• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Rubin Ong
  • 2PM
  • Pdt. Rubin Ong
  • 25 Agustus 2019
  • Pk. 14:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

"Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus." (Luk. 5:1-11)

Kalau kehidupan kita dangkal, kita tidak akan kuat menghadapi realita kehidupan. Rutinitas dan kenyamanan adalah prinsip kehidupan yang dangkal. Orang yang dangkal terjerat dengan kenyamanan hidup. Ketika terjadi sesuatu, mereka tidak akan kuat. Profesi, pengalaman, dan jam kerja Simon sudah tepat (ay. 5). Namun pengalaman Simon sepertinya hanya menjadi rutinitasnya sebagai nelayan. Kedalaman hanya bisa didapat pada waktu kita menyerang kedangkalan. Kegagalan kita tidak akan menghentikan kehendak Tuhan terjadi dalam hidup kita. Kunci dari kedalaman adalah mendengar apa kata Roh Tuhan. Tuhan mau menuntun dengan cara kedalaman. Firman Tuhan selalu mengubah siapapun dan keadaan apapun.

Bagaimana cara mengalami kedalaman dengan Tuhan :

1. Serang kedangkalan (ay. 4)

2. Dengar dan lakukan apa yang Tuhan katakan

"Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi." (Maz. 25:12-13)

Turning point dari Simon adalah mendengar dan melakukan kata Tuhan. Banyak diam di kaki Tuhan, dengar suara-Nya, dan lakukan perintah-Nya.

3. Hati yang melekat dengan Tuhan

"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau." (Maz. 32:8-9)

Tuhan mau menuntun kita dengan cara kedalaman (dengan cara yang lembut) bukan seperti mengendalikan kuda atau bagal yang tidak berakal (ay. 9)

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email