• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Evelyn Nadeak
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3
  • Ps. Evelyn Nadeak
  • 04 Agustus 2019
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Kuasa hanya bisa bekerja dalam hidup kita pada saat Firman Tuhan diperkatakan. Kita tidak akan dapat menikmati kuasa Firman apabila kita tidak memperkatakannya. Maka itu kita perlu belajar sebab ada kuasa Tuhan yang dahsyat pada saat Firman diperkatakan.

Fondasi untuk belajar Firman Tuhan

  1. Kita adalah produk dari apa yang kita makan.
  2. Kita adalah hasil dari apa yang kita konsumsi maka itu kita perlu buat pilihan makan yang benar.

  3. Kita adalah produk dari perkataan yang kita ucapkan
  4. Kita adalah nabi bagi masa depan sendiri karena apa yang kita ucapkan berkuasa.

  5. Kata-kata adalah wadah
  6. Kata-kata yang kita ucapkan mewadahi intensi, pemikiran dan ide-ide kita. Orang tidak akan pernah tahu isi hati kita apabila kita tidak bersuara.

For as he thinks in his heart, so is he [in behavior—one who manipulates]. He says to you, "Eat and drink," Yet his heart is not with you [but it is begrudging the cost] ( Proverbs 23:7 AMP version)

"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu." (Ams. 23:7)

Ayat ini menjelaskan tentang orang yang membuat pertimbangan dan pilihan dalam hati. Perkataannya tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya.

"Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yer. 17:9)

Mulut dapat mengatakan apa yang berbeda dari dalam hati. Hal-hal seperti ini dapat melukai orang lain karena orang lain merasa tidak dapat mempercayai kita.

MISALIGNMENT in our WORDS and ACTIONS cause us to be DEFEATED believer.

Kita boleh menjadi orang percaya, menjadi orang-orang yang beribadah tiap minggu. Namun ketidakselarasan dalam hati, perkataan, dan tindakan membuat kita menjadi orang yang tidak dapat melihat kuasa Tuhan.

Do we actually say what we BELIEVE? Or merely giving voice to our UNBELIEF ?

Apakah kita betul-betul mengatakan apa yang kita percayai atau sebetulnya kita hanya menyuarakan ketidakpercayaan kita. Ketika kita sedang mengalami masalah, apakah iman kita masih menyuarakan iman percaya kita kepada-Nya? Jika kita mau mengalami terobosan, kita harus mengubah perkataan kita.

Murid-murid " kepergok" saat berkata..."Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (saat mereka berada di tengah badai BERSAMA Yesus)

Murid-murid selalu berjalan dengan Yesus, dimuridkan, melihat mujizat yang dilakukan-Nya namun mereka tetap berpikir tentang kebinasaan. Ternyata mereka harus tetap mengalami goncangan. Apa yang harus kita latih ketika mengalami goncangan? Kita harus tetap memperkatakan pujian bagi-Nya. Pada saat kita memuji Tuhan kita akan menjadi selaras dengan-Nya. Yesus adalah pribadi yang berintegritas. Dia ingin kita menjadi serupa dengan-Nya baik dalam hati, perkataan, dan perbuatan. Apa yang dia janjikan akan terjadi dalam kehidupan kita. Bawa keselarasan ini dalam kehidupan kita sehari-hari

Words are containers for power. You choose what kind of power the carry – Joyce Meyer

Pilihan ada dalam diri kita. Apa yang akan kita isi dalam wadah kita? Pastikan wadah yang kita isi adalah kata-kata Tuhan dan kita akan menikmati hasil dari perkataan kita.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email