• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Juan Lesmana, B. Com
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Beberapa hari ini ketenangan menjadi sesuatu hal yang langka. Banyak diantara kita sulit untuk diam, sulit untuk tenang, bahkan mengijinkan ketakutan dan pikiran yang mengintimidasi.

The heaviest burdens that we carry are the thoughts in our head.

Beban terberat yang kita bawa adalah segala pikiran dalam kepala kita.

Bahwa ternyata beban terberat itu bukanlah virus Corona atau hal lain, tetapi adalah segala pikiran dalam kepala kita; yang mungkin terjadi, tapi besar kemungkinan itu tidak terjadi. Hal itu membuat kita sulit untuk tenang, sulit untuk berdiam diri di hadapan Allah.

Tapi ada kabar baik bagi kita semua, dalam Yohanes 14 : 27 berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu".

Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan sudah memberikan damai sejahtera, dimana damai sejahtera ini tidak sama dengan apa yang dunia tawarkan. Pesan Tuhan adalah: "janganlah gelisah dan gentar hatimu!" Dan kita percaya bahwa Tuhan sudah memberikan damai sejahtera ini kepada kita.

Tuhan mengingatkan tentang sebuah kisah kehidupan Ayub. Ayub adalah seorang tokoh yang diijinkan Tuhan mengalami penderitaan. Alkitab berkata bahwa Ayub diijinkan kehilangan keluarganya, kehilangan anaknya, kehilangan harta bendanya, ternak-ternak kambing dombanya dan semua penjaga-penjaganya. Diijinkan semua itu habis dalam waktu yang relatif singkat.

Tapi, ada 1 ayat yang menarik perhatian, yaitu :

Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya." (Ayub 2 : 13)

Alkitab mencatat, saat Ayub sedang melewati penderitaannya, tiba-tiba sahabat Ayub datang dan mencoba menghibur dan menguatkan Ayub. Tetapi dikatakan: "selama tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya". Ayub dan teman-temannya memilih diam tidak berkata sepatah kata.

Ayub sebagai orang yang benar, saleh, jujur dan takut akan Tuhan, sebenarnya punya banyak alasan untuk tidak diam. Dia punya alasan untuk bertanya kepada Tuhan, bisa complain dan berkeluh-kesah; tetapi Ayub memilih untuk diam. Bukan hanya itu saja, bahkan teman-temannya pun punya alasan untuk berkata-kata memberi penghiburan dan kekuatan untuk Ayub, tetapi mereka memilih untuk diam, karena mereka melihat bahwa terlalu berat penderitaannya Ayub.

Mungkin banyak diantara kita yang seperti Ayub saat ini, Tuhan ijinkan melewati banyak hal. Tetapi Tuhan ingatkan kita untuk diam. Bahkan untuk teman-teman yang kita coba untuk berikan kekuatan, tapi pada saat ini kita diingatkan supaya kita bersama-sama belajar untuk diam.

"Terkadang tidak ada penjelasan yang cukup atas penderitaan kita. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berdiam".

"Sometimes no explanation is sufficient to account for suffering. The only decent thing is silence." (Thomas Merton)

Hari ini, daripada fokus bertanya, fokus berkeluh-kesah, fokus complain; lebih baik kita fokus untuk berdiam. Karena saat ini yang Tuhan mau adalah setiap kita untuk berdiam dan berada di hadirat-Nya.

Melalui kisah Ayub ini, kita diingatkan seberapa besar penderitaan yang kita hadapi, mari belajar untuk diam dan menikmati kedaulatan Tuhan.

ADA TIGA HAL PENTING KETIKA KITA BELAJAR UNTUK DIAM, TERNYATA ADA KUASA KETIKA KITA PUTUSKAN UNTUK BERDIAM, YAITU :

1. Diam Adalah Sesuatu yang Yesus Kehendaki

"Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!" (Habakuk 2 : 20)

Yang Tuhan kehendaki adalah kita berdiam diri di hadapan-Nya, bahkan segenap bumi berdiam di hadapan-Nya.

Saat ini kita diingatkan berdiam diri, mencari wajah Tuhan, berharap dan hanya mengandalkan Tuhan. Alkitab berkata bahwa, "terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan".

