• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

SESI I : CORONA VIRUS INFECTION

Banyak orang mungkin belum mengerti mengenai Corona Virius Infection, padahal sekarang sedang berjangkit sangat tinggi di Indonesia, khususnya di Jakarta. Mengapa disebut COVID-19 adalah dari Corona Virus Disease (penyakit akibat virus Corona) yang terjadi pada tahun 2019.

Kalau kita lihat update atau tren di dunia, sudah hampir 26 juta penduduk dunia terkena Virus Corona. Amerika Serikat yang tertinggi sekitar 6 juta penduduk yang terkena, disusul Brazil sebanyak hampir 4 juta orang, dan India sebesar 3,7 juta orang.

Indonesia sampai saat ini sudah mendekati 180.000 orang, dan di antaranya Jakarta sudah mencapai sekitar 41.000 orang yang terjangkit COVID-19. Angka yang sangat menyedihkan dan kemungkinan akan bertambah, apalagi masih banyak kita yang tidak mengerti cara memakai masker dengan benar. Pakai masker adalah supaya droplet atau cairan yang keluar saat berbicara ataupun bersin tidak saling menularkan. Karena itu, pakai masker mesti menutupi mulut & hidung.

Perlu sosialisasi sangat mudah tentang cara pakai masker yang benar. CARA MEMAKAI MASKER YANG BENAR :

Ada masker yang terbuat dari kain. Mayoritas orang ingin memakainya karena murah. Tetapi apakah memenuhi syarat? Kain masker proteksinya sekitar 30%. Padahal kita mengharapkan proteksi yang 100%. WHO memberi informasi, jika Anda mau memakai masker kain, harus 3 lapis dengan 3 bahan berbeda supaya proteksinya lebih tinggi.

Banyak juga yang memakai masker bedah (surgical mask). Proteksinya 30 – 95% apabila kita memakainya dengan benar. Pertanyaannya, apakah Anda memakainya dengan benar? Mayoritas tidak, sehingga proteksinya hanya 30%. Banyak orang yang salah memakainya. Kalau Anda memakai masker bedah ini, tidak boleh menaik-turunkannya. Jika naik-turun dengan tangan, maka tangan Anda yang sudah tertular COVID-19, akan membuat Anda positif tertular.

Masker yang paling tepat adalah masker N95. Walau agak sulit memakainya, namun memberi proteksi yang lebih dari 95%.

Di atas segalanya, kita harus libatkan Tuhan dalam segala aspek. Sebab boleh saja kita betul-betul menjaga kesehatan & keselamatan kita dengan cara apa pun, tetapi nyatanya terkena COVID-19 juga.

Mazmur 127 : 1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

MENGENAI SWAB TEST & RAPID TEST

Swab (usapan) test adalah mengambil carian dari hidung (maupun tenggorokan) yang mencapai bagian paling ujung dalam hidung (nasopharyngeal) untuk mengetes kuman. Cairan yang diambil akan ditaruh di bahan mirip agar-agar yang hasilnya akan terdeteksi positif atau tidak, membutuhkan waktu antara 1 – 3 hari. Akurasi tes ini sekitar 98%.

Sementara itu, Rapid Test dibagi menjadi dua cara : yang diambil dari darah di jari tangan, dan yang diambil dari pembuluh darah di lengan (Rapid Test Serologi). Yang dites melalui Rapid Test adalah antibodi, berbeda dengan Swab Test yang langsung menguji kuman. Antibodi ada 2 macam: IgM & IgG. Rapid Test cukup cepat dilakukan, yaitu 10 – 15 menit, tetapi akurasinya 70 – 98%. Karena itu, meski sudah menjalani Rapid Test, setelah lewat 10 hari, sebaiknya melakukan tes ulang Rapid Test.

Droplet atau percikan dari tubuh (seperti bersin) dapat mencapai 2 meter jauhnya. Karena itu, di Kanada maupun Jepang, physical distancing atau jaga jarak harus 2 meter, bukan 1 meter. Banyak tren kasus COVID-19 di kluster perkantoran karena di kantor misalnya sering makan bersama, membuka masker & mengobrol dengan jarak sangat dekat. Padahal, kita tidak tahu sedang bersama orang yang positif COVID-19 atau tidak.

