• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Indri Gautama
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Di tengah apa pun, seperti Tuhan rindu bersama kita, rindulah untuk selalu berada di hadirat-Nya juga. Pertanyaannya: ketika Tuhan hadir & menyertai kita, apakah kita sungguh mau bersama dengan Dia? Berapa persen perhatian yang kita berikan pada-Nya? Apakah kita bergantung pada smartphone ataupun media sosial, ataukah mau memberi telinga & menanti Tuhan untuk mendengar suara-Nya? Jika kita meminta Dia hadir dan menyertai, semestinya kita juga mau seratus persen bersama Dia.

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Mat. 11:28-29). "Are you tired? Worn out? Burned out on religion? Come to me. Get away with me and you'll recover your life. I'll show you how to take a real rest. Walk with me and work with me—watch how I do it. Learn the unforced rhythms of grace. I won't lay anything heavy or ill-fitting on you. Keep company with me and you'll learn to live freely and lightly." —versi The Message

Badai hidup bisa saja menerpa, tetapi hati dan jiwa kita tetap tenang kalau bersama Dia. Ibarat dua sapi (senior & junior) dalam satu kuk. Di mana Tuhan berada, di sana pun kita mau ada. Berilah diri untuk satu kuk dengan-Nya. Banyak orang mungkin melayani Tuhan, tapi merasa kehabisan tenaga ataupun tidak punya waktu lagi berduaan dengan Dia. Padahal, Tuhan mengingatkan, "Walk with Me, not walk for Me" (berjalanlah bersama-Ku, bukan cuma sibuk melayani-Ku). Dia mau orang-orang merasakan hadirat-Nya melalui kita. Kita pun mesti mempunyai pengalaman pribadi dengan-Nya dan dimuridkan oleh-Nya setiap hari.

Rest (istirahat sejati) itu bukan di badan, melainkan lebih pada mental dan emosi kita. Kalau kita ikut Tuhan tapi merasa berat, mungkin kita belum mengikuti cara hidupnya Yesus. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya" (Mark. 10:15). "Lalu berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'" (Mat. 18:3).

Daud punya hati seirama dengan Tuhan. Tidak mungkin bisa punya hati seperti itu apabila tidak setiap hari bersama Dia. "Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: 'Di mana Allahmu?'" (Mzm. 42:1-4). "Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau" (Mzm. 63:1-4).

Jika kita berada di pihak Tuhan, bisa saja ada yang melawan atau memusuhi, tetapi kita memperoleh keamanan dan rasa tenang dalam Tuhan. Security in Christ's Presence (rasa aman dalam kehadiran Tuhan Yesus): lihat Roma 8:31-39. Hanya karena kita bersama-Nya, bukan berarti tidak akan ada problem. Badai bisa diam, namun sering kali yang jarang terdiam adalah emosi kita. Namun pasti beda saat kita mau bersama Dia menghadapi masalah. Bukan daily visiting (kunjungan harian), melainkan daily dwelling (tinggal tiap hari di dalam-Nya). Huios Faith: iman dewasa karena melalui pengalaman diproses dalam pencobaan-pencobaan untuk pemurnian. "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh" (Gal. 5:25). What does obedience to God means? A sign of mature relationship with God (Apa arti ketaatan pada Tuhan? Yaitu tanda atau ciri hubungan yang dewasa dengan Dia). Renungkan & visualisasikan Yoh. 15:4-12. Apakah Anda menyediakan RUANGAN di hidupmu untuk menyendiri dalam ketenangan agar bisa mendengarkan suara Tuhan?

"The time of business in the noise and clatter of the kitchen … I possess God in as great tranquility as if I were upon my knees … I make it my business only to persevere in His Holy Presence … which I may call an actual presence of God; or, to speak better, an habitual, SILENT and SECRET CONVERSATION OF THE SOUL WITH GOD. Unless we remain in Jesus, allowing ourselves to be held in His embrace, his life will flow out of us to others. If we choose not to remain in Him, we will have little, if anything, to offer others." (Di tengah-tengah usaha, di urusan rumah tangga … saya selalu melibatkan Tuhan dalam ketenangan seperti halnya di jam-jam doa saya … Saya sungguh-sungguh menyertakan kehadiran-Nya … Hadirat-Nya itu nyata dan saya menjadikannya sebagai kebiasaan untuk berbincang dengan Dia, baik dalam hati maupun secara jujur apa adanya. Jika kita tetap dalam Yesus, membiarkan diri kita dalam pelukan-Nya, maka hidup-Nya akan mengalir dari kita ke orang lain. Namun, jika kita memilih tidak tinggal dalam Dia, maka akan hanya ada sedikit yang bisa kita alirkan ke orang lain). —Brother Lawrence

Jika kita mau bergaul erat dengan Tuhan Yesus setiap hari, karakter kita pasti berubah menjadi lebih baik.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email