Live Streaming12 April 2020, Pk. 07:00 WIB
  • Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Anthony Chang, M.Th
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
"Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-- ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (2 Kor. 12:1-10).

Kisah dari Rasul Paulus diatas, Tuhan menjawab TIDAK.

Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. (Mat. 8:2-3)

Kisah diatas, Tuhan menjawab IYA terhadap pergumulan dari seorang yang Sakit Kusta.

Pergumulan orang Kristen adalah berusaha untuk mengerti apa yang Tuhan mau dalam hidup. Bagaimana kita mendeskripsikan jawaban Tuhan atas pokok doa kita? Ketika kita menaikkan doa, ada tiga kategori yang menjadi makanan rohani perjalanan hidup orang percaya yaitu : "Tunggu", "Tidak", dan "Ya". Masing-masing jawaban ini memiliki keunikan masing-masing.

Jawaban TUNGGU

Tunggu adalah hal yang paling menarik dalam proses. Hasil dari proses menunggu doa adalah jawaban "tidak" atau "ya". Letak kerohanian kita ada pada bagian ini. Jika kita memahami fungsi dari menunggu ini kita tidak akan berpikir negatif dan curiga tentang Tuhan. Terkadang kita kurang sabar dan tekun menunggu sehingga kita mengambil keputusan sendiri dan kita akan mulai menghakimi Tuhan. Contoh tokoh dalam Alkitab yang harus melalaui proses menunggu adalah Habakuk. Setelah Habakuk menunggu, jawaban Tuhan adalah "tidak". Pada akhirnya dia mengetahui panggilan hidupnya untuk menemani umat yang sedang kesusahan dan tersiksa (Hab. 3:17-19). Ini yang dinamakan letak kemampuan seorang hamba Tuhan dalam pembelajaran hidup. Penantian dalam menunggu jawaban doa adalah cara Tuhan melatih kerohanian kita. Jika kita mampu menjalani proses menunggu ini, kita akan menerima hasil dari jawaban Tuhan entah itu "tidak" atau "ya".

Jawaban IYA

Ketika Tuhan menjawab "ya", ada dua pemahaman. Yang pertama doa yang menjadi keinginan kita sama dengan keinginan Tuhan. Yang kedua jawaban Tuhan melampui doa kita. Namun jangan menjadi sombong rohani. Karena kesombongan akan membawa kejatuhan Rohani dalam hidup kita.

Jawaban TIDAK

Sebagai manusia pasti punya cita-cita dan pengharapan dan ingin menjadi lebih dari orang lain. Ketika Tuhan menjawab "tidak" biarlah hati kita tidak menjadi tawar. Paulus mengatakan bahwa dia rela kesulitan dalam mengikut Kristus (2 Kor. 12:9). Contoh dalam Alkitab yaitu ketika Yesus berdoa di taman Getsemani agar biarlah cawan berlalu dari diri-Nya namun Bapa menjawab "tidak" agar kita semua diselamatkan. Semua urgensi dari jawaban "tidak" adalah untuk kebaikan kita pada akhirnya.

Apapun pergumulan kita hari-hari ini, jangan merasa Tuhan tidak mendengar doa kita. Tuhan akan menjawab doa kita dengan cara-Nya sendiri. Belajarlah menunggu secara konsisten sambil menjalani proses sehingga kerohanian kita bertumbuh dan percaya suatu hari kita akan menerima kebaikan dari Tuhan (Rom. 8:28). Jawaban doa adalah hak dan kedaulatan-Nya, sedangkan tugas kita menjalani proses dalam menunggu jawaban "tidak" atau "ya".

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email