Menurut standar wajib WHO, Swab Test harus diperiksa per minggu dengan perhitungan jumlah penduduk dibagi 1.000. Jika di Indonesia ada 260 juta orang, maka berdasar perhitungan WHO, setiap minggu harus diperiksa sekitar 267.700 orang. Tetapi Indonesia masih jauh di bawah standar WHO, yaitu hanya sekitar 46,85% yang dites per minggu. Maka itu, jangan terkejut jika dulu di awal terlihat aman atau zona hijau, padahal sebenarnya mungkin sudah tidak aman & zona merah, sebab tidak ada dana untuk melakukan pemeriksaan & hanya sedikit orang yang dites. Penzonaan (zona hijau, kuning, merah atau hitam) pun ditentukan oleh seberapa banyak dana yang dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan.

Misalkan, untuk Jakarta yang jumlah penduduknya sekitar 11 juta orang, maka jika menurut standar WHO, harus 11.000 orang diperiksa per minggu. Di awal, Jakarta mungkin terlihat sedikit yang positif COVID-19 karena sedikit yang diperiksa, tetapi kini sudah sangat banyak, apalagi karena tidak memakai masker dengan benar, bahkan tidak memakai masker! Mengapa? Karena mereka kurang mendapat informasi yang benar tentang COVID-19.

Sekarang pun virus tersebut dapat bermutasi atau berubah bentuk. Jika di awal mungkin tersedia vaksin untuk mengatasi virus tertentu, tetapi virus dapat bermutasi atau berubah bentuk sehingga vaksin yang sebelumnya tidak dapat berlaku lagi. Baru-baru ini pun terjadi penemuan jenis Virus Corona di Filipina & Malaysia yang 10 kali lebih menular. Di Indonesia pun ditemukan mutasi Virus Corona, yaitu D614G yang 10 kali lebih menular. Karena itu mesti adu cepat antara pembuatan/penemuan vaksin dengan mutasi virus. Kalau virus sudah bermutasi, maka vaksinasi yang sebelumnya sudah tidak berguna lagi.

Jenis Virus Corona yang bermutasi ini mempunyai keanehan, yaitu adanya happy hypoxia atau kadar oksigen yang menurun dalam darah. Beberapa pasien tampaknya baik-baik saja, tetapi memiliki kadar oksigen rendah, dapat mengalami ketidaksadaran hingga kematian. Seseorang yang positif COVID-19 mestinya merasakan sesak napas karena kekurangan kadar oksigen, tetapi dia tidak merasakannya & terlihat dapat melakukan aktivitas-aktivitas. Karena itulah, fenomena ini dikenal sebagai happy hypoxia.

Pada umumnya, kadar oksigen dalam tubuh seseorang normalnya adalah 95 – 100%. Jika di bawah 95%, mesti dibantu alat bantu pernapasan seperti ventilator agar oksigen mencukupi. Pada kasus happy hypoxia, banyak pasien yang kadar oksigennya rendah, tetapi tidak merasakan apa pun, namun dapat tiba-tiba mengalami kematian. Karena itu, apakah Anda termasuk happy hypoxia? Kita tidak bisa tahu jika tidak diperiksa. Jadi, perlu menjalani pemeriksaan.

Doa saya, jika hati kita selalu melekat pada Tuhan, maka Tuhan akan mengutus malaikat-Nya untuk menjagai, meluputkan, dan membentengi kita sesuai janji-Nya di Mazmur 91. Melalui peristiwa COVID-19 ini pun, keputusan ada pada kita apakah mau untuk terus mencari Tuhan & hati kita melekat pada Tuhan, ataukah malah kerohanian kita makin menurun.