Pesan Tuhan agar di masa-masa ini kita berdiam. Jangan "grasa-grusu", jangan coba memetakan apa yang mau kita lakukan langkah-langkah ke depan. Tapi, Tuhan ingatkan kita agar belajar berdiam diri. Bahkan Yesus pun mengajarkan kita untuk diam.

Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." ( Matius 26 : 63 )

Ini adalah kisah saat Yesus ditangkap dan dihadapkan kepada Mahkamah Agama. Dan Yesus memilih untuk diam. Dia tidak menjawab, atau membantah dan membalas semua cercaan, karena Yesus mengerti ketika Dia coba untuk membalas semuanya, itu akan menjadi perdebatan yang tidak ada akhirnya.

Hari ini, mari kita contoh keteladanan Yesus bahwa apa pun yang terjadi saat ini, mari kita memilih untuk berdiam diri. Percaya dan mengandalkan Tuhan.

"Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11 : 12 )

Mari kita menjadi orang yang pandai, orang yang dewasa secara rohani. Lewat ini semua boleh kita belajar untuk diam, karena diam adalah sesuatu yang Yesus kehendaki.

2. Diam Bukan Menyerah, Sebab Tuhan Yang Berperang Untuk Kita.

Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." ( Keluaran 14 : 10, 13 - 14 )

Kisah ini ketika bangsa Israel dikejar oleh pasukan Mesir. Mereka sangat ketakutan. Mungkin saat ini kita sedang diperhadapkan pada situasi dimana saat ini kita sedang merasa ketakutan. Namun Alkitab berkata: "Jangan takut!" Saya percaya, janji Tuhan bagi kita semua saat ada ketakutan adalah: berdirilah tetap, bahwa apa yang kita lihat hari ini, Tuhan akan tuntaskan dan kita tidak akan melihatnya lagi. Tuhan akan berperang untuk kita, dan kita akan diam saja.

Ketika kita putuskan untuk diam, ketahuilah bahwa kita bukan menyerah. Ketika kita putuskan untuk diam sesungguhnya kita sedang melihat Tuhan berperang bagi setiap kita menghadapi musuh. Akan ada kekuatan ketika kita diam. Sesungguhnya ketika kita diam, Tuhan berperang untuk kita.

Dengan berkata kepada mereka: Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu. ( Ulangan 20 : 3 - 4 )

Agar kita mengalami kemenangan ini, di ayat sebelumnya Tuhan ingatkan ada EMPAT JANGAN kepada kita, yaitu :

JANGANLAH ENGKAU :

- Lemah hatimu (= rapuh). Jangan hilang pengharapan. Percayalah bahwa Tuhan sanggup membawa kita melewati ini semua.

- Takut (= sesuatu yang dianggap bencana). Jangan takut, terutama kepada banyak hal yang besar kemungkinannya tidak akan terjadi.

- Gentar (= gelisah, selalu khawatir, tidak tenang, cemas). Gentar adalah orang yang dikuasai ketakutan sehingga tidak dapat berpikir jernih. Tidak tahu apa yang mesti dilakukan, kehilangan pengharapan. Jangan gentar, jangan ijinkan ketakutan menguasai kita, bahkan jangan biarkan ketakutan itu melebihi dan menutupi janji Tuhan.

_ Gemetar = kata sifat (memperjelas, membuat lebih spesifik). Bangsa Israel gemetar karena mereka tahu sedang menghadapi tentara Mesir. Mungkin kita gemetar akan sesuatu, gemetar akan virus Corona, gemetar akan krisis ekonomi, gemetar dengan resesi global. Tapi Tuhan ingatkan hari ini agar jangan gemetar bahkan untuk hal-hal yang spesifik yang menunjukkan ketakutan kita. Janji Tuhan bahwa Tuhan akan berperang untuk kita dan Dia berjanji akan memberikan kemenangan atas setiap kita.

