• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. JJ Simkoputera
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Ps. JJ Simkoputera
  • 28 Juni 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Hari-hari ini, kita mungkin tidak mengerti apa yang sedang terjadi & banyak ketidakpastian. Tetapi satu hal yang pasti, Tuhan Yesus yang kita sembah tidak pernah berubah & tidak akan pernah meninggalkan kita.

Kehidupan kita kadang seperti berlari di di tempat, terus bekerja keras, dan berusaha melakukan yang terbaik. Tetapi apa yang terjadi hari-hari ini dengan pandemi COVID-19 di tahun ini? Kita kehilangan kendali & banyak rencana berubah. Sebenarnya, Tuhan sedang berbicara kepada kita untuk keluar dari apa pun yang biasanya kita lakukan, untuk masuk ke satu titik istirahat & kembali pada esensi yang utama, yaitu Tuhan sendiri.

Kita terbiasa hidup dalam keramaian ataupun kesibukan setiap hari. Tetapi, Tuhan ingin kita keluar dari agenda & segala rencana yang membuat kita merasa penuh adrenalin. Hari-hari ini Tuhan mau berbicara sesuatu karena kita sudah terlalu jauh dari esensi yang utama, yaitu untuk dekat dengan Tuhan sendiri.

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi" (Mazmur 46 : 11)! He says, "Be still, and know that I am God; I will be exalted among the nations, I will be exalted in the earth" (NIV). Step out of the traffic! Take a long, loving look at me, your High God, above politics, above everything (THE MESSAGE).

Banyak orang ketika mendengar kata Be Still (tinggal tenang), mungkin berpikir itu membosankan, tidak menarik, & terlihat lemah. Tetapi itulah yang Tuhan rindukan dalam kehidupan kita hari-hari ini. Tuhan mau kita keluar dari keramaian dan kesibukan supaya kita bisa peka kepada-Nya. Dia juga meminta kita untuk tinggal tenang & ketahuilah Tuhan itu berdaulat.

Murid-murid Yesus pernah mengikuti Yesus, bahkan mendengar, melihat yang Dia lakukan, yaitu mujizat demi mukjizat. Mereka juga mendapat pengajaran secara langsung dari Yesus. Dalam MARKUS 4:35-41, kita membaca tentang Yesus menyeberang Danau Galilea. Ini memberi kesempatan untuk murid-murid Yesus membuktikan apa yang mereka tahu & iman mereka. Waktu Tuhan Yesus menyeberang Danau Galilea, Ia tidak memberi penjelasan mengapa harus menyeberangi pada malam hari, sedangkan bisa melakukannya pada pagi hari dengan keadaan sangat aman dan kondusif. Saya percaya, Yesus ingin mengajarkan sesuatu.

"Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: 'Marilah kita bertolak ke seberang.' Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: 'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?' Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?' Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: 'Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?'" (Mark. 4 : 35 - 41)

Ada kuasa dari tinggal tenang. Tetapi bukan semata-mata tinggal tenang dengan kekuatan kita sendiri, melainkan tinggal tenang di dalam Tuhan. Ada tiga observasi melalui bacaan tersebut:

  • Be still is about TRUSTING TO JESUS (tinggal tenang berbicara tentang bersandar pada Yesus). "Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air" (ay. 37). Taufan/topan bukan angin badai yang biasa. Dalam bahasa Inggris, arti kata topan itu adalah a big wind storm. Dalam bahasa Yunani adalah 'megale' (big) yang berarti sesuatu yang sangat besar, dan 'lailaps' (windstorm) yang berarti badai yang tidak main-main.

Sebagian murid Yesus adalah para nelayan, berada dalam badai itu biasa saja karena itulah bagian pekerjaan dan kehidupan mereka sehari-hari. Tetapi, ada sesuatu yang berbeda karena tidak terbiasa dengan badai yang mereka alami saat itu sehingga membuat mereka takut. Mereka tidak pernah mengalami ini ada di dalam sejarah hidup mereka. Demikian juga kita hari-hari ini. Mungkin kita terbiasa mengalami krisis di tahun-tahun sebelumnya, tetapi krisis tahun kali ini bukan sekadar krisis biasa, tetapi mirip a big windstorm, topan yang dialami murid-murid Tuhan. Sesuatu yang belum pernah kita alami sehingga sering membuat kita menjadi orang yang takut.

Tetapi ada sesuatu yang menarik saat badai terjadi waktu itu, yaitu kita bisa melihat posisi Yesus. "Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: 'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa'" (ay. 38)? Di sini ada dua perspektif yang berbeda: PERSPEKTIF TUHAN VS PERSPEKTIF MANUSIA.

