• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Gina Dharmawan
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Ev. Gina Dharmawan
  • 10 Mei 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Banyak orang memiliki respons yang salah ketika di dalam tekanan. Tetapi, kita sebagai anak-anak terang, anak-anak Allah seharusnya berespons dengan benar dan menjadi teladan di dalam tekanan.

Di TAHUN DIMENSI YANG BARU atau The Year of A New Dimension ini, pada tahun 2020 kita memasuki sesuatu yang baru. Ada physical distancing (jaga jarak secara fisik), spiritual uniting (bersatu dalam kerohanian), dan social solidarity (solidaritas sosial). Ada perubahan dari ibadah offline atau di gedung menjadi online atau melalui internet dan sosial media. Ada online worship service ataupun ibadah live streaming.

Dan di dalam ibadah online tersebut, janganlah kita datang dengan tangan hampa, melainkan kita dapat memberikan online giving atau persembahan yang sebenarnya lebih cepat serta mudah secara transfer.

"Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, menurut rupa-Nya sendiri. Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna". (Efesus 3 : 10)

"Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu". (Keluaran 23 : 25).

Saya percaya, segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Tuhan. Justru melalui ibadah online atau live streaming, inilah waktunya untuk berbagi rhema atau pesan firman Tuhan. Sebab :

SHARING IS CARING (Berbagi Itu Peduli)

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan" (Roma 10 : 9 - 10).

"Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: 'Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik' (Roma 10 : 14 - 15)!

"Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata : 'Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?' Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi aku bertanya : Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya : 'Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi' (Roma 10 : 16 - 18).

Jika virus sekecil COVID-19 saja bisa mengguncang dunia, apalagi seharusnya iman kita yang walau sebesar biji sesawi pasti bisa memindahkan gunung! Di balik guncangan pasti ada mukjizat. Dia punya cara-cara yang berbeda untuk melakukan mukjizat dalam kehidupan kita. Lihatlah sisi baik dan positif yang masih ada di dalam segala keadaan yang terjadi saat ini.

Ini adalah tahun percepatan bagi Pentakosta Ketiga dan penuaian jiwa besar-besaran! Melalui sosial media, kita bisa menerapkan firman Tuhan sesuai Roma 10 : 16 - 18.

Berdasar riset We Are Social dari Hootsuite yang dirilis pada Januari 2019, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara itu, pengguna media sosial mobile atau gadget mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi.

Generasi Yeremia atau generasi muda yang berusia antara 10 - 49 tahun di Indonesia pada 2020 ini pun diperkirakan mencapai jumlah sekitar 83.005.100 jiwa (untuk perempuan) dan 84.734.900 jiwa (untuk laki-laki). Total keseluruhan adalah 167.740.000 orang atau 62,12% dari jumlah total penduduk sekitar 270 juta jiwa.

Bangkitlah Generasi Yeremia! "Tetapi TUHAN menjawab, 'Jangan katakan engkau masih terlalu muda. Kalau Aku mengutus engkau kepada siapa pun, kau harus pergi, dan semua yang Kusuruh kaukatakan, haruslah kausampaikan kepada mereka" (Yeremia 1 : 7).

Sebab keaktifan menggunakan sosial media ada pada Generasi Yeremia, dan pemberitaan Injil bisa sampai ke seluruh dunia. Lewat kejadian pandemi ini pun, pemberitaan firman Tuhan bisa disampaikan dan kita dapat menjadi pemenang dan teladan di dalam tekanan. Tuhan punya banyak cara yang mungkin tak sanggup dipikirkan oleh otak manusia.

LIFE-CHANGING (Perubahan Hidup)

Hari-hari ini adalah saatnya untuk kita berubah. Perubahan hanya bisa dijalani antara dua pilihan cara: melalui kesadaran diri (by will) atau dengan paksaan (by force).

Jika melalui kesadaran diri, maka kita melakukannya berdasar kesadaran atas karya salib penebusan Kristus bagi hidup kita. "Sebenarnya bukan lagi aku yang hidup sekarang ini, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku. Aku masih hidup dalam tubuhku, tetapi aku hidup oleh iman di dalam Anak Allah. Yesus mengasihi aku dan memberikan diri-Nya sendiri untuk menyelamatkan aku" (Galatia 2 : 20).

