• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

"Janji TUHAN teguh dan dapat dipercayai; seperti perak yang dimurnikan berkali-kali di dalam api." (Mazmur 12:7, TMV)

Janji TUHAN pasti. Tidak ada kata-kata-Nya yang sia-sia; semua yang diucapkan-Nya adalah kebenaran yang mutlak, seperti perak yang telah dimurnikan tujuh kali. (FAYH)

Tentang janji, semua orang pasti pernah membuatnya, entah janji kepada keluarga, teman, saudara, atau bahkan kepada Tuhan.

Pada umumnya, janji diucap untuk meyakinkan seseorang terhadap apa yang akan dilakukan. Contohnya, janji nikah di hadapan Allah untuk saling setia. Janji seorang anak untuk meyakinkan orangtuanya supaya diberi sebuah kepercayaan, dan masih banyak lagi jenis janji lainnya.

Namun, di antara banyak janji manusia, tak sedikit janji yang tidak ditepati, baik secara sengaja maupun tidak, sehingga akhirnya berujung pada kekecewaan.

Memang segudang faktor bisa membuat seseorang ingkar janji, tetapi apa pun alasannya, jika janji tidak ditepati pasti mengecewakan. Tetapi, tidak demikian halnya dengan Tuhan, Allah kita.

"Allah bukan seorang manusia yang suka berdusta; Ia tidak akan berganti pikiran seperti kebiasaan manusia. Pernahkah Ia berjanji, tanpa menepatinya?" (Bil. 23:19, FAYH)

"Marilah kita berpegang teguh kepada kepercayaan kita itu—yaitu segala sesuatu yang kita harapkan dan akui! Karena Dia sangat setia untuk memenuhi segala sesuatu yang Dia janjikan." (Ibrani 10:23, TSI)

Dalam perjalanan kehidupan Daud, ia senantiasa mengalami penggenapan janji-janji Tuhan, mulai dari janji menjadi raja bagi Israel, janji penyertaan dalam setiap langkah hidupnya, hingga janji kesetiaan Tuhan atas keturunannya. Sehingga dalam salah satu syair mazmurnya, Daud berkata bahwa sesungguhnya janji Tuhan itu murni dan teruji, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Di Alkitab, banyak tertulis janji Allah bagi orang percaya. Di antaranya, janji tentang hidup yang diberkati, kesembuhan, pertolongan, penghiburan, dan damai sejahtera. Bila saat ini kita menunggu janji-Nya, jangan putus asa atau berkecil hati, melainkan tetaplah percaya serta bersabar menanti, jawaban Tuhan pasti datang; yang harus kita pahami adalah waktu kita bukan waktu Tuhan, dan bagi Dia tak ada kata terlambat. Ia selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Kiranya Roh Kudus pun memampukan kita untuk tetap setia menanti penggenapan serta hidup dalam janji-janji-Nya di hidup ini. Peganglah teguh setiap janji Tuhan, jangan pernah lepaskan, karena hanya janji-Nya yang tak pernah mengecewakan, tidak pernah gagal.

Kupercaya janji-Mu ajaib, terukir dalam kehidupanku, ku berserah di dalam kekuatan-Mu, hanya Kau s'galanya bagiku. ~ NDC Worship

(Jenni)

Renungan Sebelumnya