• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Indarwanto Tarigan
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Kita semua ingin memiliki keluarga yang berbahagia. Dalam minggu pra Paskah ini dimana Kristus rela berkorban sampai mati untuk manusia, itu semua supaya semua manusia selamat dan menerima berkat kehidupan, termasuk pernikahan yang berbahagia.

Efesus 5 : 22 - 33 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya."

3 KUNCI PERNIKAHAN YANG BAHAGIA :

1. Istri Tunduk Kepada Suami

Ay. 22 - 24 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

- Istri tunduk adalah akibat suami yang memerankan Kristus dalam pernikahannya sebagai pemimpin yang berhati hamba.

- Suami harus terus belajar menjadi serupa seperti Kristus dengan diproses oleh istrinya dalam pernikahan. Begitu juga istri diproses oleh suaminya. Masing-masing diproses didalam, bukan diproses diluar pernikahan.

2. Suami Mengasihi Istri.

Suami mengasihi istri dengan kasih Kristus yang sempurna tidak dengan kasih manusia. Apa yang dilakukan dengan kasih, yaitu melakukan 2 hal berikut ini:

1. Berkorban untuk menguduskan istri (akibat dosa dan masa lalunya).

ay. 25 - 27 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela."

Menghadapi perayaan Paskah, sebagai suami, maukah berkorban seperti Kristus ? Masalah itu sebenarnya sudah ada sebelum pernikahan terjadi (masalah mungkin karena dosa masa lalu istri). Suami memerankan seperti Kristus dengan berkorban sampai 'kedagingan mati' agar istri kudus tidak bercela. 

2. Suami mengasihi istri sama seperti tubuhnya sendiri (mengasuh dan merawat)

Ay. 28 - 30 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.  Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

Perlu waktu untuk merawat dan mengasuh istri, sebab banyak hal yang tidak bisa dimengerti pasangannya. Dan suami akan mempertanggung jawabkan istri dihadapan Tuhan pada waktunya, supaya tidak bercacat cela.

3. Suami meninggalkan orang tua dan bersatu dengan istrinya.

Ay. 31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

- Sudah mandiri dan dewasa secara iman, keuangan, dan ikatan emosi dengan orang tua.

- Sudah mengerti perbedaan prioritas sesudah menikah : 

1. Tuhan

2. Pasangan 

3. Anak 

4. Orang tua

5. Pekerjaan  

6. Pelayanan

Orang tua juga harus diperhatikan dengan cara tetap menghormatinya.

Efesus 6 : 1 - 3 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."

Orang tua harus ditaati dan dihormati supaya berbahagia dan panjang umur.

Masalah yang sering terjadi ketika dari pihak anak atau orang tua belum siap untuk meninggalkan atau ditinggalkan karena belum mandiri dalam iman, keuangan, dan ikatan emosi.

KESIMPULAN :

1. Pernikahan adalah sebuah hubungan Kristus dan Jemaat-Nya.

ay. 32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

- Pernikahan yang bahagia bisa terjadi, jika didalam pernikahan kita sudah terwujud/tergambar hubungan Kristus dengan jemaat-Nya.

2. Pahami Perbedaan Kebutuhan suami dan istri akan membuat kehiduoan pernikahan bahagia.

Ay. 33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya

- Kebutuhan suami > secara logika > Fungsinya menjadi seorang kepala keluarga

- Kebutuhan istri: dikasihi > secara emosinya > hati.

Rangkuman oleh Pdp. Willy Santoso, BSc :

Pagi ini kita belajar kiat-kiat untuk dapat memiliki pernikahan bahagia dari Efesus 5 : 22 - 23; yaitu :

1. Istri tunduk kepada suami.

Ini merupakan wujud takut dan taat istri kepada Kristus

2. Suami harus mengasihi istri. Kasih yang bersumber dari Allah, bicara tentang kasih Agape. Ini bentuk kasih yang rela berkorban untuk istri. 

3. Suami meninggalkan org tua untuk menjadi satu dengan istri. Dewasa secara jasmani dan spiritual.

Hubungan dengan orang tua akan membatasi diri untuk tidak bergantung secara emosional dan spiritual tapi menjadikan mereka menjadi penasihat.

Istri tunduk kepada suami, dan suami tunduk kepada Kristus, dengan begitu Tuhan dimuliakan.

Membangun hubungan suami istri dalam keluarga tidak mudah, karena itu harus selalu mengundang Kristus ditengah pernikahan, sehingga memiliki pengertian dan kesepakatan yang sama seperti yang Kristus inginkan.

Itu sebabnya, gereja ini mewajibkan setiap pasangan yang akan menikah mengikuti kelas Bimbingan Pra-Nikah, bahkan Gembala CK7 rindu agar anak-anak remaja juga dibekali dengan dasar-dasar fiman Tuhan sebelum masuk dalam pernikahan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email