• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Rubin Ong
  • Ibadah Raya 1
  • Pdt. Rubin Ong
  • 08 September 2019
  • Pk. 07:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Tuhan menciptakan manusia yang memiliki perasaan. Orang yang mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya akan mempengaruhi perasaannya. Mudah mengeluh, mudah marah, mudah bersungut adalah contoh orang yang terpengaruh dengan perasaan. Maka dari itu kita perlu pengertian yang kuat dalam hidup.

"Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak." (Luk. 5:4-6)

Orang yang mudah terombang-ambing seperti Simon akan mudah berubah perasaannya. Manusia yang menebar jala tujuannya mencari ikan. Namun ketika Yesus yang menyuruh, ikan yang mencari jala.

"Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus." (Luk. 5:8-11)

Apapun mujizat dan pemulihan yang terjadi, pasti akan ada kesadaran dalam perubahan karakter seperti yang dialami Simon.

Bagaimana cara mengalami kedalaman dengan Tuhan :

1. Kehidupan kekristenan kita harus pergi ke tempat yang dalam (Go Deeper) (ay. 4)

Ikut Tuhan jangan dangkal, namun harus dalam. Orang yang dangkal akan mudah tersapu bersih. Profesi dan pengalaman yang Simon miliki tidak menolongnya. Kita perlu kedalaman dalam Tuhan.

"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun." (Luk. 6:46-48)

Kenyamanan, pengalaman, rutinitas hanya membuat orang berada di permukaan dan mudah dikalahkan. Banyak dalami Firman Tuhan dan berdoa agar kita mengalami kedalaman dengan-Nya.

2. Dengar dan lakukan apa kata Tuhan (ay. 5)

Ada beberapa orang yang harus mengalami kehancuran terlebih dahulu baru kembali kepada Tuhan. Hidup mereka sembarangan.

"Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi." (Maz. 25:12-13)

Percayalah Tuhan ingin memperdengarkan suara-Nya kepada kita melalui Firman karena Firman Tuhan adalah pribadi-Nya sendiri. Takut akan Tuhan harus menjadi prioritas dalam agar hidup kita bahagia dan anak cucu mewarisi bumi.

"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau." (Maz. 32:8-9)

Tuhan mau menuntun kita dengan cara kedalaman (cara yang lembut) bukan seperti mengendalikan kuda atau bagal yang tidak berakal (ay. 9)

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email