• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Juan Lesmana, B. Com
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Hampir dalam 8 bulan ini kita hidup dalam kenormalan yang baru. Pertanyaanya adalah apakah Allah sanggup memulihkan kehidupan kita ? Jawabanya : Ya, Allah sanggup. 

Hari ini kita belajar dari seorang Daud dan orang Israel dipulihkan Tuhan dari peristiwa yang mengenaskan. Posisi Daud sangat terjepit dan sangat susah hati

1 Samuel 30 : 1 - 6 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis. Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorangpun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya. Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan.

Siapakah Daud?

1 Samuel 13 : 22 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya (a man after My own heart) dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan : Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku (a man after My own heart) dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Kisah Para Rasul 13 : 22

Daud adalah orang yang berkenan kepada Tuhan, karena memiliki hati yang benar di hadapan Tuhan. Namun, walau memiliki hati yang berkenan, Tuhan mengizinkan Daud mengalami posisi yang terjepit.

Pernahkah kita berada dalam masa "Ziklag" ini? It could happen to anyone

Sebagai orang benar kita harus bangun dan bangkit, sebab Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya jatuh tergeletak.

Amsal 24 : 16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Bagaiamana bersikap supaya kita bangkit dari posisi terjepit dan penuh keraguan?

1. Di tengah keraguan, datanglah dan kuatkan kepercayaan kita pada Tuhan 

1 Samuel 30 : 6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

God is still a God of restoration & healing. No situation is too far gone for God to restore. 

2. Di tengah keraguan, bertanyalah dan libatkan Tuhan 

1 Samuel 30 : 7 - 8 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod  itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.

3. Di tengah keraguan, Tuhan masih dan terus bekerja

1 Samuel 30 : 14 - 16a Kami telah menyerbu Tanah Negeb orang Kreti dan daerah Yehuda dan Tanah Negeb Kaleb, dan Ziklag telah kami bakar habis." Daud bertanya kepadanya: "Dapatkah engkau menunjuk jalan kepadaku ke gerombolan itu?" Katanya: "Bersumpahlah kepadaku demi Allah, bahwa engkau tidak akan membunuh aku, dan tidak akan menyerahkan aku ke dalam tangan tuanku itu, maka aku akan menunjuk jalan kepadamu ke gerombolan itu." Ia menunjuk jalan kepada Daud ke sana, dan tampaklah orang-orang itu berpencar-pencar di atas seluruh daerah itu. 

Tuhan bekerja melalui cara yang ajaib, dengan memakai orang-orang yang membantu kita untuk menyelesaikan masalah. 

Frase "jangan takut" di Alkitab ditulis 365 kali. Tidak kebetulan kalau setiap hari Tuhan berfirman kepada anak-anak-Nya: "Jangan taku!"

1 Samuel 30 : 18 - 19 Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.

Konsep pemulihan Tuhan adalah mengembalikan yang terhilang bahkan lebih (mis: Janda di Sarfat)

Bagian kita adalah :

1. Menguatkan kepercayaan kita pada Tuhan

2. Bertanya dan melibatkan Tuhan

3. Percayalah bawah Tuhan masih dan terus bekerja dengan cara-Nya

Rangkuman Gembala CK7 :

Hari ini kita belajar dari Daud, yang dalam keadaan apapun ia mencari petunjuk Tuhan.Keadaan apapun yang Saudara sedang hadapi, libatkanlah Tuhan untuk menyelesaikannya. Sebab Tuhan yang menentukan hidup kita.

Dalam 1 Samuel 30 dikisahkan bahwa Daud berperang melawan orang Amalek. Daud meninggalkan keluarga dan harta bendanya di Ziklag. Namun, waktu Daud sedang berperang, Ziklag dibakar, harta benda dirampas, dan keluarga Daud ditawan oleh orang Amalek; bahkan Daud hendak dilempari batu oleh rakyatnya sendiri yang kecewa.

Dalam keadaan terjepit seperti ini Daud mencari Tuhan lewat imam Abyatar. Daud bertanya kepada Tuhan apa yang harus dilakukan. Atas petunjuk Tuhan, Daud diperintahan untuk menyerang Amalek dan akhirnya Daud menang serta mengembalikan apa yang dirampas oleh orang Amalek.

Mengapa Daud bertanya kepada Tuhan ? Karena ia intim dengan Tuhan. Seperti Daud, kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, supaya kita mendengar suara-Nya dan Tuhan akan menuntun ke jalan mana yang harus kita tempuh (Mazmur 33 : 18 dan 32 : 8). Kita harus belajar mendengar suara Tuhan (1 Samuel 15 : 22) .

Saat Daud mengejar orang Amalek, ia bertemu dengan budak yang lari dari majikannya, orang Amalek. Lewat budak itu Daud menyerbu dan mengalahkan Amalek. Dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan sebab Tuhan yang mengatur dan menentukan hidup kita. Daud ditolong Tuhan karena ia intim dan berkenan kepada Tuhan.

Untuk itu, mengapa kita harus masuk ke Doa Fajar dan menara doa? Yaitu untuk melatih kita mendengar suara Tuhan dan selalu intim dengan Dia. Seperti seorang ibu yang mengerti arti tangisan bayinya. Musa, Yosua dan Daud adalah orang-orang yang selalu minta petunjuk Tuhan karena mereka intim denga Tuhan.

Keintiman perlu konsistensi, oleh sebab itu masuk ke doa fajar dan menara doa harus konsisten juga, jangan hanya sekali – dua kali. Sebab kita memerlukan Tuhan setiap hari. Tuhan memberkati kita makanan setiap hari (Matius 6 : 11).

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email