• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Rubin Ong
  • 2PM
  • Pdt. Rubin Ong
  • 24 November 2019
  • Pk. 14:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Dalam kehidupan ini, kita akan memasuki yang namanya musim perubahan. Setuju atau tidak, kita harus menyesuaikan dengan perubahan musim yang ada. Dalam perubahan yang sangat cepat (begitu juga akan terjadi pada gereja) ada tiga jenis orang yaitu : cepat dalam perubahan, berpikir lama sekali akan perubahan, tidak mau berubah. Generasi muda akan dipakai Tuhan secara luar biasa.

"Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Kor. 3:17-18) Pada zaman Perjanjian Lama kemuliaan Tuhan seringkali membuat orang mati, namun kemuliaan Tuhan ada didalam kita dalam Perjanjian Baru. Kemuliaan Tuhan yang ada di dalam membuat kita berubah. Siapa yang kita sembah akan termanifestasi dalam kehidupan. Orang yang merdeka tidak akan takut kepada keadaan, mereka hanya takut kepada Tuhan.

Ciri kemuliaan Tuhan akan membuat kita diubahkan (metamorfo). Metamorfo berarti perubahan radikal. Dalam masa metamorfo, kita akan menjalani proses. Dalam menjalani proses, prinsip kita harus kuat. Kalau kita ada di kehidupan yang berubah, perspektif kita akan menjadi berbeda. Mengapa Tuhan mau kita berubah? Ayat 2 Kor 3:17-18 merupakan contoh dari perjalanan orang Israel di tanah Mesir. Jutaan orang Israel terkapar mati begitu saja karena memberontak, hanya tersisa dua yaitu Yosua dan Kaleb. Tuhan mau mereka berubah supaya masuk ke tanah perjanjian.

Maukah kita berubah dalam mengikut Tuhan? Bagaimana kita menang dalam perubahan?

1. Mentalitas kita harus merdeka Ciri orang yang berkooperatif dengan Tuhan adalah tidak mudah marah, tidak menyalahkan orang lain. Begitu kegagalan datang, reaksi negatif kita yang akan membuat kita gagal dalam perubahan. Kegagalan tidak akan pernah membuat kita gagal dalam rencana Tuhan. Gagal adalah hal biasa, yang diperlukan adalah respon yang benar. Bangsa Israel ditawan di Mesir selama 420 tahun. Karena mereka biasa diperbudak, orang lain akan selalu memperbudak mereka. Mengeluarkan Israel dari tanah Mesir sebenarnya hanya membutuhkan waktu satu malam, namun mengeluarkan "Mesir" dari orang Israel butuh waktu yang lama. Orang yang diperbudak akan selalu mengalami kepahitan dan luka mengingat akan masa lalu sehingga respon mereka selalu salah "Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka." (2 Tes. 2:9-10) Hanya kebenaran membuat kita memiliki mental untuk dapat selamat.

2. Penyembahan yang berubah Mesir dan Babel adalah contoh penyembahan materialisme (harus ada simbol patung/ emas). Orang yang menyembah yang kelihatan tidak akan dapat menyembah yang tidak kelihatan. Jangan menyembah Tuhan hanya karena materialisme, namun karena memang Dia layak disembah. Penyembahan kita jangan hanya pada waktu dalam gedung gereja, namun harus berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Penyembahan kita harus berubah (menyembah di tempat kerja, di masyarakat, di keluarga).

Mari berubah ke arah Kristus, melihat semua hal dengan sudut pandang yang luas. Tuhan kita adalah Tuhan yang berdaulat. Yakinlah Dia berdaulat dalam hidup kita dalam musim perubahan yang kuat.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email