• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Bp. Hartono, S.E.
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Perikop firman Tuhan pagi ini diambil dari kitab Keluaran 32 : 1 - 35, judulnya tentang anak lembu emas. Bercerita tentang saat Musa naik ke atas gunung Sinai dan tidak kunjung turun, bangsa Israel yang telah dituntun keluar dari tanah perbudakan Mesir menjadi tidak sabar dan menyuruh Harun untuk membuat allah lain bagi mereka untuk disembah dan Harun membuat anak lembu emas bagi mereka.

Ada 4 tokoh kunci dalam Keluaran 32, yaitu :

1. Musa - Pemimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir

2. Harun - Wakil Musa yang takut tidak popular

3. Yosua - Pemimpin yang setia

4. Bangsa Israel - Kumpulan orang yang tidak bisa menunggu

Sama seperti keadaan yang kita alami saat ini dalam masa pandemi Covid-19. Kita tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, namun akankah kita sama dengan bangsa Israel di perikop ini yang tidak sabar menunggu dan akhirnya meninggalkan Tuhan Allah mereka yang telah membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir untuk masuk ke tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan yaitu tanah Kanaan yang kaya susu dan madu. Akankah kita juga tidak sabar dan akhirnya mundur dari Tuhan dan meninggalkan pelayanan kita atau bahkan meninggalkan iman kita ?

Latar Belakang

Tuhan mengirimkan Musa yang dipilih untuk memimpin 2 juta bangsa Israel keluar dari tanah Mesir (perbudakan) menuju tanah Kanaan. Firaun dibuat Tuhan keras kepala dan tidak mau membiarkan bangsa Israel keluar sampai 10 tulah dikirim Tuhan atas Mesir. Pada akhirnya bangsa Israel keluar dari Mesir dan mengalami penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan di padang gurun, diberi makan, minum dan dituntun Tuhan siang dan malam. Pada perikop ini diceritakan Musa naik 40 hari lamanya di Gunung Sinai atas perintah Tuhan untuk menerima 10 hukum Tuhan. Sesungguhnya bangsa Israel telah melihat bagaimana Tuhan menuntun mereka keluar dari 430 tahun perbudakan di Mesir, namun rupanya semua hal itu belum cukup bagi bangsa Israel.

Mengapa Bangsa Israel tidak sabar menunggu Musa ?

- Mereka mengidolakan dan memberhalakan Musa

- Mereka tidak percaya akan Janji Tuhan

- Mereka berusaha mengontrol jalannya cerita hidup mereka dalam menuju tanah perjanjian

- Nila setitik rusak susu sebelangga

Ada dua Tipe Pemimpin diceritakan dalam perikop ini.

Tipe Pertama : Harun

- Pemimpin yang takut tidak popular

- Pemimpin yang keputusannya disetir khalayak

- Pemimpin yang melihat segala sesuatu dalam jangka pendek

Tipe orang seperti ini hanya melihat kebaikan Tuhan berdasarkan apa yang baru dialami. Ikut kemana angin bertiup. Harun mengalami ketakutan saat bangsa Israel sudah tidak sabar menunggu, maka dia pun melakukan seperti apa yang diinginkan oleh bangsa Israel.

Tipe Kedua : Yosua

- Pemimpin yang SETIA menunggu Musa

- Pemimpin yang FOKUS saat melakukan pekerjaan

Tipe orang seperti ini percaya akan janji Tuhan dan menunggu sampai waktunya tergenapi. Jangan takut menyuarakan kebenaran.

Yosua ibarat orang yang tetap percaya dan menunggu janji Tuhan akan digenapi.

Bagaimana dengan kita saat menghadapi Pandemi Corona ini :

a. Apakah kita tipe pemimpin seperti Harun atau tipe pemimpin seperti Yosua ?

b. Suara mayoritas seringkali terlihat benar karena ada 1 atau 2 orang provokator dan mayoritas manusia cenderung bersifat follower

c. Ingat KESELAMATAN adalah milik pribadi lepas pribadi bukan milik KELOMPOK

Makna Lembu Emas

Lembu emas dibuat dari perhiasan yang dikumpulkan oleh bangsa Israel dan dianggap berharga oleh mereka. Manusia selalu membutuhkan sesuatu yang lebih besar dari dirinya dalam menuntun hidupnya. Selama ini Musa adalah lembu emas bangsa Israel. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa ini tidak pernah sungguh-sungguh percaya Tuhan.

