• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Yosua Yongky Tan
  • Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 5
  • Pdt. Yosua Yongky Tan
  • 13 Oktober 2019
  • Pk. 09:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Setiap orang menginginkan hidup penuh dengan kebahagiaan. Hidup berbahagia ketika kita hidup dengan mendengarkan firman dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu terjadi ketika kita bisa memikat hati Tuhan dan mendapat perkenanan Tuhan. Bagaimanakah memikat hati Tuhan dan sesama?

"Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?". (Kej. 41:38); "Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kej. 41:41)

Kita tahu bahwa peninggian/ peningkatan/ promosi hanya berasal dari Tuhan. Ada kisah dalam Alkitab yaitu seorang yang bernama Yusuf yang menceritakan bagaimana kisah hidupnya dari penderitaan kepada kebahagiaan. Kenapa itu bisa terjadi kepada Yususf? Karena dia bisa memikat hati Tuhan dan sesama, sehingga kehidupannya semakin lama semakin dipakai Tuhan, mendapatkan perkenanan Tuhan dan diberkati Tuhan. Apa yang dikerjakan oleh Yusuf sehingga dia berhasil memikat hati Tuhan dan sesama? Cara memikat hati Tuhan dan sesama adalah :

1. YUSUF BERTOBAT DARI DOSA TINGGI HATI

"..... Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya". (Kej. 37:2b); Akar dari segala dosa adalah kesombongan/ keangkuhan dan Tuhan sangat membenci kesombongan. Dosa kesombongan merupakan dosa yang tidak bisa terdeteksi dan seringkali dilakukan dengan tidak sadar. Kesombongan seringkali muncul ketika kita merasa lebih dari pada orang lain, lebih pintar (dosa intelektual), lebih kaya, lebih berkuasa, lebih terkenal (dosa pergaulan), dll. Dalam cerita ini, Yusuf secara tidak sadar menjadi sombong, karena dia merasa lebih disayang oleh ayahnya dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Dia suka mengadu kepada ayahnya mengenai kelakuan saudara-saudaranya, hal itulah yang menyebabkan timbulnya pertengkaran dan rasa tidak suka di hati saudara-saudaranya sehingga pada akhirnya dia dibuang oleh saudara-saudaranya. Pada akhirnya Yusuf bertobat.

"Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, ....". (Ams. 13:10a); Keangkuhan akan menimbulkan pertengkaran. Kesombongan juga membuat kita selalu merasa tidak puas. Oleh karena itu, hati-hati dengan dosa kesombongan ini. Sebab sesungguhnya tidak ada yang dapat kita banggakan karena apa yang kita miliki selama hidup di dunia ini semua berasal dari Tuhan. Kita harus meninggalkan kesombongan dan keangkuhan. "Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan". (Ams. 22:4). Saat kita hidup dengan kerendahan hati maka kita akan memiliki kehidupan yang bahagia dan dipuaskan.

2. YUSUF BERLAKU BENAR TANPA PENGAWASAN

"Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar". (Kej. 39:12); Berlaku benar saat ada yang mengawasi adalah hal biasa dan mudah, bahkan orang yg tidak mengenal Tuhan pun dapat melakukannya. Tetapi apakah kita bisa berlaku benar tanpa adanya pengawasan di kantor, dirumah, dan dimanapun kita berada? Yusuf tidak mempergunakan kesempatan itu untuk melakukan dosa, dia tetap berlaku benar walaupun tanpa pengawasan. Dia berlari menjauh dan pergi meninggalkan dosa. Tanpa dilihat orang lain ataupun diawasi oleh orang lain kita harus tetap hidup dalam kebenaran dan lari menjauh dari dosa. Inilah integritas orang-orang yang percaya kpd Tuhan, selalu berlaku benar baik saat diawasi maupun tidak diawasi oleh orang lain karena upah kita dari Dia. (Kol. 3:23-24)

3. YUSUF BERESPON BENAR

"Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia". (Kej. 45:15); Kita harus berespon benar terhadap segala keadaan. Respon yang benar akan menghasilkan hasil yang benar, dan sebaliknya. Apa yang dialami Yusuf dapat menyebabkan hatinya kecewa dan pahit, sakit hati kpd saudara-saudaranya. Tetapi yang dilakukan Yusuf saat bertemu dengan saudara-saudaranya adalah mencium semua saudaranya dengan mesra dan memeluk mereka. Yusuf memilih untuk mengampuni dan melupakan perbuatan saudara-saudaranya sekalipun ada cara untuk membalasnya. Yusuf memilih untuk berespon dengan benar. Pilihan ada di tangan kita masing-masing.

4. YUSUF PENUH DENGAN ROH ALLAH

"Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" (Kej. 41:38); "Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf". (Kej. 39:3-4a)

Yusuf bisa bertobat dari dosa tinggi hati, bisa berlaku benar tanpa pengawasan dan bisa berespon benar karena Yusuf penuh dengan Roh Allah. Orang yang penuh dengan Roh Allah ditandai dengan bisa berbahasa roh. Ketika hidup kita penuh dengan Roh Allah maka kita akan mendapat kasih dan perkenanan dari Tuhan.

Hiduplah dengan memikat hati Tuhan dan sesama, dengan cara : Bertobat dari Dosa Tinggi Hati, Berlaku Benar Tanpa Pengawasan, Berespon Benar, Penuh dengan Roh Allah, sebab dengan begitu maka kita akan mendapat kasih, pemulihan, perkenanan Tuhan, perlindungan, penyertaan dan diberkati oleh Tuhan.Amin!

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email