3. Dalam Tinggal Diam Terletak Kekuatan Kita

Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN. ( Ratapan 3 : 26 )

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Ketika kita diam dan tenang disitu terletak kekuatan kita. Tetapi, ada hal yang orang lupa, di ayat terakhir di katakan: "tetapi kamu enggan.. " ( Yesaya 30 : 15 )

Banyak orang yang "enggan", padahal dalam tinggal tenang terletak kekuatan kita. Banyak orang yang memilih untuk "grasa-grusu", mencoba untuk memetakan apa yang harus kita lakukan ke depan. Tetapi sesungguhnya yang perlu kita lakukan adalah diam dan tenang, karena itu adalah kekuatan kita.

KESAKSIAN PRIBADI

Pada awal bulan Maret yang lalu keluarga kami mengalami ujian, dimana isteri didiagnosa Covid-19, ibu didiagnosa Covid-19, dan ayah juga dirawat di rumah sakit (yang ternyata akhirnya didiagnosa Covid-19). Dalam situasi itu saya mulai bingung dan bertanya apa yang harus saya lakukan? Dan saat yang bersamaan, saya, kakak dan adik juga mengalami gejala Covid-19, yaitu demam dan batuk kering. Bahkan ketika adik dan kakak melakukan CT scan, ditemukan ground glass (GGO) di paru-parunya, dan mereka menjadi PDP, isolasi dan minum obat. Bahkan ketika saya dan isteri melakukan CT scan, juga ditemukan ground glass (GGO). Dan hari itu kami sekeluarga mengalami indikasi dan diagnosa Covid-19.

Pada tanggal 2 April kami melakukan SWAB test. Dan pada tgl. 6 April, ayah diijinkan keluar dari rumah sakit dan isolasi mandiri. Pada tgl. 12 April, saat online streaming ibadah Paskah, Gembala Sidang Pak Niko berkata bahwa setelah Paskah ini selesai, akan ada trend menurun dalam kasus Covid-19. Dan tepat pada tgl. 12 April itu, kami dapat berita melalui WA dari DINKES dan Puskesmas bahwa hasil tes dari ibu, isteri dan adik adalah negatif. Dan saya percaya bahwa Tuhan belum berhenti bekerja. Dan benar bahwa pada tgl. 13 April, hasil tes SWAB ayah saya yang kedua juga negatif. Dan tgl. 18 April, hasil test SWAB saya dan kakak saya juga negatif. Puji Tuhan, kami sekeluarga dinyatakan negatif, sudah sehat dan sembuh.

Dari kesaksian itu, bahwa Tuhan bukakan jalan langkah demi langkah. Saat kita berjalan demi Tuhan, maka Tuhan akan bukakan semua kasih karunia-Nya. Tuhan membawa kita menikmati kemenangan. Sebab itu jangan pernah kehilangan pengharapan, percayalah bahwa nanti diujungnya ada kemenangan dari Tuhan.

MEREDAKAN BADAI ADALAH BAGIAN TUHAN, TAPI BAGIAN KITA ADALAH PERCAYA DAN MENIKMATI KETENANGAN ITU.

Matius 14 : 26 - 27: Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Dalam kisah di atas ketika perahu murid-murid-Nya diijinkan Tuhan diterpa angin sakal dan badai, Yesus datang menghampiri mereka untuk menolong mereka.

Tetapi, murid-murid-Nya yang biasanya bersama Yesus, seharusnya bisa mengenali Yesus; tetapi ketika Yesus datang, mereka terkejut dan berkata: "itu hantu!", karena mereka takut.

Ketika kita ijinkan ketakutan menguasai kita maka kita tidak dapat lagi mengenali Yesus yang datang menolong kita. Pesan Tuhan adalah jangan biarkan diri kita dikuasai ketakutan, sebab Yesus datang menolong setiap kita: "Tenanglah! Aku ini!" (ay.27). Di dalam ayat itu, angin belum reda, tetapi Yesus berkata: "Tenanglah! Aku ini!" Kalau kita baca seterusnya, angin sakal itu baru reda di ayat 32.

Meredakan badai adalah bagian Tuhan, tapi bagian kita adalah percaya, jangan takut, tapi menikmati ketenangan itu.

Mungkin badai masih ada, tapi Tuhan Yesus berkata: "Tenanglah! Aku ini! Ini Aku, Yesus, yang menjadi jaminan."

"Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." ( Amsal 18 : 10)

Tuhan Yesus Memberkati

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email