Keluaran 32 : 26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi."

Ada 12 suku Israel tetapi hanya ada 1 suku saja yang memihak kepada Tuhan yaitu suku Lewi.

Tewaslah 3.000 orang di hari itu.

Keluaran 32 : 27 - 28 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.

Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.Moment Of Truth

Akan tiba saatnya di mana kita harus memilih antara Tuhan dan dunia. Suku Lewi memilih Tuhan sehingga kelak mereka memperoleh mahkota sebagai suku yang spesial. Bagaimana dengan kita di masa pandemi ini ? Masihkah kita bertahan dalam pelayanan ?

Kita akan masuk dalam masa Doa Puasa 31 hari (Tgl. 1 - 31 Oktober 2020). Mari ambil bagian dalam doa puasa ini, dengan tujuan berdoa untuk :

1. Keamanan NKRI "Damailah Indonesia ku"

2. Penyelesaian Pandemi Covid 19

3. Ancaman Resesi Ekonomi Global

4. Pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran dan menyeluruh di era Pentakosta Ketiga

5. Penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus

Kesimpulan :

1. Carry Your Cross !

2. Teladani karakter kepemimpinan Yosua, setia, sabar dalam menunggu di masa Pandemi

3. Jangan pernah menggantikan Tuhan Yesus dengan apapun yang dunia tawarkan

4. Jangan takut untuk menjadi berbeda dengan dunia

5. Menjadi Pelayan Tuhan artinya memikul salib, bertahan sampai garis finish

Rangkuman Gembala CK7 :

Keadaan Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini dapat membuat kita menjadi pasif dan ini bisa menimpa semua orang. Tadinya kita yang rajin beribadah, baca Alitab, berdoa, melayani akhirnya bisa menjadi malas dan bahkan meninggalkan semua kebiasaan yang baik itu.

Hari ini kita belajar mengenai Carry your Cross (memikul salib). Himbauan untuk doa puasa bersama termasuk bagian dari memikul salib kita.

Seperti kisah dalam Alkitab di mana Tuhan hendak memulihkan kota Niniwe, Tuhan berfirman kepada orang Niniwe melalui Yunus bahwa 40 hari lagi kota ini akan dibinasakan Tuhan. Mendengar hal itu maka seluruh warga kota Niniwe mengambil sikap untuk doa puasa secara bersama-sama, merendahkan diri di hadapan Tuhan, bahkan dikatakan binatang pun ikut berpuasa, sampai Tuhan tidak jadi menghukum kota tersebut.

Musa naik ke gunung Sinai selama 40 hari lamanya atas perintah Tuhan untuk menerima 10 hukum Tuhan. Bangsa Israel tidak sabar menunggu Musa turun sampai akhirnya Harun membuat anak lembu emas untuk disembah atas desakan bangsa Israel. Musa menjadi marah setelah melihat apa yang terjadi karena apa yang dilakukan oleh bangsa Israel tersebut merupakan kekejian di mata Tuhan. Bangsa Israel tidak sabar dan akhirnya mendatangkan malapetaka atas mereka.

Keluaran 32 : 26 Maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada Tuhan datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.

Ada 12 suku Israel tetapi hanya ada 1 suku saja yang memihak kepada Tuhan yaitu suku Lewi.

Tewaslah 3.000 orang di hari itu.

Keluaran 32 : 27 - 28 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya." Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

Hari ini kita belajar untuk tetap bersabar, tetap setia kepada Tuhan dan tidak egois. Mari ambil bagian dalam doa puasa bersama untuk menciptakan kesejahteraan kota dan bangsa kita bersama. Puasa bersama setelah makan malam pk. 19.00 s.d pk. 12.00 keesokan harinya.

Doa Puasa 31 hari (Tgl. 1 - 31 Oktober 2020). Dengan tujuan berdoa untuk :

1. Keamanan NKRI "Damailah Indonesia ku"

2. Penyelesaian Pandemi Covid 19

3. Ancaman Resesi Ekonomi Global

4. Pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran dan menyeluruh di era Pentakosta Ketiga

5. Penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus

Mari pikul salib dan ikut Tuhan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email