• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Lydia Dewi Yana
  • Ibadah Raya 1
  • Pdt. Lydia Dewi Yana
  • 24 November 2019
  • Pk. 07:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Dalam hidup ini berlaku hukum tabur tuai. Apa yang kita lakukan adalah apa yang kita tabur, dan suatu saat kita akan menuai. Oleh sebab itu Kita bisa menuai apabila kita menabur. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;( Pen. 3:2); Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.( Gal. 6:7). Artinya kita bisa membohongi manusia dengan berbagai cara, tetapi Tuhan tidak bisa di bohongi, oleh sebab itu Tuhan katakan, JANGAN SESAT!, karena kita tidak bisa mempermainkan Tuhan dengan menabur keburukan dalam hidup kita.

1. Menabur yang baik maka kita akan menuai yang baik.

Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.( Ams. 11:18) Tuhan mengajarkan, jika kita menabur hal yang buruk, kita tidak mungkin menuai kebaikan, melainkan kita akan menuai hal yang sia-sia. Kita harus menabur dalam Roh, maka kita akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.(Gal. 6:8b).

2. Menabur yang buruk maka kita akan menuai yang buruk.

Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya (Gal. 6:8). Orang yang menabur dalam daging yang artinya melakukan hal yang bersifat daging dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya. Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga. Mereka binasa oleh nafas Allah, dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya.( Ayb. 4:8-9).

Kita menuai Setelah Menabur

Dalam menabur kebaikan kita tidak boleh jemu-jemu. Banyak orang akan setia dan berintegritas dalam melakukan kebaikan dan menabur Kebaikan. Tetapi disaat kebaikan yang di tabur tidak menuai kebaikan juga, maka sering kali akan membuat kita jemu dalam menabur kebaikan dan menjadi lemah. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.( Gal. 6:9-10). Tuhan ingin kita dapat tetap mengucapsyukur dalam segala hal dan jangan jemu-jemu dalam berbuat baik. Apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, percayalah itu adalah kebaikan yang Tuhan sediakan bagi kita. Karena rencana Tuhan selalu yang terbaik bagi hidup kita. Banyak orang akan kecewa, saat meminta sesuatu tetapi jawaban Tuhan tidak sesuai dengan keinginan kita. Saat apa yang kita inginkan, Tuhan tidak menjawab, kita diajarkan untuk tetap dapat mengucapsyukur.

Tuhan ingin mengajarkan kita untuk menabur. Karena dengan apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.( Maz. 126:5); Saat kita dapat tetap mengucapsyukur walaupun sedang mengalami hal yang buruk, maka kita akan menuai dengan sorak sorai sesuai dengan waktu Tuhan. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:( Mrk. 4:2); dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,( Luk. 8:2); Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."( Luk. 13:19)

Sekarang musim menuai. Renungkan, apa yang telah kita tabur selama hidup kita. karena sekarang adalah musim menuai. Jika kita memiliki masa lalu yang menabur kedagingan, marilah sekarang minta kepada Tuhan untuk merubah dan mengajarkan kepada untuk dapat menabur dalam Roh, yaitu menabur kebaikan dan selalu mengucapsyukur dalam segalam hal. Amin.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email