• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Eradi P. Tjandra, BBCM, MProDev, Dip. Min
  • 2PM
  • Eradi P. Tjandra, BBCM, MProDev, Dip. Min
  • 06 Oktober 2019
  • Pk. 14:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Berapa banyak kamu yang pernah pindah rumah lebih dari 3, 5, atau 10 kali?

Biasanya saat kita pindah rumah, kita mengalami 2 hal: baru sadar menumpuk banyak sekali sampah/barang yang sudah tidak terpakai, dan baru menemukan barang-barang yang selama ini kita cari-cari. Seperti barang yang kita pikir terhilang tapi ternyata ada di dalam rumah, kita pun sebagai anak Tuhan bisa terhilang di dalam gereja yang besar!

Definisi megachurch = lebih dari 2.000 jemaat. CK7 sudah mencapai kartu anggota jemaat 32.000! Jadi, mungkin sangat mudah sekali kita terhilang di dalam gereja sebesar ini. Apalagi jika kita memiliki pemahaman salah tentang gereja. Banyak orang memiliki motivasi yang berbeda dan mungkin memperlakukan gereja hanya sebagai ORGANISASI, TEMPAT JUALAN, CARI DUIT, SOCIAL CLUB, TEMPAT HABISKAN WAKTU, TEMPAT CARI JODOH, dan lain-lain. Untuk mengerti konsep tentang gereja yang benar, kita harus kembali pada Alkitab.

Gereja adalah keluarga Allah. "Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: 'Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?' Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'" (Mat. 12:48-50). Itulah gambaran yang sebenarnya bagi gereja, yaitu rumah atau keluarga. Tujuan utama gereja adalah memanifestasikan keluarga Allah di bumi ini.

Kenapa gereja penting untuk menjadi keluarga? "Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran" (1 Tim. 3:14-15).

KELUARGA ADALAH TEMPAT UNTUK KITA MEMPRAKTIKKAN KASIH ALLAH (family is where we express His love). "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yoh. 13:34-35).

Kasih itu dipraktikkan dan jadi gaya hidup, bukan diumbar! (cek 1 Kor. 13:4-8). Di waktu di mana Alkitab mengatakan di akhir zaman, "Dan banyak orang akan murtad dan mereka akan SALING menyerahkan dan SALING membenci" (lih. Mat. 24:10), justru gereja harus berbeda dan menjadi keluarga (1 Tes. 5:11, Ef. 4:32).

KELUARGA ADALAH TEMPAT UNTUK KITA BERLINDUNG (family is where you are covered). Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami Fatherless Generation terbesar ketiga di dunia. Fatherless Generation atau generasi tanpa figur bapa mengakibatkan tingkat homeless & runaways / kabur dari rumah (90%); behaviour disorders / tingkah laku buruk (85%); teenage pregnancies / hamil luar nikah (71%); high school dropouts / putus sekolah (71%); youth in prison / masuk penjara (85%). Bahkan beberapa negara bagian di Amerika mengizinkan pernikahan sesama jenis.

Kekristenan bukanlah gaya hidup yang dijalankan secara individu (Pengkh. 4:9-10). Seekor domba yang berjalan sendiri adalah santapan paling mudah bagi serigala. Tidak ada istilah Single Fighter di gaya hidup Kristen. Single Fighter yang bisa selalu menang namanya RAMBO.

Spiritual Covering (perlindungan rohani) dari para pemimpin. Jadi, jangan membuat susah pemimpin, namun doakan pemimpinmu. Jangan gosipkan pemimpin, namun berikan semangat. Jangan kritik hanya karena ingin komentar, namun berikan masukan yang membangun. Sebab serbasulit jadi pemimpin.

Beda antara rumah dan restoran: anak menghargai makanan yang dimasak orangtuanya, punya tanggung jawab membantu pekerjaan rumah tangga, prioritas waktu keluarga, mempertahankan kehormatan keluarga, belajar di rumah meski kadang berantakan; sedangkan kalau restoran, customer memilih menu sesuai kemauan sendiri, menuntut dilayani dengan baik, datang kalau sedang ada promo, marah atau ngambek saat ada yang tidak sesuai selera, maunya cepat dan sudah jadi.

Selalu ingat, tertanam di dalam keluarga dan gereja itu membutuhkan postur atau sikap hati yang tepat.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email