• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Rubin Ong
  • Ibadah Raya 3
  • Pdt. Rubin Ong
  • 08 September 2019
  • Pk. 11:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Tuhan menciptakan manusia yang memiliki perasaan. Orang yang mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya akan mempengaruhi perasaannya. Mudah mengeluh, mudah marah, mudah bersungut adalah contoh orang yang terpengaruh dengan perasaan. Maka dari itu kita perlu pengertian yang kuat dalam hidup, pekerjaan, keluarga.

"Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (Mat. 13:23) Pengertian harus lebih kuat daripada perasaan.

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Kor. 5:17)

Pahami identitas kita didalam Tuhan. Ciptaan baru pada ayat diatas berarti watak yang baru (explore apa yang ada didalam diri kita). Setiap hari identitas kita diserang. Orang bingung akan apa yang terjadi hari-hari ini. Kalau kita tahu identitas kita dalam Tuhan, kita akan mampu melewati setiap musim apapun.

Tanda orang yang punya identitas yang kuat dalam Kristus :

1. Karena Tuhan sudah tinggal dalam hidup kita, jangan mau dikalahkan dengan ada yang diluar hidup kita.

"Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." (Hak. 6:11-12)

"Datanglah malaikat Tuhan" berarti penampakan Tuhan (Teofani). Gideon sedang bersembunyi waktu itu dan dia mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Kalau ada dari kita yang gagal saat ini, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Identitas kita terbangun dari keintiman dengan Tuhan. Miliki keintiman yang dalam dengan Tuhan. Di hadapan Tuhan kita semua berharga, kegagalan adalah hal yang biasa. Tuhan sanggup menerima dan mengubahkan siapapun. Yang sudah Tuhan lakukan bagi kita, lakukanlah juga bagi orang lain.

2. Memiliki otoritas

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yoh. 1:12)

Nama berbicara tentang karakter, pekerjaan, dan tanggung jawab. Kita telah diberikan kuasa (exousia) oleh Tuhan. Hiduplah sesuai nama yang kita terima dari Tuhan. Jaga nama kita sebagai orang Kristen karena ini adalah identitas kita.

3. Cara berpikir Kristus

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," (Fil. 2:5)

Orang dalam Kristus Roh-nya dibaharui. Mentalitas (cara berpikir) kita yang harus terus diperbarui. Mentalitas berarti sistem nilai di pikiran. Orang yang memiliki cara berpikir Kristus melihat hidup dengan cara yang berbeda. Pikiran kita harus sepikiran dengan Kristus.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email