TO RIGHT RESULT (RESPONS YANG BENAR AKAN MENCIPTAKAN HASIL YANG BENAR). Kita tidak pernah bisa mengontrol apa yang ada di luar, tetapi satu hal yang bisa kita kendalikan ialah respons kita, terutama terhadap situasi yang akan ada di depan nanti. Respons Zakheus ingin berjumpa Yesus, menerima-Nya dengan sukacita dan mengutamakan Yesus lebih daripada hartanya. Sedangkan, respons orang muda yang kaya adalah menyombongkan perbuatan baiknya, tetapi justru meninggalkan Yesus & pergi dengan sedih karena menaruh segala pengharapan pada hartanya sebab ia sangat kaya.

Bagi Tuhan, yang terpenting untuk kita hari-hari ini adalah tetap tinggal dalam hadirat-Nya, fokus hanya kepada Dia dan mempunyai respons yang benar kepada-Nya karena Dialah segala-galanya dalam hidup kita. Seperti halnya Maria yang senang untuk duduk dekat kaki Tuhan saja, sementara Marta hanya sibuk dengan banyak perkara. Karena itu, sebagai orang-orang percaya dalam Tuhan & melayani Dia, berhati-hatilah karena kita cenderung melayani pekerjaan-Nya tanpa benar-benar mau melayani dan mengasihi Dia.

MELAYANI TUHAN (INTERNAL) :

•    Personal encounter (pray, praise and worship)

•    Closed Door atau di balik pintu 

•    Unseen atau sering kali tidak terlihat

•    Esensi

MELAYANI PEKERJAAN TUHAN (EKSTERNAL) :

•    Pengkhotbah, Worship Leader, singers, soundman, usher, parking ministry, dan lain-lain

•    Open Door atau di depan pintu

•    Seen atau sering kali banyak orang bisa melihat

•    Sensasi

Orang yang melayani Tuhan pasti akan melayani pekerjaan Tuhan, tetapi orang yang melayani pekerjaan Tuhan belum tentu akan melayani Tuhan. Mulai memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, respons kita pun harus dari apa yang kita alami bersama Tuhan. Sebab melayani pekerjaan-Nya bukanlah jaminan ataupun dasar, melainkan personal relationship with Him atau mengalami hubungan pribadi dan intim dengan-Nya adalah kunci yang utama. 

NOTHING IS IMPOSSIBLE WITH JESUS (TAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI YESUS). Jika kita mengandalkan kekuatan sendiri, maka kita akan merasa tidak mungkin. Tetapi, jika kita mengandalkan Tuhan, maka tidak ada yang mustahil bagi Dia. Jika saat ini pun kita masih mengutamakan kekayaan & bertanya-tanya masihkah ada pengharapan untuk bertobat dan berubah, jawabannya adalah ada, yaitu di dalam Tuhan dan tetap memandang kepada-Nya.

Lukas 18 : 26 – 27 Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email