• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Gina Dharmawan
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Ev. Gina Dharmawan
  • 12 Juli 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Di dalam Tahun Dimensi yang Baru ini, yaitu dimensi berbicara tentang ukuran, panjang, lebar, tinggi dan dalam, yang belum terbentuk sebetulnya, kecuali kita menghubungkan semua hal tersebut.

Sebab itu, mari kita sama-sama belajar agar memahami bahwa New Normal ini adalah keadaan yang kita jalani saat ini dan tidak bisa kembali seperti semula. Banyak orang ingin & berharap supaya keadaan kembali seperti semula. Itu disebut Old Normal. Padahal kita sudah tidak bisa balik ke keadaan yang lalu. Kita hanya bisa menjalankan keadaan sekarang dengan penuh ucapan syukur dan berharap pada Tuhan bahwa akan ada keadaan yang lebih baik, itulah yang disebut Better Normal.

Di masa New Normal ini, kita bereskan dengan 5 T, yaitu:

1. Tekun: bagaimana ketekunan kita kepada Tuhan? 2. Terlatih: orang yang tekun akan mudah dilatih. 3. Tanggap: orang yang terlatih akan mudah memahami dan akan menjadi orang yang tanggap. 4. Tangkas: jika sudah tanggap menghadapi krisis yang ada, maka pengambilan keputusan akan cepat dan tangkas. 5. Tenang: Tangkas yang tenang, tidak terburu-buru.

Kenapa kita tidak fokus kepada yang Old Normal? Karena segala sesuatu di dunia ini sifatnya sementara, akan berubah, makanya kita tidak bisa balik ke Old Normal. Karena masa lalu tidak bisa balik meskipun kita doa dan puasa, yang bisa adalah kita mensyukuri ataukah menyesalinya.

Kita harus bersyukur bahwa segala sesuatu yang terjadi itu akan mendatangkan kebaikan dan mendewasakan kita. Sebab itu, persiapkan diri di masa New Normal ini walau ada kerancuan & ketidakpastian, tapi kita percaya pada janji Tuhan. Fokus kita bukan di New Normal, masa ini hanya persiapan untuk menuju Better Normal dengan 5 T tadi.

Yeremia 29:11, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan- rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Ada rancangan Tuhan untuk kita. Tuhan punya rancangan dan kita melakukannya. Jangan dibalik: rancangan kita, tetapi kita paksa Tuhan menjalankan rancangan kita. Jadi, jangan melihat keadaan pandemi ini adalah kecelakaan. Tapi sebuah kesempatan bagi kita untuk belajar. New Normal sifatnya sementara, dan fokus kita adalah Better Normal. Sebab itu, di masa New Normal ini, apakah kita menjadi a Better Person atau a Bitter Person (orang yang lebih baik atau orang yang kecewa karena melihat ini sebagai bencana dan lupa ada janji Tuhan?

Kalau melihat New Normal ini dan menjadi a Better Person, maka akan keluar sebagai pemenang. Tapi kalau fokusnya melihat keadaan ini sebagai kecelakaan, maka akan menjadi a Bitter Person dan tidak akan menjadi pemenang, melainkan korban.

1 Kor 9:25, "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi."

Orang yang mau belajar di masa persiapan di era New Normal ini akan punya satu langkah lebih maju dibandingkan yang lain. Hidup adalah sebuah perjuangan antara pertumbuhan dua hal yang diharapkan selaras, yakni usia jasmani (sistem imun) dengan kedewasaan rohani (sistem iman) dalam merespons tantangan pergantian musim setiap fase kehidupan.

Untuk menjaga sistem imun tubuh:

a. Cuci tangan dengan benar b. Gunakan masker jika batuk dan pilek c. Jika batuk pilek dan sesak napas segera ke rumah sakit d. Perbanyak mengkonsumsi sayur dan buah e. Jangan mengkonsumsi daging hewan mentah atau setengah matang f. Rajin olahraga dan istirahat yang cukup g. Jaga jarak

Untuk menjaga sistem iman adalah:

a. Justification (dibenarkan, Roma 3:24-26) lewat penebusan (karya salib) b. Sanctification (disucikan/dikuduskan, Yudas 1:20,21) lewat membangun dan memelihara diri (karya hidup) c. Glorification (dimuliakan, Wahyu 3:11)

Mari membangun diri kita di era New Normal ini dengan 5T:

TEKUN. Nasihat supaya bertekun dalam iman (Ibrani 12:1-17). • TERLATIH. Jadilah pelaku firman. Apakah Anda terlatih menjadi pelaku firman? • TANGGAP. Tanggap adalah segera mengetahui dan menyadari keadaan ataupun gejala yang timbul dengan memperhatikan sungguh-sungguh. • TANGKAS. Tangkas adalah cepat, cekatan, sigap dan gesit. Semakin kegiatan berbentuk online, maka semakin dituntut ketangkasan! Contohnya adalah Yerobeam yang tangkas. Ketika Salomo melihat bahwa orang muda itu seorang yang rajin bekerja, maka ditempatkannyalah ia mengawasi semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf (1 Raja-raja 11:28). Orang tangkas akan mudah mendapat kepercayaan baru yang diperlukan di masa new normal. • TENANG. Selama kita masih hidup dan bernapas, dikatakan bahwa kita masih terus sekolah, yaitu sekolah kehidupan. Jangan berhenti untuk belajar, karena hidup tidak akan pernah berhenti untuk mengajar. Bagaimana cara memastikan bahwa apa yang digali telah dikuasai dengan baik? Yaitu dengan ujian. Kalau mau naik kelas, jangan takut ujian! Takutlah kalau Anda tidak tekun belajar!

Ketika ujian, kondisi yang diharapkan adalah tenang. Ketenangan sangat diperlukan saat menghadapi ujian, baik di sekolah maupun di sekolah kehidupan. Persiapkanlah diri sebaik mungkin dan jangan malas atau enggan. Yesaya 30:15, "Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: 'Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.' Tetapi kamu enggan."

Orang yang bisa menguasai diri dan menjadi tenang akan dapat berdoa. Jika enggan untuk tenang, maka kita akan kehilangan kekuatan yang paling dibutuhkan. 1 Petrus 4:7, "Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."

Jika kita hanya berfokus pada gelap, hidup akan terasa pengap. Namun, jika kita berfokus kepada terang, itu dapat menuntun kita ke jalan keluar asalkan kita tetap tenang.

Mazmur 116:7, "Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email