• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Pada saat COVID-19 menjadi pandemi, kita harus bersiap memasuki krisis ekonomi yang bisa memicu krisis sosial.

Sekarang kita telah memasuki krisis ekonomi secara global, termasuk di Indonesia. Kita harus berdoa agar krisis ekonomi ini tidak berlarut-larut agar tidak menimbulkan krisis sosial.

Menurut survei Saiful Mujani Research, menyebutkan, 67% rakyat Indonesia mengatakan bahwa kondisi ekonomi mereka semakin memburuk sejak pandemi, 14% kondisi ekonomi tidak mengalami perubahan, dan hanya 5% yang mengatakan kondisi ekonomi mereka lebih baik.

Secara mayoritas, yaitu sekitar 77%, masyarakat menyatakan COVID-19 mengancam pemasukan atau penghasilan mereka. Dan 25% warga atau 50 juta warga dewasa sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman. 15% warga mengatakan bahwa tabungan mereka hanya cukup untuk beberapa minggu. Dan 15% lainnya menyatakan, tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk satu minggu.

Berdasar hasil survei itu, kita melihat kondisi ekonomi rakyat Indonesia dalam keadaan tidak baik. Kita harus banyak berdoa untuk hal ini!

Katakan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, dalam nama Tuhan Yesus Kristus! "Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi" (Mazmur 124:8).

Setelah Yesus bangkit, sebelum kenaikan-Nya ke surga, Yesus mengunjungi murid-murid yang sedang mencari ikan di danau Galilea. Sejumlah murid-Nya pun sedang dalam keadaan tergoncang, ketakutan, bahkan secara ekonomi juga terguncang, sebab sebelumnya mereka selalu bersama-sama Dia. Lalu mereka kembali ke Galilea untuk mencari nafkah & memenuhi kebutuhan mereka.

Semalam-malaman mereka mencari ikan, tapi tidak mendapat seekor pun. Lalu ada Seseorang yang bertanya, "Hai, anak-anak, adakah engkau mempunyai ikan?" Mereka tidak tahu itu adalah Tuhan Yesus. Lalu Ia berkata supaya tebarkan jala di sebelah kanan, maka mereka akan mendapat ikan.

Sebenarnya perintah-Nya itu tidak masuk akal, sebab hari telah siang. Jarak antara perahu mereka dengan pantai pun hanya sekitar 200 hasta (90 meter), jadi itu relatif dangkal, padahal biasanya ikan ada di tempat yang relatif dalam. Namun, mereka mau taat meski tidak ahu bahwa itu suara Yesus. Setelah itu, apa yang terjadi? Mereka memperoleh 153 ikan besar-besar, dan sadar bahwa yang menuntun mereka adalah Tuhan Yesus!

"Kata Yesus kepada mereka: 'Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?' Jawab mereka: 'Tidak ada.' Maka kata Yesus kepada mereka: 'Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.' Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan" (Yohanes 21:5-6).

MENGAPA MEREKA TETAP TAAT, MESKI TIDAK TAHU BAHWA ITU TUHAN YESUS? Karena mereka hidupnya intim dengan Tuhan Yesus.

Pada masa kesesakan, memang tidak mudah mendengarkan suara Tuhan, namun orang yang hidupnya intim dengan Tuhan, mereka bisa membedakan itu suara Tuhan meski samar-samar. Suara yang sering kita dengar, suara yang memberi tuntunan, suara yang memberi tahu apa yang mesti kita lakukan.

Saat memasuki krisis ekonomi sebagai dampak COVID-19, kita perlu peka mendengar suara Tuhan!

ADA TIGA MACAM SUARA:

1. Suara Tuhan

2. Suara hati kita

3. Suara Iblis

Bagaimana kita bisa membedakan bahwa itu suara Tuhan, yaitu kalau kita hidup intim dengan Tuhan, hati kita melekat dengan-Nya, kita dipenuhi Roh Kudus, dan firman Tuhan tinggal dalam kita, maka kita tahu itu adalah suara Tuhan.

Tuhan dapat berbciara kepada kita melalui bermacam-macam cara, baik secara audibel, melalui firman-Nya, nubuat, penglihatan, mimpi-mimpi, peristiwa-peristiwa yang terjadi secara umum maupun di sekeliling kita, dan lain-lain. Bagaimana kita bisa mengenali suara-Nya itu? Kita akan tahu kalau itu suara-Nya, sekali lagi kalau hidup kita intim dengan Dia, hati kita melekat dengan Dia, kita dipenuhi dengan Roh Kudus, dan firman-Nya tinggal di dalam kita.

Tuhan Yesus pun menekankan kehidupan orang percaya yang dipimpin oleh Roh Kudus—itulah kunci kemenangan sebagai orang-orang percaya.

Sebelum Dia naik ke surga, Dia memberi pesan kepada murid-murid-Nya: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8).

Setelah Roh Kudus tercurah, mereka dipenuhi Roh Kudus, dan mulailah kehidupan yang dipimpin Roh Kudus. Roh Kuduslah yang akan memberi kita perkataan untuk diucapkan & kemampuan untuk melakukan.

