• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Juan Lesmana, B. Com
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Sampai saat ini, jika Tuhan masih memberi kesempatan untuk kita bernapas maupun menerima berkat serta karunia-Nya, itu berarti kita harus hidup untuk bekerja memberi dan menghasilkan buah dalam kehidupan ini. 

Filipi 1 : 22a Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. 

1. Tanpa Benih Tidak Ada Buah

Banyak di antara kita hanya berfokus pada buah, tanpa mau untuk menabur benih. Untuk menjadi buah, maka harus ada benih yang ditabur. 

Kejadian 8 : 22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang, dan malam. 

Yohanes 12 : 24 Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 

2. Buah yang Baik Dinikmati oleh Banyak Orang

Hidup yang berbuah yang dikatakan baik merupakan hasil penilaian orang-orang lain di sekitar, bukan menurut anggapan diri sendiri saja. 

Lukas 6 : 43 – 44 Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 

3. Berbuah Adalah Sebuah Siklus yang Tiada Hentinya

Di dalam buah pasti terdapat benih; namun tidak semua benih menghasilkan buah. Tuhan mau kita terus menabur benih dalam tiap proses kehidupan yang ada dan kita lalui, sehingga kita pun menghasilkan buah yang baik di sepanjang musim. 

Yeremia 17 : 7 - 8 Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan ! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

• KERINDUAN TUHAN MEMANG AGAR KITA MENGHASILKAN BUAH, MESKI BUKAN BERARTI TERLUPUTKAN DARI MASA KEKERINGAN 

"Musim kering" mungkin harus kita lalui, tetapi bukanlah alasan untuk kita tidak berbuah. Mari belajar dari Ishak. 

Kejadian 26 : 1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar,  kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 

• DALAM TAHUN KERING, TUHAN INGIN KITA MENDENGAR DAN TAAT PERINTAH-NYA 

Justu di tengah masa kekeringan atau kebingungan serta pandemi, sering kali Tuhan berbicara kepada kita. Begitulah yang dialami hamba-hamba-Nya yang luar biasa, di tengah risiko maupun situasi terhimpit masalah, mereka mau mendengar apa kata Tuhan. Bukan hanya dengar, melainkan juga menaati Dia. 

Kejadian 26 : 2 - 3, 6 Lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman : "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu." Jadi tinggallah Ishak di Gerar. 

• BAHKAN DI DALAM MASA KEKERINGAN, TERUSLAH MENABUR

Bukan suatu kebetulan jika ada frasa bahwa Tuhan memberkati Ishak diletakkan setelah Ishak menabur terlebih dahulu. Berat memang untuk terus menabur bahkan di setiap musim dan bukan hanya di periode tertentu, namun Tuhan ingin kita melakukannya. Tuhan melakukan bagian-Nya, dan kita mengerjakan kewajiban kita yaitu taat Tuhan dan menabur benih. 

Kejadian 26 : 12 – 13 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 

• BERBUAH MERUPAKAN KEHARUSAN, BUKANLAH SEBUAH PILIHAN

Apa pun situasi serta keadaannya, berbuah ialah keharusan bagi kita, bukan sekadar opsi atau pilihan. 

Kejadian 26 : 15 - 16 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah. Lalu kata Abimelekh kepada Ishak : "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami." 

Kejadian 26 : 20b Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana. 

- Esek : "Well of CONFLICT AND CONTENTION" (Sumur yang Penuh Konflik serta Perdebatan) 

Kejadian 26 : 21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menami sumur itu Sitna. 

- Sitna : "Well of ACUSATION and HATRED" (Semur yang Penuh Kebencian serta Tuduhan) 

Kejadian 20 : 22b Sumur ini dinamai Rehobot, dan ia berkata : "Sekarang Tuhan sudah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini." 

- Rehobot : "Well of ENLARGEMENT and FRUITFULLNESS" (Sumur yang Berbuah Penuh dan Perluasan) 

Kejadian 26 : 23 - 24, 33 Dari situ ia pergi ke Bersyeba. Lalu pada malam itu Tuhan  menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." Lalu dinamai sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang. 

- Syeba : "Well of PROMISES" (Sumur yang Penuh Janji-janji Tuhan) 

Galatia 3 : 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. 

Jika kita setia melakukan bagian kita, menabur benih dan berbuah disetiap musim, Tuhan akan menyertai, memberkati serta memberi karunia-Nya sehingga hidup kita mengalirkan berkat. 

Rangkuman Pdm. Willy Santoso, BSc :

Tanpa benih, tidak akan ada buah. Dan bicara benih, pasti juga berbicara menabur, atau dengan kata lain, ada harga yang harus kita bayar. Buah yang baik akan dilihat oleh banyak orang. Jadi, pastikan buah yang kita hasilkan pun dari pohon yang baik. 

Saat hendak menabur sampai berbuah, kita tidak bisa melakukannya sendiri, sebab ada hal-hal yang mendukung, yaitu salah satunya bersandar pada Tuhan. 

Menabur "tidak mengenal" musim, dan kadang meski di tengah kekeringan maupun mungkin kejenuhan. Demikian pula Ishak, yang mengalami masa kekeringan serta hendak melakukan rencananya sendiri, namun Tuhan berkehendak lain, dan Ishak tetap setia serta taat pada-Nya. Sehingga, di masa kekeringan ia tetap menabur dan diberkati Tuhan. 

Saat kita taat, penyertaan Tuhan tidak akan pernah lepas dari hidup kita, apa pun keadaannya serta apa pun yang kita alami. Dan tujuan semuanya adalah agar hidup kita menjadi terang bagi banyak orang serta menyatakan kebesaran-Nya di dalam hidup ini. 

Kejadian 26 : 28 - 29 Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa Tuhan menyertai engkau; sebab itu kami berkata : baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati Tuhan." 

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email