SESI II : HOSEA & GOMER

Nabi Hosea pernah menyerukan agar kerajaan utara Israel berbalik kepada Tuhan dari penyembahan berhala. Suatu hari, Tuhan berkata kepada Hosea untuk menikahi seorang perempuan sundal bernama Gomer. Karena ketaatannya kepada Tuhan, ia melakukannya. Gomer pun melahirkan anak lelaki yang diberi nama Yizreel = Allah mencerai-beraikan.

Hosea 1 : 2 – 4 Keluarga Hosea sebagai gambaran Israel yang tidak setia. Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN." Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki. Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel.

Bayangkan, seorang nabi yang setia mendapat perintah Tuhan untuk menikahi seorang perempuan sundal. Bagaimana jika kita di posisi seperti itu, maukah kita? Tetapi Hosea belajar taat kepada Tuhan, apabila itu suara dan perintah-Nya, ia mau melakukannya.

Gomer karena kesundalannya, berselingkuh lagi & melahirkan anak perempuan bernama Lo-Ruhama (tidak dikasihi), serta perselingkuhan lagi dengan pria lain & melahirkan Lo-Ami (bukan umat-Ku). Gomer melacur & berselingkuh dengan tujuan memuaskan kedagingan, keuangan, dan keduniawiannya hingga akhirnya menjadi budak belian.

Tanda kesalnya Hosea pada istrinya yang seorang sundal :

Hosea 2 : 1a, 3, 4a Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya … Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal … Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh.

Hosea 2 : 4b Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.

Hosea melambangkan Tuhan, dan Gomer adalah kita. Kita sering tidak setia dan penyembahan berhala rohani. Tetapi Tuhan tetap mencari & mencintai kita walau kita sering tidak setia dan mengikuti keinginan kita sendiri.

Puncak amarah Hosea :

Hosea 2 : 10 Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.

Artinya, Hosea sangat marah. Namun, Tuhan masih memerintahkan Hosea untuk menebus Gomer dari budak belian, dan untuk mencoba mencintai dia lagi seperti halnya Tuhan mencintai orang Israel.

Hosea 3 : 1 – 2 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis." Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.

Syarat Hosea yang meski kesal pada Gomer, tetapi taat pada Tuhan :

Hosea 3 : 3 – 4 Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau." Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.

Sering kali Tuhan sudah setia, tetapi kita tidak setia pada-Nya. Kita merasa terlalu sibuk, lalu mengundurkan diri dari pelayanan, tidak mau & tidak bisa melayani Dia lagi, malah memilih melakukan hal-hal yang lain. Tetapi Tuhan Yesus tetap setia. Introspeksilah diri kita, apakah kita kita setia pada Tuhan? Melayani Tuhan pun apabila kita memiliki harta berlimpah, apakah merasa tidak punya waktu lagi bagi Dia? Apakah kita termasuk Gomer-Gomer di akhir zaman?

Puji Tuhan karena ketaatan dan kesetiaan Hosea mengikuti & melakukan perintah Tuhan, yaitu dengan satu tujuan supaya bangsa Israel bertobat, hingga akhirnya benar-benar terjadi pertobatan!

Hosea 3 : 5 Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Bagaimana dengan kita, apakah kita mau berbalik mencari Tuhan, ataukah tetap membandel, tidak ada waktu melayani Tuhan dan egois? Hari ini, saya ingin mengetuk pintu hati Anda untuk mari melayani Tuhan seperti halnya Hosea. Tuhan Yesus terus berusaha mencintai kita semua. Bagaimana respons kita? Apakah semaunya sendiri, masa bodoh, dan merasa yang penting Tuhan sudah menyelamatkan kita, tanpa peduli jiwa-jiwa? Jangan sampai mengalami seperti Raja Saul. Alkitab mencatat, Allah menyesal mengangkat Saul menjadi raja.

1 Samuel 15 : 11a "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku."

Janganlah kiranya sampai Tuhan mengatakan demikian juga terhadap kita, yaitu menyesal karena telah menyelamatkan & mengangkat kita karena tidak berguna bagi kerajaan-Nya. Tetaplah setia dalam pelayanan yang Dia berikan bagi kita, dan karena Dia yang telah menyelamatkan kita dengan darah-Nya yang mahal.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email