<< back

Tawar-menawar dengan Tuhan

“Maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.” (Kej. 19:29)  

Kota Sodom dan Gomora akan segera dihakimi Allah, dan banyak orang berkeluh-kesah tentang dosa kedua kota itu, tetapi Abraham tampil membela.

Dengan keberanian yang kudus, Abraham melakukan tawar-menawar dengan Tuhan. “Katanya: ‘Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?’ Firman-Nya: ‘Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.’” (Kej. 18:32)

Tuhan mendengar doa syafaat Abraham. Walau memang hukuman terhadap kedua kota itu akhirnya dilangsungkan, namun Allah menyatakan kemurahan-Nya pada orang-orang yang percaya kepada-Nya berkat permintaan Abraham. Allah pun berinisitif menyelamatkan Lot serta keluarganya oleh sebab doa Abraham. 

Kenapa Abraham berani tawar-menawar untuk sesuatu yang baik dengan Tuhan? Karena ia makin mengenal siapa Tuhannya dan intim dengan Dia. Bukannya memanfaatkan dan mempermaikan-Nya setelah mengenal Dia dan kasih karunia-Nya. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Gal. 6:7)

Bagaimana hubungan pribadi kita dengan Tuhan?  

Roh-Nya akan memberi kepekaan rohani tentang mana yang benar dan mana yang salah, sehingga kita hidup bukan dengan hikmat manusia, tetapi oleh hikmat Allah.


“Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?” (2 Taw. 20:7)