Live Streaming12 April 2020, Pk. 07:00 WIB
  • Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Philip Mantofa
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Pertama-tama, selamat Tahun Baru bagi kita semua! Kita akan bicara tentang Manna. Kita rata-rata akan menua di tempat kerja ataupun sekolah, jadi pastikan kita bisa menemukan Manna dari Tuhan. Manna berbicara tentang berkat Tuhan & tujuan hidup dari Tuhan bagi kita.

“Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: ‘Apakah ini?’ Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: ‘Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.’” (Kel. 16:13-15)

Manna adalah makanan bangsa Israel di Perjanjian Lama. Untuk mengambil Manna adalah di pagi hari, dan bangsa Israel harus berlutut, karena Manna berada di tanah. Artinya, rezeki bukan berada di tempat pekerjaan kita, tetapi saat kita berlutut di pagi hari kepada Tuhan, yaitu waktu teduh & berdoa kepada Tuhan. Berkat bagi kita bukan di tempat kerja & jam check log (mesin absen) ataupun lembur, tetapi di jam-jam doa kita! Begitu juga untuk para anak-anak muda yang bersekolah atau kuliah, rezekimu bukan di jam-jam sekolah, tetapi di jam-jam doamu yaitu di saat teduh. Jangan tinggalkan saat-saat teduh kita. Ketahuilah, sumber berkat adalah di dalam hubungan kita dengan Tuhan. Berkat kita bukan ada di atas, tetapi di bawah, yaitu ketika kita berlutut (bersujud) dan merasakan hadirat Tuhan. Berkat kita ada pada doa & penyembahan, bukan pada kepintaran ataupun customers kita. Bagi Dia, berkat itu semudah membalikkan tangan, apalagi pada masa-masa krisis sekarang ini, tetapi Tuhan menunggu persekutuan dengan kita. Jangan tunda-tunda doa. Bangunlah mezbah keluarga. Jangan “diwakilkan” untuk berdoa! Untuk meeting saja kita sering kali tidak bisa diwakilkan, apalagi doa. Bangunlah kerohanian kita. Khususnya para decision makers (pengambil keputusan), Andalah yang berdoa!

Kata-kata “Apakah ini?” di ayat 15 tadi bermakna tentang dua jenis tanggapan orang terhadap berkat Manna (manhu) dari Tuhan:

• Manna: “Apa ini?!” -> BERNADA MEREMEHKAN DAN MENGHINA. Banyak orang berdoa minta berkat, tapi mendapat sedikit dari Tuhan, dan menghinanya dengan penuh keraguan. Kadang Tuhan tidak langsung beri mukjizat besar, tetapi memberikan benih. Jadi, pekalah! Tuhan kadang menjawab doa di luar ekspektasi (harapan) kita. Sewaktu Tuhan memberi jawaban yang sederhana atas doa Anda, itu barulah permulaan. Never undermine small answers, jangan pernah meremehkan jawaban-jawaban kecil.

• Manna: “Apakah ini?” -> RESPONS ORANG YANG PERCAYA PADA IMAN KEPADA TUHAN DENGAN MENGHARGAI DAN SETIA TERHADAP PERKARA KECIL YANG TUHAN PERCAYAKAN. Tentukan pilihan kita tentang menerima berkat atau Manna dari Tuhan: Mau bimbang ataukah pecaya?

Kita juga baca KELUARAN 16:16-18. “Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya(ayat 18). Dosa yang paling bodoh adalah iri hati! Pasti kita memiliki sesuatu yang orang lain tidak miliki! Kita tidak boleh membanding-bandingkan, sebab kita semua berbeda. Setiap orang pun mesti tahu setiap rezeki berkatnya dari Tuhan dan cara menikmatinya. Tuhan juga sudah mengaruniakan kreativitas melalui berkat-berkat itu, jadi mintalah juga kepada Tuhan kreativitas itu sehingga kita bisa mengelola berkat maupun membagi berkat dengan orang lain. Tuhan tahu kebutuhanmu. Manna juga bicara bukan mengejar berkat saja, melainkan tentang puas dengan apa yang kita hasilkan dan mampu bersyukur. Jangan masuki Tahun Baru ini dengan memiliki iri hati ataupun motivasi yang salah.

Dari KELUARAN 16:19-20, kita juga belajar banyak orang yang membantah dan membangkang. Hati yang tidak taat akan menjadi hati yang busuk. Hati kita harus tahu beristirahat dari hari per hari, maka itu pentingnya saat teduh. Utamakanlah Tuhan. Dari ayat 21, kita belajar jika hati kita benar & menyembah Tuhan, Dia akan mengembalikan berkat kepada kita.


Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email