<< back

Seperti Apa Generasi Penerus Kita Kelak?

Betapa pentingnya mendidik anak-anak berulang dan berulang kali. Itu bukan tugas sekolah saja, atau Sekolah Minggu. Bukan tugas mertua, ataupun babysitter.

Suatu ketika, tampak sebuah pemandangan seorang ayah yang mengajari anak-anaknya di sebidang meja di suatu rumah makan hotel yang ada di Israel. Hal seperti itu masih terjadi pada zaman now

Rupanya firman Tuhan benar-benar tergenapi. “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” (Ul. 6:7). “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” (Ul. 11:19). 

Anak-anak dapat mencapai dan akan melakukan hal-hal besar apabila telah menerima nasihat-nasihat yang baik secara terus-menerus. Jangan pula kita meremehkan mereka, melainkan mesti mendukung, menyemangati dan mendorong mereka.

Yoas bahkan menjadi raja pada usia 7 tahun. Di bawah bimbingan imam Yoyada, raja Yoas pun ingin memperbaiki Bait Allah. “Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia” (2 Raj. 12:2). “Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada” (2 Taw. 24:2). Semasa dalam bimbingan penasihat yang benar, maka rakyat Israel pun menyembah Tuhan. Namun, ketika ia kehilangan arahan atau nasihat yang baik setelah Yoyada meninggal, orang-orang Israel kembali menyembah berhala. Bahkan ia berbuat jahat.

Itulah sebabnya kita perlu memberikan bimbingan dan nasihat bagi anak-anak maupun generasi-generasi penerus kita. Walaupun setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing, teladan hidup maupun dorongan nasihat kita pasti memiliki pengaruh besar. Kita pun perlu mengingat sejarah yang tercatat tentang perbedaan antara keturunan dari Max Juke(s) seorang yang tidak takut Tuhan, dan keturunan dari Jonathan Edwards seorang yang mengasihi Tuhan.

Keturunan Max Jukes: ratusan pernah dipenjara ketika masih remaja, ratusan hidup dalam pesta-pora dan suka mabuk, ratusan hidup miskin sebagai gelandangan, ratusan merupakan pelaku kejahatan, dan tak satu pun dari keturunannya yang memberi kontribusi positif bagi masyarakat atau negara.

Keturunan Jonathan Edwards: ratusan menjadi hamba Tuhan, misionaris maupun pengajar Alkitab, ratusan menjadi profesor, dan belasan sebagai rektor, puluhan menjadi penulis buku, puluhan berprofesi dokter, pengacara serta pengusaha, bahkan seorang menjadi wakil presiden, dan tak seorang pun yang menjadi beban negara.


“Yoyada menjadi tua, dan lanjut umur, lalu matilah ia. Seratus tiga puluh tahun umurnya ketika ia mati. Ia dikuburkan di kota Daud di samping raja-raja, karena perbuatan-perbuatannya yang baik di Israel terhadap Allah dan rumah-Nya.” (2 Taw. 24:15-16)