Live Streaming12 April 2020, Pk. 07:00 WIB
  • Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M.Th
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Kalau bicara home, kita dapat merasakan adanya kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sedangkan, jika bicara host, bisa saja berpindah-pindah ke tempat lain. Misalnya, seburuk-buruknya seorang ayah, anak-anaknya tidak mungkin langsung pindah ketika hati sedang tidak klik atau menyatu. Petualang tidak akan bertumbuh.

Tidak ada juga gereja yang sempurna. Maka, kita mesti belajar untuk mengerti satu sama lain. Bicara home itu tentang esensi ataupun spiritual growth yang bisa terlihat dalam suatu komunitas. Rumah orang lain atau negara asing bisa saja lebih bagus, tetapi rumah ataupun negeri sendiri pasti lebih enak & menyenangkan. Bicara tentang home juga bicara tentang fondasi. Jika dasar sudah benar, maka akan gampang mengisinya. Sering kali kita bicara isinya, tetapi belum jelas dasarnya. Membangun rumah tangga pun, harus sama-sama orang yang sudah bertobat, supaya setiap kali ada masalah kita akan datang pada Tuhan.

"Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa" (Kis. 2:41). Mereka mendengarkan firman Tuhan lewat hamba Tuhan yang dipilih-Nya. Dasar untuk membangun sebuah komunitas adalah orang yang dipilih & diurapi Tuhan, dan apa yang ia sampaikan bukanlah semata-mata pengalaman ataupun logika, melainkan dasarnya firman Tuhan. Jika kita menyentuh sisi spiritual orang lain dengan bantuan Roh Kudus, maka ia tidak akan mudah goyah & hatinya dapat diubahkan Tuhan. Jadi, jangan cuma menyentuh sisi emosional.

"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kis. 2:42). "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama" (Kis. 2:44). "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati" (Kis. 2:46). Berkumpul & bersatu itu mudah karena mungkin menyangkut fisik, tetapi sehati itu sulit! Jika ada Kristus dalam hati, kita dapat bersatu. Lakukan apa pun dan miliki hati yang gembira dan tulus.

Dalam suatu komunitas pun, jangan melihat atau pilih-pilih status sosialnya saja. Tetapi mesti ada Kristus di dalam hatinya. Sebab di dalam kebersamaan harus saling menghargai & menghormat, sehingga akhirnya dapat ada keterbukaan/kejujuran. Begitu juga dalam keluarga, puji Tuhan apabila ada keterbukaan antara suami-istri maupun orangtua dengan anak-anak. Begitu pun dalam komunitas. Jika kita tidak berani terbuka, akan sulit & tidak ada yang tahu isi hati kita. Namun, jika sudah sama-sama terbuka, seharusnya bisa menjaga & tidak perlu semuanya dibukakan/dinyatakan.

Anda pun seharusnya ikut masuk COOL (Community of Love) untuk bahas firman Tuhan dan bertumbuh dalam Dia. Ibadah 2 PM pun bukan ibadah yang biasa, melainkan kita adalah satu keluarga rohani, ada sesuatu yang berbeda dari Tuhan bagi kita agar saat kembali ke rumah kita mengalami kemenangan demi kemenangan.

• Jika kita sudah berkumpul, bersatu, sehati, saling menghargai, ada keterbukaan dan membahas firman, maka: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing" (Kis. 2:44-45). Artinya, bicara tentang home, tidak ada satu sama lain yang perhitungan, melainkan mau ber-sharing. "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu" (Ams. 19:17). Jika ada orang yang tidak sepaham dengan kita, belum berarti bertentangan, melainkan bisa saja itu akan menolong kita. Dalam sebuah komunitas, kita harus punya hati hamba supaya orang-orang dapat ditolong oleh Tuhan. Jangan merasa lebih daripada orang lain, melainkan berlomba-lombalah untuk saling melayani.

"Sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan" (Kis. 2:47). Tidak semua orang akan bisa suka kita. Tetapi jika kita melakukan sesuatu apa adanya, Tuhan sendirilah yang akan menambahkan jiwa-jiwa serta orang lain yang akan menyukai. Berlombalah untuk menyenangkan hati Tuhan lewat hidup yang berdampak bagi orang lain.

Hari-hari, Iblis sedang mencobai banyak orang lewat media sosial dan apa pun. Beradalah dalam komunitas yang kuat & jadi home atau seperti di rumah sendiri bagi kita. Kita akan menghadirkan Kingdom of God dalam komunitas maupun keluarga kita. (FG)

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email