• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Bp. Sudy Tandi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Depresi, salah satu masalah terbesar, terlebih di saat pandemi seperti ini. Depresi tak kenal status - miskin atau kaya, siapa pun dapat mengalaminya. Bahkan, banyak orang bisa saja alami depresi yang berkepanjangan. Nah, apa yang perlu kita lakukan guna mengatasinya ? 

• JANGAN MEMBANDING-BANDINGKAN DIRI DENGAN ORANG LAIN. 

Penyebab utama depresi, salah satunya, ialah membandingkan diri dengan orang lain. Ketika melakukannya, kita justru cari-cari "persoalan baru" karena kecenderungan manusia membandingkan kelemahan dirinya ke kelebihan orang lain. 

1 Raja-raja 19 : 4 c ... Sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.

2 Korintus 10 : 12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka !

• JANGAN MEMBESAR-BESARKAN HAL NEGATIF

Membesar-besarkan hal negatif membuat kita terlampau mengasihani diri sendiri dan semua akan terlihat buruk di mata kita maupun menenggelamkan kita lebih kelam lagi daripada keadaan sebelumnya.  

1 Raja-raja 19 : 10 c ... Hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.

1 Raja - Raja 19 : 18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.

• SERAHKAN KE TUHAN RASA FRUSTRASI SAUDARA

Inilah hal terpenting serta terbaik, yakni menyerahkan segala kekhawatiran serta frustrasi kita kepada-Nya. Apa pun masalah dalam hidup ini, tempat terbaik yang bisa kita tuju serta curahkan segenap isi hati ialah hadirat Tuhan. Karena itu, tetaplah miliki hubungan pribadi dengan Tuhan. 

1 Raja-raja 19 : 13 b - 14 a .. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi : 'Apakah kerjamu di sini, hai Elia ?', Jawabnya : 'Aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, Allah semesta alam...

Nabi Elia yang sempat mengalami depresi, mencurahkan seluruh emosi maupun perasaannya ke Tuhan. Paling sedikit ada enam emosi yang ia limpahkan kepada-Nya, yaitu : rasa takut, kesal, merasa bersalah, marah karena kerja kerasnya seolah tanpa hasil, lalu khawatir, serta kesepian.

Rangkuman Pdm. Willy Santoso, BSc :

Mengetahui cara mengatasi depresi merupakan sesuatu yang sangat penting, apalagi terlihat situasi-situasi yang kurang mendukung. Ingat tiga hal ini ketika terancam depresi :

1. Jangan bandingkan diri ataupun kondisi kita terhadap orang lain.

Sebab masing-masing kita unik, serta Tuhan memiliki rancangan istimewa bagi tiap anak-anak-Nya. 

Yakobus 3 : 14 – 16 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

2. Jangan besarkan hal yang negatif

Ada perbedaan besar antara berserah kepada-Nya, atau mengandalkan diri sendiri saat dalam keadaan terpuruk. Jika membiarkan diri dalam putus asa, kita cenderung berhenti berjuang, lalu menyalahkan-nyalahkan orang lain. Namun, saat bersandar dan berserah pada-Nya, kita mau terus berusaha sembari mengandalkan Dia, oleh karena sadar kita akan campur tangan-Nya, dan bahwa Ia sanggup memutarbalikkan keadaan.

Roma 8 : 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

3. Serahkan frustrasi kepada Tuhan. 

Kita sesungguhnya hanyalah pengelola (stewardship), dengan kata lain Tuhan mempercayakan banyak hal untuk kita kelola. Apa pun karena itu yang sedang kita maupun akan hadapi, serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada-Nya.

Amsal 3 : 5 – 7 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email