Yesus tidak memusingkan diri dengan keadaan yang terjadi, sebab Dia tahu Dia lebih besar daripada segala bencana yang ada! Yesus berada dalam posisi tidur dengan tenang. Mengapa? Karena Dia tahu Dia adalah Tuhan! Itulah Tuhan yang kita sembah. Yesus tidak akan pernah digoncangkan oleh situasi atau keadaan karena Ia lebih tinggi daripada segala bencana ataupun problem yang kita alami. Berbeda dengan murid-murid Yesus yang panik dan merasa Tuhan tidak memperhatikan atau peduli. Dalam kehidupan kita pun itu yang sering kita alami. Kita bertanya-tanya entah Tuhan di mana, merasa sendirian, & tidak mendengar doa kita.

Yesus tertidur di buritan. Ada berita baik bagi kita: Yesus tahu apa yang akan terjadi, maka itu Ia mengajak murid-murid-Nya menyeberang di malam hari. Yesus menempatkan diri-Nya di posisi yang paling tepat! Buritan (stern) adalah bagian belakang dari kapal atau perahu. Zaman dahulu, di bagian belakang itu dekat dengan kendali atau kontrol kapal. Artinya, kita tidak perlu khawatir karena Yesus selalu ada di posisi yang tepat. Walaupun keadaan, badai menerpa & menggoncang, Dia selalu berada di posisi yang tepat, di posisi kontrol, posisi yang paling penting atau krusial, posisi memegang kendali atas kehidupan kita.

Karena itu, kita bisa beristirahat dan percaya kepada Tuhan. Apa pun yang kita alami, Dia selalu di sana dan tidak pernah tinggalkan kita, walau kita merasa sendiri. Kita dapat tinggal tenang & merasa aman dalam Tuhan. Yesus ada di posisi yang tepat untuk kita semua. Apa pun masalah, pergumulan, proses, ketakutan & kekhawatiran kita, Yesus ada di posisi yang tepat untuk kita!

Yesus ada di posisi yang tepat. Jangan khawatir akan apa pun yang kita alami. Bahkan sering kali tanpa disadari, kita ada di depan dan Yesus selalu ada di belakang memegang kendali kehidupan kita. Walau musibah, masalah, resesi terjadi, Dia berada di posisi yang tepat.

  • Be still is about GIVING THE FINAL SAY TO HIM (tinggal tenang adalah tentang memberi keputusan terakhir kepada Tuhan). "Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali" (ay. 39). Dia lebih besar daripada setiap masalah yang kita alami.

Yesus berkata, "Tenanglah," bukan kepada murid-murid-Nya yang sedang panik, tetapi Yesus sedang menyatakan status-Nya bahwa Dia lebih besar daripada masalah & bencana apa pun yang terjadi! Karena itulah Dia tidak berkata kepada murid-murid-Nya, tetapi kepada akar dari permasalahannya, "Diam! Tenanglah!" Dengan kata lain, Yesus lebih besar dibandingkan setiap masalah yang kita sedang alami—kesehatan, keuangan, dan lain-lain.

Keputusan akhir bukanlah apa kata situasi, tetapi apa kata Tuhan! Jadi, jangan pernah situasi yang mendikte kehidupan kita. Separah apa pun keadaan yang kita alami, semua belum berakhir sampai Tuhan sendirilah yang berkata inilah akhirnya. Yesus menghardik angin tersebut, terhadap akar problemnya langsung, akar permasalahannya, bukan terhadap murid-murid-Nya. With Jesus, the great storm becomes the great calm (bersama Yesus, badai apa pun dapat menjadi tenang). "TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja" (Kel. 14:14). The Lord will fight for you; you need only to be still (NIV). Tuhan yang akan berperang bagi kita semua. Kita hanya tinggal tenang.

  • Be still is about SHIFTING OUR FOCUS TO JESUS (tinggal tenang adalah tentang mengubah fokus kita kepada Tuhan Yesus). "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?' Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: 'Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?'" (ay. 40-41). Mengapa kita begitu takut dan tidak percaya? Padahal murid-murid Yesus pun menyaksikan mukjizat-mukjizat sebelumnya serta bersama Dia setiap hari. Namun, ketika mereka dibawa ke luar dari zona nyaman atau biasa, mereka tidak tahu, bahkan mempertanyakan Tuhan.

Kita pun ketika keluar dari suatu teritori nyaman dan biasa bagi kita, jika kita tidak tinggal tenang serta emosi sehingga membuat fokus kita berubah, sehingga Tuhan yang kita alami sebelum-sebelumnya, kita malah tidak mengenali dan mulai mempertanyakan Dia.

Penting sekali untuk tinggal tenang di dalam hadirat Tuhan, karena waktu kita melakukannya, kita dapat melihat kuasa Yesus. Respons kita akan menentukan jalan keluar menghadapi krisis. Dia tahu, Dia mengerti, dan Dia peduli. Andalkanlah Dia lebih dan lebih lagi.

Persembahan

Detail
Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email