• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Rubin Adi Abraham, PhD
  • Ibadah Raya 3
  • Pdt. DR. Rubin Adi Abraham, PhD
  • 25 Agustus 2019
  • Pk. 11:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Hidup kita sebetulnya dibentuk dari serangkaian kebiasaan. Ada sebuah ungkapan "Taburlah pikiran dan anda akan menuai tindakan, taburlah tindakan dan anda akan menuai kebiasaan, taburlah kebiasaan dan akan menuai sifat, taburlah sifat dan anda akan menuai nasib". Kebiasaan akan menjadi sifat /karakter yang menetap. "Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?" (Yer. 13:23) Karakter Kristus akan didapat apabila kita merubah kebiasaan.

Arti kebiasaan : suatu perilaku rutin yang dilakukan secara teratur dan cenderung terjadi secara tidak sadar. Perlu kita pahami pertama-tama kita yang membentuk kebiasaan, lama-lama kebiasaan yang membentuk kita dan menunjukkan siapa diri kita. Kebiasaan lama-kelamaan akan mengontrol dan memperbudak kehidupan kita. Contoh : Perokok pada awalnya hanya mencoba merokok namun lama-kelamaan lebih memilih untuk merokok daripada makan.

40% lebih tindakan yang dilakukan seseorang setiap hari bukanlah keputusan sungguhan, melainkan kebiasaan (Peneliti Duke University 2006). Kebiaasan tidak dipikirkan lagi secara matang dan kita tidak ingin mencoba sesuatu yang baru.

Kebiasaan ditentukan oleh :

1. Warisan orang tua yang menjadi kebudayaan

2. Lingkungan (1 Kor. 15:33)

3. Keyakinan/pilihan kita

Dalam buku "The Power of Habit" karya Charless Duhigg mengatakan bahwa didalam kebiasaan ada tiga komponen :

1. Cue = Tanda atau isyarat tertentu

2. Routine = Aktivitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi rutinitas

3. Reward = Kenikmatan

Kebiasaan sifatnya tidak permanen tapi bisa diubah ketika ada sesuatu yang memberikan kenikmatan dihadirkan. Firman Tuhan dapat mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik (Mat. 3:8). Buah pertobatan yaitu kebiasaan lama digantikan dengan kebiasaan baru (Ef. 4:22-24), (ay. 25) Buang dusta x berkata benar, (ay. 26-27) Marah x kuasai diri, (ay. 28) Mencuri x kerja, membagi, (ay. 29) Perkataan kotor x perkataan baik, (ay. 30-32) Kepahitan x ramah, kasih.

Buang kebiasaan lama yang buruk : "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat." (Rom. 7:15) Suka menunda, malas, makan berlebihan, boros, jorok, egois, kurang komunikasi, kecanduan, temperamental (gampang marah).

Bangun kebiasaan baru yang baik : "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibr. 10:25) Berdoa, baca Alkitab, beribadah, bangun pagi, olahraga, rajin, bersyukur, suka belajar, menghargai orang lain, memberi, menolong.

Bagaimana caranya lepas dari kebiasaan lama yang buruk :

1. Temukan apa kebiasaan buruk/ dosa yang harus ditinggalkan. Contoh : pikiran, omongan kotor.

2. Cari penyebabnya. Contoh : marah, pornografi.

3. Tinggalkan pergaulan, tempat atau suasana yang merugikan.

4. Apa yang dilakukan ketika digoda. Contoh: nyanyi, lari, konseling. Konsisten!

Perbarui pola pikir (Rm. 12:2). Orang yang membaca alkitab adalah orang-orang pemenang mis-belief berubah jadi right-belief. Kita ciptaan baru dalam Kristus, tanggalkan manusia lama, kenakan manusia baru. (II Kor. 5:17, Kol. 3:9-10).

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email