• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M.Th
  • 2PM
  • Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M.Th
  • 04 Agustus 2019
  • Pk. 14:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Jika secara umum, arti kata freedom adalah kemerdekaan ataupun kebebasan. Tetapi makna rohaninya, ada dua: merdeka yang dimaknai orang fasik, dan merdeka yang dimaknai orang benar. Fasik artinya tidak tahu, tidak mau tahu, dan tidak pernah mau mengakui tentang ketidaktahuannya. Orang fasik yang berbuat salah tidak akan mau mengaku salah. Orang benar tidak bisa direkayasa, tetapi ia dibenarkan oleh karya Tuhan sehingga yang dulunya orang fasik, tapi ketika dibenarkan menjadi orang benar, melakukan segala sesatu dengan benar, dan hidupnya diterima oleh Tuhan.

Freedom untuk orang fasik adalah kebebasan yang tanpa batas dan melakukan yang ia mau. Freedom untuk orang benar adalah kebebasan yang ada syaratnya, tidak seenak-enaknya. Misalnya, orang yang masih singel merasa sebebas-bebasnya. Berbeda dengan orang yang sudah menikah, pasti ada peraturan, bisa melakukan sesuatu tapi tidak mau melakukannya karena Tuhan tidak mengizinkan. Kemerdekaan yang benar adalah bagaimana kita bisa menang dengan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Contohnya, Yusuf anak Yakub.

  • "Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: 'Suruhlah keluar semua orang dari sini.' Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya" (Kej. 45:1). Hal paling penting dalam hidup ini adalah melepaskan ego terhadap orang-orang lain. Yusuf pernah dijual sebagai budak, difitnah memperkosa, lalu menjadi orang penting yang bisa saja berbuat apa saja untuk membalas, tetapi ia mau mengampuni. Sebagai orang yang dimerdekakan Tuhan, ia tidak menyimpan dendam ke orang lain. Kiranya kehadiran kita di manapun bukannya menjadi batu sandungan, melainkan berkat. Kalau kita belum dimerdekakan, kita tidak akan merasa damai sejahtera. Kalau kita sudah dimerdekakan, kita tidak boleh bocor mulut. Jika hatimu sudah dimerdekakan Tuhan, engkau adalah orang yang hatinya penuh damai dan sukacita.
  • "Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun" (Kej. 45:2). Jika kita sungguh-sungguh ingin merdeka, deklarasikan dan nyatakan pada Tuhan, sampaikan apa yang tidak kita sukai, marah boleh tapi jangan sampai amarahmu melukai hati orang lain. Iblis paling tidak suka kita mendeklarasikan perasaan dan apa yang ada dalam hidup kita ke Tuhan supaya kita tetap menyimpannya saja. Kalau engkau orang merdeka, tidak boleh terikat lagi dengan banyak hal. Kalau ingin menangis, marah, silakan. Tidak mudah memang mempraktikkan kemerdekaan ini. Ada harga air mata, apalagi ketika melakukannya secara langsung kepada orang yang bersalah pada kita.
  • "Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: 'Marilah dekat-dekat.' Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: 'Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir'" (Kej. 45:4). Orang yang sudah dimerdekakan harus menuntaskan akar dari permasalahan. Sewaktu Yusuf dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, maupun digodai oleh istri Potifar, Yusuf tidak komplain sama sekali. Karakter seseorang aslinya itu akan terlihat sewaktu ada masalah. Yusuf pun pernah menjadi orang yang tidak sempurna karena menyimpan sakit hati. Tetapi ia mau mendeklarasikan perasaannya di hatinya itu. Percuma kita menyimpan dalam hatimu sebab itu merugikan diri kita sendiri. Kalau kita belum tuntas di dalam hati, percuma karena di dalam diri kita harus dideklarikan supay ahidup kta berjalan sesuai kemauan Tuhan dan apa pun yang kita lakukan pasti diberkatIi Tuhan.
  • "Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu … Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong" (Kej. 45:5&7). Orang yang sudah dimerdekakan, cara pandangnya terhadap masalah dan cara melihat masa lalunya itu tidak picik. Orang yang demikian adalah orang yang rohani, sudah dimerdekakan, tidak melihat masa lalu dari kacamata yang negatif, melainkan dari kacamata yang positif. Orang yang sudah dimerdekakan Tuhan bisa menolong orang lain, dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa dan akan melakukan perkara-perkara besar bersamanya. Kalau hati kita benar, kita akan jadi orang yang merdeka dan dipelihara dan diberkati Tuhan, pintu-pintu akan dibukakan bagimu.
  • "Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir … Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia" (Kej. 45:8&15). Orang yang sudah dimerdekakan Tuhan, akan diangkat lebih daripada kapasitasnya! Kalau ada anointing (urapan), ada kuasa. Ia akan dipromosikan Tuhan tanpa mempromosikan diri, tanpa ada yang bisa menurunkan, karena Tuhan yang menjagainya. 
Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email