• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

Keputusan-keputusan kita memiliki konsekuensi. Entah apa pun posisi, jabatan atau gelar pendidikan yang disandang, pilihan buruk yang diambil, biasanya akan berpengaruh negatif pula. Sebaliknya, opsi positif akan berdampak baik. Jika tidak, mungkin hanya menunggu waktu.

Jadi, sebaiknya kita sadar mana yang kita pilih, dan menentukan keputusan secara bijak sebelum menjadi sebuah tindakan.

Sayangnya, banyak orang sering kali mengambil keputusan yang salah. Tahun-tahun ataupun waktu yang terlewatkan pun telah terbuang percuma oleh karena pilihan-pilihan salah tersebut, bukan?

Nah, bagaimana caranya agar menghentikan kebiasaan-kebiasaan tidak baik maupun pengambilan pilihan-pilihan yang buruk?

Jika pernah mendengar tentang jam ataupun gelang Pavlok, mungkin kita akan tertarik mencobanya. Alat lumayan canggih tersebut mengaitkan prinsip terapi aversi, yakni berusaha menghentikan, menghilangkan atau menghindar dari tingkah laku tertentu yang tidak dikehendaki—misalnya kecanduan alkohol, merokok, pikiran negatif ataupun hendak menonton pornografi, kemarahan di jalan raya dan lainnya—dengan situasi yang tidak menyenangkan juga, yaitu terapi kejut listrik bervoltase rendah namun pasti tidak nyaman, supaya menarik kesadaran menentukan pilihan lagi.

Pendek kata, alat tersebut dipakai berulang-ulang sampai kebiasaan ataupun tingkah laku yang tidak dikehendaki itu menghilang saat tiap kali menghadapi atau mengalami situasi-situasi yang tidak menyenangkan muncul.

Nama alat itu sendiri maupun terapi aversi tersebut berangkat dari teori yang dikemukakan peraih Nobel asal Rusia, Ivan Petrovich Pavlov. Sementara, pendiri atau pencetus ide untuk pembuatan jam atau gelang canggih itu ialah Maneesh Sethi.

Namun, keberhasilan alat tersebut belum terjamin 100 persen bagi semua orang. Sebab, godaan akan selalu ada, dan kerap kali manusia membuat pilihan-pilihan yang salah atau keputusan yang kurang tepat. Apabila orang-orang saja masih jarang mau mendengarkan suara hati nurani mereka maupun menerapkan firman Tuhan untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup mereka, apalagi dengan sekadar alat di tangan seperti Pavlok tersebut. 

Bagaimana dengan kita, maukah mencoba memakai gelang "ajaib" tersebut, ataukah tetap berpegang pada hati nurani yang murni dan firman Tuhan, serta mengandalkan hikmat dan pertolongan Roh Kudus? 

Mazmur 25 : 12 (VMD), "Jika orang memilih untuk mengikut TUHAN, Ia akan menunjukkan kepadanya cara hidup yang terbaik."

A year from now you will wish you had started today. ~ Karen Lamb

Efesus 4 : 19 (BIS), "Mereka sudah tidak punya perasaan malu lagi, sehingga mereka mengikuti segala hawa nafsu, dan hidup cabul sesuka hati."

Mereka telah kehilangan rasa malu, dan mengisi hidupnya dengan melakukan yang jahat, dan semakin melakukan yang tidak pantas. (VMD)

Mereka tidak lagi menghiraukan mana yang benar dan mana yang salah, dan mereka telah menyerahkan diri kepada jalan yang cemar. Mereka merajalela karena didorong oleh hawa nafsu dan pikiran yang jahat. (FAYH)

~ FG

Renungan Sebelumnya