Jika berubah gara-gara paksaan, maka biasanya kita melakukannya karena ada ancaman (threat). Jika ada ancaman, biasanya juga ada ketakutan (fear) Ketakutan biasanya ada tiga jenis:

Fear of rejection (takut ditolak), banyak orang takut tertolak

Fear of failure (takut gagal), banyak orang yang tidak mau gagal

Fear of death (takut mati), inilah rasa takut yang paling mendasar, banyak orang yang ingin masuk surga, tetapi takut mati.

Padahal Allah tidak memberi kita roh ketakutan! "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Timotius 1 : 7). Kata ketertiban sendiri dalam bahasa Yunani pada ayat tersebut adalah sophronismos yang berarti ada pertimbangan matang dan pengendalian diri. Jadi jika kita memiliki ketertiban, maka sebenarnya kita mempunyai waktu untuk mempertimbangkan sesuatu secara matang serta mengendalikan diri.

"Sebab Roh yang Allah berikan kepada kita, bukanlah Roh yang membuat kita menjadi penakut. Sebaliknya Roh Allah itu membuat kita menjadi kuat, penuh dengan kasih dan dapat menahan diri" (2 Timotius 1 : 7)

"Orang yang berhati-hati mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang mungkin harus dihadapinya dan bersiap-siap untuk itu, tetapi orang yang berpikiran picik bertindak sembrono dan menderita akibatnya" (Amsal 22 : 3).

"Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka" (Amsal 27 : 17).

Kita harus bertekum dalam ujian iman, merendahkan diri kita, bertobat dari jalan-jalan yang jahat, dan mencari wajah Tuhan.

"Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun" (Yakobus 1 : 3 - 4).

"Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Tawarikh 7 : 13 - 14).

"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat" (Yesaya 55 : 6)!

"Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka" (2 Tawarikh 15 : 4).

Karena masih ada Tuhan, maka dengan iman kita dapat menjadi teladan di dalam tekanan.

"Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya"(Mazmur 91 : 15).

Berserulah kepada Tuhan di dalam kesesakan. Memang tidak mudah untuk berseru ketika di dalam kesesakan, dan lebih gampang untuk berseteru di dalam kesesakan. Tetapi, imani bahwa Tuhan berjanji menyertai, meluputkan dan memberkati kita.

Bagaimana kerohanian dan kehidupan doa kita selama masa-masa COVID-19 ini? Apakah kita lebih banyak membaca firman Tuhan daripada berita-berita di luar?

SALVATION (Keselamatan)

Di dalam SALVATION kita mengalami ketiga hal ini:

JUSTIFICATION atau dibenarkan lewat penebusan karya salib (Roma 3 : 23 - 26)

SANCTIFICATION atau disucikan/dikuduskan melalui menjaga diri dan membangun karya hidup (Yudas 1 : 20 - 21), hingga akhirnya

GLORIFICATION atau dimuliakan oleh Tuhan

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus" (Roma 3 : 23 - 26).

Kita yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita telah menerima Justification atau pembenaran. Lalu, kita akan masuk dalam proses Sanctification.

"Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1 : 20 - 21).

Di dalam proses Sanctification, banyak iman orang yang mungkin jatuh. Sebab tidak mudah untuk hidup kudus dan suci. Apa yang harus kita lakukan supaya dapat masuk dalam proses Glorification? Sesuai ayat di atas :

• bangunlah diri kita di atas dasar iman yang paling suci dengan rajin membaca firman Tuhan dan masuk komunitas yang benar (COOL)

• berdoalah di dalam Roh Kudus. Karena itu, Roh Kudus harus ada di dalam hati kita

• memelihara diri kita (menjaga hidup)

Tanpa daya juang di dalam proses Santification ini, kita tidak akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Tuhan. Tanpa daya juang, tidak akan ada Glorification bagi kita. Jadi, tetaplah bangkit dan masuklah dalam proses yang dari Tuhan. Raihlah mahkota kehidupan itu dari Tuhan.

"Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas" (Mazmur 66 : 8 - 12).

Pegang dan jaga hidup kita di dalam Tuhan dengan hidup kudus, suci dan hati yang murni, maka Tuhan yang akan membela kita!

Di dalam masa kesesakan ini juga, naikkanlah pujian kepada Tuhan. Sebab praise and worship will confuse the Enemy atau pujian dan penyembahan kita akan mengalahkan si jahat (Iblis).

"Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu" (Wahyu 3 : 11).

Tuhan Yesus Memberkati

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email