• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Aries Zulkarnaen
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 5
  • Ps. Aries Zulkarnaen
  • 28 Juli 2019
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. (Luk. 1:5-7). Elisabet dan Zakaria di usia yang telah lanjut tidak mempunya keturunan, dan di usia yang telah lanjut telah menyerah untuk memiliki keturunan. Kita sering mengalami hal yang sama, yaitu kita menyerah dan kecewa. Tetapi jika kita membaca lebih lanjut dari kisah Zakaria dan Elisabet. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.(TB) (Luk. 1:8-13). Elisabet dan Zakaria mendapatkan giliran untuk menerima berkat dari Tuhan. Sekalipun Zakaria sudah putus asa dan menyerah dalam berdoa. Diwaktu yang tepat Tuhan mengabulkan Doa Elisabet dan Zakaria. Mungkin kita telah berhenti berdoa, tetapi Tuhan tidak pernah berhenti bekerja. Oleh sebab itu kita jangan pernah putus asa dan kecewa, tetapi kita harus tetap berdoa dan berharap kepada Tuhan. karena Tuhan tidak pernah melupakan apa yang pernah kita doakan, karena Tuhan lebih tahu waktu yang terbaik untuk menjawab Doa kita.

  1. Percaya kepada kesetiaan Tuhan.
  2. Kita harus percaya pada Karakter Tuhan bukan hanya percaya pada Mujizat Tuhan. karena jika kita hanya percaya kepada Tuhan karena Mujizat, kita akan mengalami kekecewaan, dan orang yang hanya percaya pada Mujizat akan mudah meninggalkan Tuhan. Oleh sebab itu kita harus belajar memiliki perspektif yang benar dalam pengenalan Akan Tuhan. Seringkali, orang-orang hanya mengenali Yesus dalam masa-masa baik, tetapi tidak dapat mengenali Dia dalam masa-masa buruk. Kadang, jawaban Tuhan beda dari Gambaran kita dan apa yang kita inginkan. Contoh adalah Yunus (Yun. 1:14-17). Terkadang keselamatan kita tidak terlihat seperti harapan Kita.

  3. Masalah kita adalah bagian dari rencana besar Tuhan untuk kehidupan kita.
  4. Biasanya kita akan memuji Tuhan jika kita mengalami masa mudah dan diberkati, tetapi jika kita mengalami masa susah dan doa yang tidak di jawab, kita akan menyalahkan Tuhan. Kita harus memahami bahwa terkadang hal apapun yang kita alami, baik itu masalah maupun kebaikan, Tuhan memiliki rencana Besar bagi kehidupan kita. Gambar Tuhan yang ada didalam kita bisa tersebar keseluruh dunia dan dunia ini dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan. Kita dapat mempelajari banyak hal dari kitab Kejadian, Musibah dan masalah terjadi, tetapi Tuhan tetap menunjukkan Anugerah-Nya yang besar.

Pasal 1 & 2 - rencana Tuhan untuk adam mulai tetapi manusia jatuh dalam dosa; Pasal 4 - Budaya berkembang, dosa mulai menyebar; Pasal 5 - Daftar keturunan Nuh; Pasal 6 - Dosa menusia makin parah manusia mulai mengikuti hawa nafsu daripada kehendak Allah.

Pada hari ini kita diajarkan untuk memiliki kesetiaan, kepercayaan dan perspektif yang benar kepada Tuhan. Terkadang Tuhan melakukan penundaan terhadap Doa atau apa yang kita minta, Ketika Tuhan menunda untuk menjawab doa kita, bukan berarti Tuhan tidak menjawab. Tuhan hanya ingin memberikan jawaban yang terbaik menurut kehendak-Nya bukan menurut keinginan kita. Oleh itu kita harus memiliki kepercayaan dan kesetiaan dengan perspektif yang benar. Karena apapun yang kita alami, Pasti Tuhan tetap akan di pihak kita. Amin!

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email