• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Lily Sulistyo
  • Ibadah Live Streaming 1, Ibadah Live Streaming 2, Ibadah Live Streaming 3, Ibadah Live Streaming 4, Ibadah Live Streaming 5
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 04 September 2022
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Setiap orang di dunia ini apabila diberi kesempatan, pada umumnya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam segala aspek di hidupnya. Penampilan, percaya diri, pembentukan mental serta karakter, dan lainnya. 

Bagaimana dengan kita sebagai anak-anak Tuhan, maukah kita menjadi lebih baik pula secara rohani dan memiliki roh yang tetap menyala-nyala untuk melayani Dia, serta bukan sekadar bertahan, melainkan berkemenangan ?

Ketika pertama kali kita jatuh cinta pada Tuhan Yesus, menerima Dia sebagai Juruselamat secara pribadi, terjadi sebuah transformasi secara roh dan kita menjadi ciptaan yang baru, manusia yang baru. Namun, setelah sekian lama mengikut Dia, apakah kita hanya menjadi orang-orang yang stagnan dan begini-begini saja, ataukah terus berkembang dan lebih baik lagi di dalam Tuhan ?

4 Cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam Tuhan : 

• Ubah Pola Pikir
Hati kita sangat penting, sebab apa yang ada dalam hati biasanya akan menentukan yang keluar dari mulut, pikiran, dan hidup kita. Jika isinya baik, meluap kebaikan; jika penuh yang jahat, yang keluar juga akan kejahatan. Hati akan mendikte pikiran, dan pikiran akan mengarahkan tindakan. Jagalah baik-baik pusat sistem kendali hidup kita ini, yaitu hati kita. Renungkanlah firman Tuhan agar memenuhi hati dan pikiran kita dengan tujuan ilahi. Izinkan Roh Kudus yang menuntun langkah kita setiap hari. 

Lukas 6 : 45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. 

Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 

• Pilih benih yang baik saja
Jika kita menanam serta menabur firman, maka seringkali kita juga akan menebar dan membagikan firman Tuhan. Berjalanlah di dalam firman-Nya agar kita mengalami kasih karunia-Nya, seperti Daud yang senantiasa berjalan bersama Allah sebagai Gembalanya (Mazmur 23 : 1 - 6). Salomo juga meminta hikmat Tuhan yang sanggup mengubahkan kehidupan. Jangan punya mental yang salah. Hanya kita yang dapat menjaga hati ini, tidak bisa dilakukan atau diwakilkan oleh orang lain, atau hanya bergantung pada situasi dan kondisi. Jadilah orang yang sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan, sebab sukacita Tuhan ialah kekuatan kita. Karena itu, pilihlah yang baik untuk membangun diri kita, bukannya yang negatif, yang akan menghancurkannya. 

Markus 4 : 26 - 27 
Lalu kata Yesus : Beginilah hal Kerajaan Allah itu : seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

Kisah Para Rasul 17 : 28
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu : Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. 

• Hati-hati dan bijak dalam membiarkan sesuatu masuk ke hidup kita
Berhati-hatilah terhadap apa pun yang kita dengar, baca, dan lihat. Jadilah selektif dalam membiarkan siapa yang dapat mengajarkan kehidupan kepada kita. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang bersikap, berkata-kata, serta berpikiran negatif oleh sebab membiarkan dan mendengarkan pengaruh yang salah. Yakinlah, ada potensi yang luar biasa besarnya dalam hidup kita karena kita diciptakan serupa serta segambar dengan Dia. 

Markus 4 : 24
Lalu Ia berkata lagi : Camkanlah apa yang kamu dengar ! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

• Raih potensi diri yang terbaik dan yang paling maksimal
Tuhan Yesus telah mati berkorban untuk menebus kita dari dosa, Ia memperbaiki hubungan kita yang terputus, terpisah dengan Allah Bapa surgawi, dan kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Kita pun menjadi ahli-ahli waris kerajaan-Nya. Sungguh luar biasa. Namun sayangnya, mungkin masih banyak dari kita yang menganggap diri biasa-biasa saja, bahkan masih asing di mata-Nya. Selama kita masih berada dan berjalan di dunia ini, kita dapat hidup dalam realitas dan otoritas sebagai anak-anak-Nya dan menjadi ahli waris-Nya untuk menerima kuasa dan hidup dalam kebaikan-Nya. Sebab itu, jangan lagi hidup secara sembarangan. 

Galatia 4 : 4 - 7 
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru : ya Abba, ya Bapa ! Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. 

Mazmur 139 : 13
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 

Sadarilah siapa diri kita dan identitas kita yang sejati serta sesungguhnya, yaitu anak-anak-Nya yang diciptakan seturut, serupa, dan segambar dengan Dia, agar kita dapat menjadi orang-orang yang hidup lebih baik lagi di dalam Tuhan. Kita adalah garam dan terang bagi dunia. 

Tuhan Yesus Memberkati

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email