• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. JJ Simkoputera
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Ps. JJ Simkoputera
  • 29 Maret 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Kalau kita masih bisa beribadah hari ini, walaupun melalui Live Streaming, semua karena kasih karunia-Nya. Dalam keadaan apa pun, mengucap syukurlah karena Dia Tuhan yang sangat baik.

Di masa-masa karantina di rumah hari-hari ini, keadaan di tengah keluarga kami yang tinggal di apartemen pun, terutama karena anak-anak kami yang masih kecil, energi mereka sepertinya tidak tersalurkan. Saya pun yang sebenarnya lebih senang bertemu dengan orang-orang, terpaksa mesti mengisolasi diri terlebih dulu.

Hari-hari ini saya diingatkan satu kalimat oleh Tuhan yang menjadi rhema bagi saya, yaitu back to the basics, kembali ke hal-hal yang menjadi dasar bagi hidup kita. Karena kita mungkin sudah telalu sibuk dengan banyak hal yang menyita hidup kita. Tuhan sedang membawa kita kembali ke hal-hal yang menjadi dasar supaya kita dapat bersama dengan keluarga kita, terutama dengan Tuhan.

Perjanjian Lama (PL) adalah blueprint atau cetak dasar biru, sedangkan Perjanjian Baru (PB) merupakan perwujudan, kenyataan atau realitas dari PL. PL adalah gambaran tentang Kristus, dan PB merupakan realitas dari gambaran tersebut. Jadi, Perjanjian Lama & Perjanjian Baru saling berkaitan, keduanya sama-sama penting.

Kita dapat belajar dari Nuh yang diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera. "Berfirmanlah TUHAN: 'Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.' Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN" (Kej. 6:7-8).

Pada saat itu masa kering dan banyak orang menganggap Nuh gila karena membangun bahtera itu. Namun, Nuh mengerti hati Tuhan, sehingga ia mau menaati-Nya saja.

"Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu" (Kej. 7:17-23).

Nuh beserta keluarganya & binatang-binatang berada di dalam bahtera selama 40 hari dan 40 malam, dengan kondisi di luar yang pasti sangat kacau balau. Namun, semua yang berada dalam bahtera Nuh mengalami keselamatan, sedangkan yang di luar bahtera mengalami kebinasaan. Bahtera itu sendiri sebenarnya pun tidak dapat berjalan sendiri karena tanpa kemudi, melainkan alam yang membawanya dan mengombang-ambingkannya. Dengan kata lain, Nuh tidak punya kendali, tidak tahu bagaimana keadaan di luar, dan diombang-ambingkan gelombang.

Demikian juga, kalau kita berada di dalam Kristus, kita tidak perlu terlalu khawatir. Walau kehidupan kita pun akan diombang-ambingkan gelombang badai hidup, tetapi sewaktu kita berada dalam Dia, kita dapat percaya & tetap merasa tenang bersama-Nya. Jangan sampai kekhawatiran kita melebihi atau mengambil alih iman dan keyakinan kita! (Don't let your fear overtake your faith). Ketahuilah Allah bersama kita. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, dan Dia tahu apa yang kita butuhkan. Dia Allah yang masih mampu melakukan mukjizat. Tuhan ada dan hidup. Tuhan yang ada di zaman Nuh adalah Tuhan yang ada juga pada masa ini!

Enjoy atau nikmati saja ke mana situasi & keadaan akhir-akhir ini membawa kita, seperti halnya gelombang membawa bahtera Nuh pada masa PL itu. Tuhan sedang melakukan perkara yang besar. Everything happens for a good reason, semua yang terjadi pasti ada tujuan dari Tuhan. Karena ujungnya semuanya pasti baik.

ADA EMPAT HAL YANG BISA KITA PELAJARI DARI APA YANG NUH & KELUARGANYA LAKUKAN:

  1. SPEND TIME WITH GOD. Mereka menggunakan waktu mereka untuk berdoa & terhubung dengan Tuhan. Tuhan pun sedang bertanya kepada kita saat ini, "How are you from the inside?" Bagaimana keadaan jiwa kita hari-hari ini? Bukan hanya tampilan atau keadaan luar kita. Jati diri sejati kita adalah ciptaan-Nya, jadi jiwa kita akan benar-benar baik saat kita kembali dan terhubungkan dengan Dia! "Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup" (Kej. 2:7). Dia ingin kita bergaul intim dengan Dia. Gereja yang sejati pun sebenarnya bukanlah gedung atau fasilitasnya, melainkan diri dan hidup kitalah yang menjadi gereja-Nya. Apa yang kita dirikan hari-hari ini? Masihkah tetap membangun hubungan dengan Kristus? Gunakan waktu ini untuk kembali connect atau sangat intim dengan Tuhan.
  2. SPEND TIME WITH FAMILY. Tuhan rindu kita spend time (mempunyai waktu berkualitas) dengan keluarga kita. Mungkin sebelum masa ini kita semua sangat sibuk dengan banyak hal ataupun pelayanan dan banyak alasan untuk tidak punya waktu bersama keluarga. This is the good time for us to connect back with our family, inilah waktu terbaik untuk kembali mempunyai waktu berkualitas dengan keluarga kita. Kita pun bisa melakukan mezbah keluarga bersama setiap hari. Jangan menggerutu, melainkan bersyukurlah. Pakai waktu yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya. Sebab keluarga adalah salah satu core (dasar) utama.
  3. GOD IS IN CONTROL. Tuhan masih memegang kendali penuh kehidupan Nuh! Nuh, keluarganya dan binatang-binantang aman. Tuhan berdaulat di dalam kehidupan mereka. Jadi, jangan khawatir hari-hari ini, janji-Nya tetap sama—dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Dia Allah yang sama yang melakukan mukjizat dahulu dan hari ini. Sekalipun kita mencoba mengatur atau mengendalikan banyak hal, tetapi sebenarnya kita tidak punya kendali/kontrol penuh. We think we can control, but we cannot control. Yang bisa kita lakukan hari-hari ini adalah rest (beristirahat, percaya penuh) di dalam hadirat Tuhan, bukannya bermalas-malasan sepanjang hari dan tidak melakukan apa pun. Dia adalah Allah yang sanggup melakukan mukjizat & setia terhadap janji-Nya. "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" (Yes. 41:10). "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya" (1 Kor. 10:13). Dia tidak akan meninggalkan kita. Hari-hari ini juga jangan terlalu membebani pikiran kita dengan berbagai berita tentang masalah ataupun virus Corona, melainkan perbanyaklah deklarasi & berita keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab problem cannot fix problem, masalah tidak akan bisa mengatasi masalah.
  4. EVEN HOW BAD THE PROCESS IS, EVERYTHING WILL COME TO AN END. Seberapa parah pun badai kehidupan yang kita hadapi hari-hari, pasti ada ujungnya! Jangan takut. Jangan khawatir. "Dan Allah berfirman: 'Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi"(Kej. 9:12).

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email