Roh Kudus bukan hanya di dalam kehidupan orang-orang percaya, melainkan juga kehidupan gereja. Dalam kehidupan bergereja, Tuhan menuntun melalui pemimpin jemaat. Kepada pemimpin jemaatlah, Roh Kudus menuntun untuk melakukan pekerjaan pelayanan & melakukan Amanat Agung, sehingga para peminpin akan menyatakan bahwa Tuhan berbicra & memerintahkan kepada mereka. Hal seperti itulah yang saya lakukan selama 32 tahun dalam pelayanan saya.

Setiap bulan Tuhan memberi tuntunan, dan kebanyakan tuntunan tersebut pada mulanya saya tak mengerti, tapi saya mau percaya, dan karena saya percaya, maka saya melakukan tuntunan itu. Saya melakukan seperti yang Paulus lakukan, "Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: 'Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata,' maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata" (2 Korintus 4:13).

Pada awalnya, tuntunan-Nya tidak masuk akal dan sulit dimengerti, tapi saya lakukan. Meski tidak masuk akal dan tidak mengerti, saya tetap melakukannya. Nah begitu saya melakukannyalah, maka pengertian pun akhirnya dibukakan.

Tema yang Tuhan berikan untuk tahun 2020 adalah Tahun Dimensi yang Baru.

Pada awal tahun, dengan tuntunan Tuhan, saya pernah mengatakan bahwa tahun ini untuk mencari nafkah tidak bisa dengan cara yang seperti biasanya, tetapi harus dengan cara Tuhan.

Tuhan pun banyak memberi kita ayat-ayat untuk menguatkan hal itu.

Dalam Alkitab, ada dua hal supaya kita diberkati secara marteri:

1. Memberi

2. Menabur

Dalam Lukas 6:38 dikatakan, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6:38).

Amsal 11:25 berkata, "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum" (Ams. 11:25).

Amsal 19:17 berkata, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu" (Amsal 19:17).

Banyak orang yang mempunyai pengertian bahwa ayat-ayat tersebut hanya diperuntukkan bagi orang yang berkelebihan uang, bukan yang berkekurangan. Tapi saya mau katakan kepada kita bahwa ayat-ayat ini bukan hanya untuk orang yang kelebihan uang saja, melainkan juga orang-orang yang sedang kekurangan uang.

Pada waktu Yesus melihat janda miskin yang memberi 2 peser sebagai persembahan, Tuhan berkata, "Lalu Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'" (Lukas 21:3-4).

Saya percaya, bahwa Tuhan Yesus memberkati janda miskin itu secara berlimpah-limpah! Amin!

Kita juga bisa lihat pada waktu Tuhan menyuruh Elia datang ke janda Sarfat untuk mendapat makan pada masa kekeringan. Waktu itu, janda itu hanya punya tepung dan minyak yang hanya cukup untuk membuat makan bagi dia dan anaknya, tetapi Elia berkata bahwa jika janda Sarfat itu memberi sebagian roti kepadanya, maka dia tidak akan mengalami kehabisan minyak dan tepung sampai masa kekeringan berakhir.

"Tetapi Elia berkata kepadanya: 'Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi'" (1 Raja-raja 17:13-14).

Tidak mudah pasti bagi janda Sarfat itu, tetapi dia percaya pada apa yang dikatakan Elia, dan ketika dia bertindak, maka terjadilah seperti yang dikatakan Elia, bahwa tepung dan minyak itu tidak berkurang sampai masa kekeringan berakhir. Hal seperti itulah yang pernah saya alami! Mungkin banyak orang juga yang mengalami hal seperti itu akhir-akhir ini.

Saya percaya, saya ada sebagaimana adanya seperti saat ini adalah karena saya melakukan perintah-Nya itu, seperti yang janda Sarfat lakukan.

Hari-hari ini kita bersatu melawan COVID-19, dan kita akan menabur untuk saudara-saudara kita yang terkena dampak. Karena itu, kita yang mengalami dampak buruk akibat COVID-19, sekali lagi saya ingatkan seperti dari Amsal 10:22, "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."

Kalau kita hidup sesuai firman Tuhan, pasti kita diberkati oleh Tuhan berlimpah-limpah!

Tuhan Yesus berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:31-33).

Seperti yang Tuhan katakan kepada saya, untuk menghardik COVID-19 dan semua dampaknya, mari kita hardik, "Dalam nama Tuhan Yesus, COVID-19, krisis ekonomi, DIAM! TENANGLAH!" Kita sedang berada dalam peperangan rohani yang dahsyat melawan Iblis. Dengan melakukan itu, kita sedang mendeklarasikan kemenangan!

Semakin hari, pertambahan & perbedaan angka kesembuhan terhadap angka kematian akibat COVID-19 pun semakin besar. Saya percaya, pertambahan besar kesembuhan ini merupakan penghiburan bagi kita semua. Tuhan Yesus baik!

Mari kita juga masuk dalam puasa sejak 10 April sampai 8 Mei 2020.

Menataplah ke masa depan, sambil berkata seperti di Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Melalui semua peristiwa ini, kita akan semakin serupa dengan Yesus dan sungguh menjadi murid-Nya. Ingat, tujuan kita sebagai orang Kristen adalah untuk menjadi serupa seperti gambar-Nya, menjadi murid-Nya, dan tugas kita adalah dalam melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, pergi memberitakan Injil, dan menjadikan semua bangsa sebagai murid Tuhan Yesus Kristus.

Pentakosta Ketiga akan memberi kita kuasa untuk menyelesaikan Amanat Agung. Amin.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email